ESCAPE TO KAREUMBI: Menjelajah Rimba Bekas Taman Buru


Surya (punk-traveller) melakukan perjalanan dadakan ke sebuah tempat wisata alam liar bernama Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi yang berada di dalam Gunung Masigit, Jawa Barat. Kawasan yang menjadi titik pertemuan tiga kabupaten (Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut) ini ternyata memiliki beragam fitur alam terbuka yang menarik untuk dicoba. Seperti apa petualangan yang dilakukan Surya? Saksikan tayangan “Escape” episode “Menjelajah Rimba Bekas Taman Buru”.

Tim Produksi
Produser : Nadhira Rizki
Pembawa Acara : Surya Hadiansyah
Juru Kamera : Aldo Fenalosa
Penulis Naskah : Uswatun Khasanah
Pengatur Suara : Aditya Amran
Editor : Indira Listiarini

Disclaimer: Video ini dibuat sebagai tugas akhir mata kuliah Produksi Feature Televisi di Departemen Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD

Bakso Nostalgia – Linggar Jati, “Membeku” Sejak 1950

Rumah makan yang satu ini, merupakan rumah makan yang menjadi favorit warga Bandung dan sekitarnya, terutama warga Jakarta yang sangat mengetahui Bandung dan sering sekali bepergian ke Bandung untuk berwisata. Rumah makan yang terletak di kawasan alun-alun Bandung ini merupakan satu-satunya rumah makan yang mempertahankan konsepnya dari awal dia berdiri, yakni pada tahun 1950 hingga sekarang.

Continue reading






Kampung Seni Manglayang, Objek Wisata Seni yang Mulai Terabaikan

Bermula dari kecintaan terhadap seni tari Sunda, Kawi membangun panggung kecil di lahan kebunnya yang terletak di kaki Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung. Panggung ini mulanya digunakan untuk mengajarkan tarian kepada anak-anak kecil hingga kemudian digunakan untuk pertunjukan secara rutin. Dengan tekad untuk melestarikan kebudayaan Sunda, lahan kebun milik Kawi kemudian disulap dan dibuka untuk umum dengan nama “Kampung Seni dan Wisata Manglayang Mandala Kasundaan Sarakan Paduriatan” pada tahun 2007. Diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Danny Setiawan, pada 29 Agustus 2007. Hingga kini Kampung Seni buka setiap hari kecuali hari Jumat.

Continue reading






Melalui Teater, Bangun Bangsa Berkarakter

Matahari sudah mulai lengser masa jabatannya untuk hari itu, dan berganti dengan kelamnya sore hari yang sudah merasuk. Seakan tidak peduli dengan semuanya, Gedung Kesenian Rumentang Siang masih kokoh berdiri sebagai tempat bersejarah bagi perjalanan Drama Bahasa Sunda yang sudah berjalan selama 20 tahun lebih. Gedung ini masih menjadi andalan terselenggaranya Festival Drama Bahasa Sunda atau FDBS yang sampai sekarang semakin banyak peminatnya di daerah Jawa Barat.

Continue reading






“Bagimu Persib Jiwa Raga Kami”

Berangkat dari ungkapan Portland Oregonian , “Sepakbola mungkin tidak bisa menjelaskan semuanya, namun bisa dipakai sebagai titik berangkat untuk memahami pergeseran politik, perekonomian global, dan masalah keagamaan,”. Mungkin terlalu berat berbicara isu global kelas kolosal, tapi kami berangkat menuju kandang macan untuk menyimak kecintaan mereka –masyarakat Bandung– terhadap Persib, simbol kejayaan sepakbola Bandung.

Continue reading






Perspektif – Rumah Cemara

Rumah Cemara sebagai sebuah rumah bagi orang-orang yang ingin pulih dari penggunaan narkoba. Dikelola oleh para mantan pengguna narkoba, Rumah Cemara menciptakan sebuah lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pengguna narkoba dan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).
Pada sebuah kampanye anti stigma dan diskriminasi terhadap ODHA yang diadakan produsen alat olahraga ternama, dan Yayasan Asoka Internasional, Rumah Cemara memiliki konsep terbaik dengan bermain sepakbola.

Continue reading






Pemimpin Redaksi Majalah Wanita is Glamours Job – Wawancara Dengan Petty Siti Fatimah

Petty S. Fatimah adalah Pemimpin Redaksi Majalah Femina yang fashionable. Annisa Fitri Ademauna mengajak kita mengenal sosoknya lebih dalam; perjalanan karir dan visinya. “Saya bukan orang yang bertarget pendek ya. Saya orang yang bertarget panjang. Saya pikir begini. Saya sudah memutuskan bahwa pilihan karir saya adalah media. Saya menyukai bidang ini, dan buat saya media ini bisa melakukan apapun. Sekarang orang kan harusnya nggak lagi berpikir digital atau elektronik. Saya siap saja untuk berkarir terus dibidang yang ini, dengan tantangan berikutnya. Seperti apa saya nggak tahu. Tapi kalau kita bicara Femina. Femina sedang go digital. Ini merupakan tantangan ya, karena awalnya Femina adalah media cetak. Bukan digital”

Continue reading