Bergesernya Buah Tangan di Ibukota Priangan

Supardi, tetap mempertahankan usaha peyeumnya yang sudah berlangsung 10 tahun

Kehadiran wisatawan yang cukup banyak di Bandung tentunya mendorong berbagai aspek pariwisata berkembang pesat, salah satunya industri makanan untuk dijadikan oleh-oleh. Dulu oleh-oleh khas tradisional seperti peyeum, bandrek, bajigur dan keripik tempe menjadi ciri khas Bandung, namun kini eksistensi oleh-oleh tradisional itu telah digeser kehadirannya oleh makanan seperti brownies dan keripik pedas yang menghebohkan. Secara tidak langsung hal tersebut membuat ciri khas Bandung mulai berubah.

Continue reading

Semangat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus

Seorang siswa SDLB G melambaikan tangan untuk mengucapkan sampai jumpa karena jam sekolah telah usai pada hari itu. Ia digendong ibunya sambil bercengkrama dengan orang tua lainnya di salah satu lorong sekolah.

Walaupun dengan keadaan mereka yang berbeda dengan anak normal lainnya, mereka tetap memiliki semangat yang sama untuk belajar. Siswa-siswi di SLB G Baleendah ini merupakan siswa yang memiliki cacat ganda dan dididik dengan cara khusus. Mereka belajar agar bisa mandiri, membaca, menulis dan menghasilkan kerajinan tangan. Mereka juga dilatih agar bisa bergaul dengan orang normal lainnya

Continue reading






Atribut Sunda Di Balik “Rebo Nyunda”

PAKAIAN LELAKI SUNDA – Salah seorang penjual atribut sunda di pasar kaget Gasibu, bandung sedang menjaga lapak dagangannya Minggu, (18/5/2014). Ia menggunakan pakaian adat sunda lengkap dengan atribut seperti pin dan bando.

Rebo Nyunda adalah salah satu hari tematik yang digagas oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam rangka mengembalikan dan melestarikan budaya Sunda. Rebo Nyunda telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2012 tentang Penggunaan dan Pelestarian Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda. Selaras dengan berjalannya peraturan ini ada…

Continue reading

Beware of Flying Metal

Para anggota D'Lempis sedang berlatih di SOR Hocky Citra.

Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memanfaatkan waktu luang, salah satunya dengan berolahraga. Terinspirasi dari film Cowboy yang populer pada era ‘80-an, Ellen Ramlan dan ketujuh temannya mulai mencoba olahraga melempar pisau secara otodidak. Namun, kegiatan tersebut sempat vakum dan pada tahun 2009, mereka mendirikan komunitas melempar pisau atau yang lebih dikenal dengan The Lempar Pisau (D’Lempis).

Continue reading






Indischetafel: Resto Museum Unik Bergaya Indo-Belanda

????????

“Achter elk stukje schuilt een eigen verhaal”, setiap detil punya cerita. Inilah moto Indischetafel, restoran keluarga bergaya Indo-Belanda yang terletak di Jl. Sumatera no. 19, Bandung, Jawa Barat. Restoran yang melabelkan diri sebagai resto museum satu-satunya dan pertama di Indonesia ini menyajikan hidangan dan konsep khas perpaduan Indonesia dan Belanda. Restoran ini berdiri sejak tahun 2009. Awalnya, Indischetafel merupakan bangunan tua bekas rumah jaman kolonial Belanda.

Continue reading






Mencari Ketenangan di Kampoeng Ladang

Pengunjung dapat menikmati makanan secara lesehan di saung-saung yang tersedia.

Bermula pada tahun 2007, seorang pria bernama Zulfiadi Burhan (49) berinisiatif mengolah lahan kritis di Kampung Pasir Peti, Desa Margalaksana, Kab. Sumedang menjadi daerah konservasi. Berlatar pendidikan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Buyung, sapaannya, menyulap fungsi daerah konservasi lahan menjadi tempat wisata bernama Kampoeng Ladang. Berkonsep wisata keluarga, Kampoeng Ladang menawarkan kebudayaan Sunda dan panorama alam indah.

Continue reading






Menghidupkan Sejarah Bersama Historia van Bandoeng

Anggota Komunitas Historia van Bandung berpose dengan seragam prajurit jaman perjuangan kemerdekaan RI

Sejarah merupakan bagian penting dalam perjalanan suatu bangsa. Ir. Soekarno bahkan pernah menyebut sebuah semboyan yakni “JAS MERAH” alias “Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah”. Berangkat dari semangat tersebut serta kecintaan terhadap Bandung, terbentuklah komunitas Historia van Bandoeng, yang terdiri atas orang-orang penggemar sejarah, terutama sejarah peperangan di Bandung. Mereka melakukan reenachment atau reka ulang sejarah, parade, serta seni teatrikal terutama saat peringatan hari-hari pentig bersejarah.

Continue reading






Perpustakaan Jalanan Bandung

Perpustakaan jalanan di Taman Cikapayang - Dago menyediakan buku-buku gratis bagi siapapun yang berminat membaca

Bosan dengan suasana perpustakaan pada umumnya? Silahkan datang ke perpustakaan jalanan. Pengunjung bisa membaca berbagai koleksi buku milik perpustakaan jalanan. Selain itu, pengunjung juga bisa menjadi donatur untuk perpustakaan jalanan, dengan menyumbang beberapa buku berjenis apapun. Perpustakaan jalanan menggelar lapaknya setiap Sabtu malam pukul 19:00 WIB, dan bertempat di Taman Cikapayang Dago, Kota Bandung.

Continue reading






Mengenang Sejarah di Museum KAA

The World Goes to bandung

Hari Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-59 jatuh pada 18-24 April tahun ini. Peristiwa KAA begitu bersejarah bagi Indonesia dan dunia. Demi memaknai peristiwa KAA, kita harus mengetahui dan mempelajari sejarahnya. Belajar sejarah KAA tidak mesti selalu lewat buku, bisa juga dengan cara lain. Salah satu caranya dengan berwisata ke Museum Konperensi Asia-Afrika yang terletak di Jalan Asia Afrika No. 65, Braga, Bandung.

Continue reading