‘Si Bulat’ Beraneka Rasa

Deretan mobil mewah terparkir dengan rapih di sebuah kompleks perumahan jalan Wira Angun-Angun, Bandung. Mobil-mobil tersebut tampak terparkir berdekatan dengan sebuah bangunan kecil yang didominasi dengan warna coklat. Para pengendara mobil mewah tampak menuju bangunan kecil tersebut setelah turun dari mobil. BAKSO ARIEF  itulah tulisan yang terpampang pada bagian depan bangunan tersebut.

Sekilas mungkin orang-orang tak akan sadar bahwa bangunan tersebut adalah sebuah tempat makan.  Tentunya terlepas dari papan bertuliskan BAKSO ARIEF  dan sebuah gerobak kecil berwarna hijau yang mempertegas bahwa bangunan itu adalah sebuah tempat makan. Arief Budiharjo, itulah asal-usul mengapa tempat makan ini diberi nama BAKSO ARIEF, sesuai dengan nama si pemilik.

Arief mengaku memilih pertimbangan bakso sebagai usaha bisnis kulinernya karena didasari  faktor semua kalangan dari mulai anak kecil, sampai orang dewasa pun menyukai jenis makanan ini. Selain itu cuaca alam kota Bandung yang dingin juga menjadi pertimbangannya.

Bakso 'keju' Arief yang terletak di Jl. Wira Angun Angun No. 20 Bandung

Bakso ‘keju’ Arief yang terletak di Jl. Wira Angun Angun No. 20 Bandung

“Alasannya memilih bakso, kebanyakan semua kalangan bisa makan dari yang tua sampe anak kecil pada mau, selain itu Bandung alamnya dingin jadi orang Bandung pada doyan jajan. Jadi cocok buat yang panas-panas seperti bakso,” ujar pria asal Jawa Tengah ini menjawab dengan ramah.

Walaupun kedai BAKSO ARIEF  ini bertempat di lokasi yang kurang strategis dan cenderung terpencil jika dibandingkan dengan kedai-kedai lain yang berada di pusat kota Bandung. Sehingga sulit diketahui orang, namun Arief mengaku memilih pertimbangan lokasi daerah ini agar jauh dari kebisingan.

saya pilih tempat ini karena suasananya asri, tenang, gak bising dan gak macet, pokoknya adem..dem..dem..,” ujar ayah dari Anna dan Reja ini.

Namun nyatanya lokasi yang sedikit terpencil ini tidak menjadi permasalahan bagi kedai BAKSO ARIEF.  Setiap harinya kedai ini selalu ramai dikunjungi pelanggan setia yang rela mengantri demi mendapatkan semangkok bakso.

Kedai BAKSO ARIEF  ini tidak seperti kedai bakso pada umumnya yang menjual bakso dengan dua jenis yakni, bakso urat dan bakso polos. Kedai bakso yang terletak di jalan Wira Angun-Angun nomer 20, Bandung ini selain menawarkan dua jenis bakso pada umumnya juga menawarkan alternatif jenis bakso lainnya seperti bakso keju, bakso jamur, bakso rica dan bakso goreng keju. Pemilihan jenis bakso ini didasarkan pada ide Arief sendiri yang beranggapan bahwa dalam bisnis makanan, harus berani mencoba hal-hal yang baru.

Salah satu menu andalan Bakso Arief, yaitu bakso yang berisikan keju.

Salah satu menu andalan Bakso Arief, yaitu bakso yang berisikan keju.

“jenis baksonya ada bakso keju, jamur, urat, rica, goreng keju dan bakso polos. Pokoknya ada enam jenis bakso. Ide awalnya kepikiran bikin bakso keju dan jamur itu ide sendiri. Itulah kalo orang jualan makanan harus banyak spekulasi, harus berani coba-coba jenis makanan,” ujar pria yang sudah menekuni bisnis kuliner sejak umur 26 tahun ini.

Kedai BAKSO ARIEF  ini setiap harinya buka dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00. Namun biasanya sebelum pukul 17.00 pun kedai ini sudah tutup karena bakso yang disediakan sudah habis. Kisaran harga BAKSO ARIEF  ini tidak jauh berbeda dari kedai bakso lain pada umumnya. Satu buah bakso goreng keju dihargai 1.500 rupiah. Walau tergolong murah para pelanggan setia dari BAKSO ARIEF  ini terdiri dari berbagai kalangan. Tak hanya kalangan menengah ke bawah, kalangan atas pun tak sungkan mengunjungi kedai BAKSO ARIEF  ini.

yang dateng kesini itu semua kalangan, dari yang muda sampe yang tua, dari anak sekolah sampe pegawai, pokoke kabehwelah,” ujar pria berkumis ini menjawab pertanyaan di tengah kesibukannya melayani para pelanggan.

Selain lokasi yang terpencil, salah satu yang menjadi kekurangan kedai ini adalah tempat yang terlalu kecil. Kedai ini menyediakan empat buah bangku panjang, yang masing-masingnya hanya bisa diisi oleh 2-4 orang. Maka bisa diperkirakan kedai ini hanya mampu menampung 10-15 orang saja. Hal ini juga lah yang membuat para pengunjung kedai ini harus menunggu dan mengantri atau duduk di tangga karena tempat yang penuh.

Ramainya pengunjung Bakso Arief pada saat jam makan siang.

Ramainya pengunjung Bakso Arief pada saat jam makan siang.

Tapi hal ini ternyata tak menjadi masalah bagi para pelanggan setia kedai BAKSO ARIEF.  Cita rasa bakso yang enak serta harga yang terjangkau membuat para pelanggan tak masalah sekalipun harus menunggu dan mengantri hanya untuk menikmati semangkok bakso ini.

rasanya enak, baksonya juga unik. Baru kali ini nemuin bakso pake keju. Harganya juga lumayan terjangkau,” ujar Devi (30), salah satu pelanggan setia kedai BAKSO ARIEF.

BAKSO ARIEF ini dapat dijadikan alternatif salah satu tempat wisata kuliner di kota Bandung. Mengingat kota Bandung merupakan gudangnya kuliner, tak ada salahnya mencoba kuliner lain yang belum banyak dipublikasikan dan tergolong murah.

 

 

Tim Liputan :

Astari Fitria Putri

Hanifa Rizka Putri

Julianti Nur Azizah

 

 

 

 

Leave a Reply