Tukiyo: Cacat Mental Bukan Menjadi Halangan Untuk Menuntut Ilmu

Cacat fisik maupun mental bukanlah menjadi halangan untuk kita menuntut ilmu sebanyak mungkin, karena kita masih bisa untuk mencarinya, dan kita juga tidak perlu minder dengan kesempurnaan orang lain, karena itu hanya titipan semata, (Nobody perfect). Manusia normal dalam fisik mampu menembus dunia pendidikan. Begitu juga dengan manusia yang kurang normal fisiknya. Dengan adanya Sekolah Luar Biasa (SLB), manusia kurang normal dalam kondisi fisiknya dapat merasakan dunia pendidikan.

Tukiyo, begitulah panggilan pria berumur 47 tahun ini, ia berusaha untuk memberikan ilmunya kepada orang-orang  yang mempunyai keterbelakangan mental dan fisik. Tidak hanya ilmu yang ingin ia bagikan melainkan juga keahliannya dalam bidang olahraga.

Ia adalah sosok laki-laki yang tidak mudah menyerah, terbukti dengan tekadnya yang ingin menjadi bagian dari Sekolah Luar Biasa. Tidak hanya itu, ia juga mempunyai keahlian yang bisa membuat orang lain bangga kepadanya, dengan keahliannya itu ia pernah menjadi juara bulu tangkis pada tahun 2002 tingkat Se-Jawat , dari pengalamannya itu, ia mengembangkan bakatnya dalam dunia olahraga terutama dalam bidang bulu tangkis.

Sudah banyak prestasi yang ia dapatkan dalam dunia olahraga, karenanya,  pria separuh baya ini memiliki keinginan untuk memasukan bidang olahraga di tempat ia mengajar, tahun 2011 ia berhasil memberangkatkan ke-2 muridnya ke Filipina.

Pria kelahiran Magelang  47 tahun  silam yang mengajar di Sekolah Luar Biasa yang bertempat di Ciwarasta memiliki motivasi untuk mencerdasarkan anak didiknya, sudah lama ia bergelut dalam dunia pendidikan Sekolah Luar Biasa, 21 tahun lamanya. Dengan pengalamannya yang cukup lama, ia juga bisa menjadi guru yang membanggakan, dan sekarang ia mengajar sekolah luar biasa di daerah Ciwastra-Bandung

Tukiyo memperagakan olahraga bola ke anak didiknya. (Foto: Silvia Veronica)

Tukiyo memperagakan olahraga bola ke anak didiknya.
(Foto: Silvia Veronica)

.

Motivasi Tukiyo untuk terlibat dalam sekolah luar biasa, karena ia merasa punya tantangan dalam menghadapi murid-muridnya, terutama dalam kesabaran, dan ketekunan. Untuk mewujudkan keinginan seseorang yang mempunyai kekurangan dan kelemahan sekolah ini mempunyai cara tersendiri. Di sini juga tidak hanya mendapatkan ilmu tentang pengetahuan tetapi juga mendapatkan ketrampilan demi menumbuh kembangkan kemampuan  mereka.

Tukiyo, telah menunjukan kepada kita, bahwa tidak hanya orang yang sempurna (normal) saja yang bisa menuntut ilmu, namun juga untuk seseorang yang tidak sempurna bisa menuntut ilmu, bahkan banyak juga yang mendulang prsetasi  dari negara lain. Maka tidak perlu berduka atau putus asa karena ketidak sempurnaan kita, “harapan masih terbentang luas kalau kita mamsih mau berusaha”.

Tukiyo berharap bagi orang tua yang memiliki anak yang cacat mental dan cacat fisik tidak pesimis, bahwa sebenarnya masih ada jalan untuk anak yang memiliki keterbelakangan mental/ fisik untuk duduk di bangku sekolah.

 

Nur Sholihah

Silvia Veronica

Yasha Nomiva

Leave a Reply