Berwisata Sekaligus Menyelisik Sejarah

Kenapampakan depan Museum Sri Baduga yang terletak di Jl. BKR no. 158 Bandung

Kenapampakan depan Museum Sri Baduga yang terletak di Jl. BKR no. 158 Bandung

Beragam objek wisata dapat di temukan di Bandung. Mulai dari wisata belanja, wisata kuliner, hingga wisata alam seperti Gunung Tangkuban Perahu dan Kawah Ciwidey. Namun, ada pula objek wisata yang sekaligus dapat memberikan edukasi, yaitu museum.

Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia sangat berperan dalam perkembangan sejarah Indonesia. Dari mulai peristiwa Bandung Lautan Api dan menjadi tuan rumah pada Konferensi Asia Afrika. Tak hanya itu, jika ditelaah lebih jauh, Bandung telah menjadi saksi peradaban manusia dengan ditemukannya fosil manusia purba yang tersebar di beberapa daerah di Bandung, selain itu Bandung juga menjadi saksi sejarah perkembangan kerajaan di Jawa Barat.

Semua bukti sejarah Bandung dan Jawa Barat tersebut tersimpan apik dalam sebuah museum yang terletak di Jl. BKR no.185 Bandung, yaitu Museum Sri Baduga. Saat memasuki museum yang terletak tak jauh dari monumen Bandung Lautan Api ini sangat terasa atmosfer kebudayaan Sunda. Menelusuri museum ini lebih dalam anda dapat menemukan bebagai koleksi mulai dari peninggalan flora, fauna, batuan, manusia purba, dan peninggalan kebudayaan Sunda.

Suasana pengunjung yang sedang menikmati koleksi di Museum Sri Baduga.

Suasana pengunjung yang sedang menikmati koleksi di Museum Sri Baduga.

Sebelumnya, museum ini bernama Museum Negeri Jawa Barat, diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Daud Joesoef. Namun, selang sepuluh tahun peresmiannya yaitu pada tanggal 1 April 1990, Museum Negeri Jawa Barat ini diresmikan dengan nama “Sri Baduga” diambil dari nama seorang raja yang memerintah di Kerajaan Pajajaran.

Koleksi Museum Sri Baduga hingga saat ini telah mencapai 6.800 koleksi. Selain koleksi yang beragam, museum ini juga memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung kegiatan pameran dan seni. Beberapa fasilitas yang ada di museum ini antara lain, ruang perpustakaan, auditorium, pameran, dan seminar.

Replika gua dan beberapa peninggalan pra sejarah di Museum Sri Baduga

Replika gua dan beberapa peninggalan pra sejarah di Museum Sri Baduga

“Selain pengunjung melihat koleksi di pameran, mereka juga dibimbing oleh pemandu untuk belajar membuat janur. Ada juga permainan zaman dahulu seperti batok atau congklak dan pengenalan permainan alat musik yang ada di koleksi misalnya gendang, kecapi, suling kemudian kami peragakan sambil bernyanyi lagu Sunda pupuh dan ada beberapa hadiah untuk memberikan daya tarik bagi pengunjung,” jelas Dindin Hasanudin (56) selaku Seksi Kepemanfaatan di Museum Sri Baduga.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fasilitas pendukung yang ada di museum Sri Baduga sering digunakan untuk mendukung kegiatan pameran dan kesenian Sunda di museum ini. Seperti pameran dan workshop Sastra & Aksara Sunda yang diadakan hingga tanggal 2 Mei nanti.

Dalam pameran dan wokshop yang diadakan atas kerjasama mahasiwa Universitas Padjadjaran, UPI, dan UIN Bandung ini dipamerkan berbagai karya sastra kuno peninggalan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat. Untuk kegiatan workshop diisi oleh seorang seniman aksara bernama Edo yang mengadakan workshop penulisan aksara Sunda.

Kegiatan workshop sastra dan aksara Sunda di Museum Sri Baduga bersama seniman aksara.

Kegiatan workshop sastra dan aksara Sunda di Museum Sri Baduga bersama seniman aksara.

Berbagai kegiatan ini dilakukan oleh museum Sri Baduga untuk kembali mengingatkan masyarakat akan kebudayaan Sunda. Dengan fasilitas yang beragam, suasa museum yang nyaman, koleksi yang lengkap, dan berbagai kegiatan seni budaya maka museum dapat menjadi alternatif anda untuk berwisata bersama keluarga.

Leave a Reply