Lego Ergo Scio: Karena Membaca Bukan Sekadar Kebutuhan

“Saya memiliki harapan, meskipun sedikit tapi membacalah” pernyataan tersebut dilontarkan Ayu Utami dalam sebuah acara yang bertajuk Lego Ergo Scio, acara ini diadakan pada tanggal 24 April 2013 di Bale Santika Universitas Padjadjaran yang digagas oleh Kompas dalam rangka memeperingati Hari Buku Dunia. Pagi itu Gedung Lapangan Basket Bale Santika disulap sedemikian rupa dengan dekorasi yang berbeda, deretan kursi merah memenuhi ruangan yang semula adalah lapangan basket tersebut. Berbagai deretan meja dengan stan-stan dari para sponsor acara pun berjejer meminta untuk didatangi oleh pengunjung yang menghadiri acara tersebut.

Booth dari Kompas yang dibuka bagi para pengunjung.

Iwan ‘The Big One’ yang saat itu bertugas sebagai pembawa acara pun turut memeriahkan acara dengan banyolannya yang cukup menggelitik para peserta seminar, sehingga acara pun semakin ramai dan tidak sedikit gelak tawa terdengar dari dalam Gedung Bale Santika. Tepat pukul sepuluh pagi  Ayu Utami yang pada kesempatan itu didaulat untuk menjadi salah satu bintang tamu pun tiba, dengan anggun dia berjalan ke atas panggung menyebabkan suara riuh rendah dari para peserta seminar yang memang tidak sedikit menghadiri acara tersebut karena merupakan pengagum berat Ayu Utami.
Pagi itu menjadi momen tersendiri bagi para peserta seminar karena bisa langsung bertatap muka serta berbincang-bincang dengan Ayu Utami yang merupakan salah satu penulis handal yang sudah cukup terkenal di Indonesia. Dalam kesempatan itu Ayu menyampaiakan betapa dia sering merasa sedih dengan kualitas bac

 

a bangsa Indonesia yang tergolong masih sangat rendah.
“Saya memiliki harapan meskipun sedikit, membacalah” ujar Ayu disela-sela acara tersebut. Ayu menceritakan pengalamanya sebagai penulis, serta betapa sedihnya dia karena kebanyakan bangsa Indonesia menganggap membaca bukanlah sebuah kebutuhan, tetapi pengisi waktu luang saja. Menjadi seorang penulis di Indonesia memang bukanlah profesi yang bisa dianggap layak, hal ini bisa diukur dari minat baca bangsa Indonesia yang memang masih sangat kecil. Bagi Ayu sendiri minat baca tidak bisa dimunculkan begitu saja dalam diri seorang Individu, tetapi harus dilatih secara bertahap.
“Menumbuhkan minat baca itu bertahap, sama seperti olahraga, ada step by step-nya” ujar Ayu Utami ketika sesi seminarnya berlangsung. Pada kenyataannya membaca bukan hanya memabaca kata perkata, tetapi juga memperhatikan dan melihat dunia dari kacamata yang berbeda. Dia pun banyak mengkritik betapa tradisi membaca di Indonesia sangat kecil berbeda dengan negara lain, yang menjadikan kegiatan membaca sebagai menu sehari-hari mereka.

Kemeriahan Katakita Akustik
Pertemuan dengan Ayu Utami pun diakhiri dengan sesi tanda tangan buku, serta penyerahan buku dari perwakilan Bank BJB kepada pihak perwakilan Unpad yang pada kesempatan itu diwakilkan kepada Wildan, selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran. Acara tidak selesai sampai di situ saja, kemeriahan pun berlanjut dengan kehadiran Katakita Akustik yang semakin memeriahkan acara dengan lagu-lagu beat yang disulap menjadi musik akustik. Alunan musik yang khas akustik serta suara yang merdu dan bernada lembut dari sang vokalis membuat peserta seminar terlena dibuatnya.
Gedung lapangan basket pun semakin meriah karena sang vokalis mengajak beberapa peserta untuk ikut bernyanyi di atas panggung. Selain itu, para peserta bebas me-

Bazaar buku turut meramaikan acara yang berlokasi di Bale Santika Unpad

lagu kepada Katakita Akustik dan hal ini pun semakin membuat acara tersebut meriah.
Lagu-lagu yang cukup easy listening pun selesai dibawakan oleh Katakita Akustik, acara dilanjutkan dengan seminar fotografi bersama Arbain Rambey. Belum juga Arbain tiba, peserta sudah memenuhi ruangan seminar, dengan menduduki kursi ternyaman menurut mereka. Maklum, Arbain Rambey adalah seorang fotografer yang memang sudah cukup terkenal di Indonesia.

 

Arbain Rambey salah satu pembicara dalam Lego Ergo Scio tengah menyajikan materi.

 

Berbagi Cerita Bersama Arbain Rambey
Bagi pencinta Fotografi, melewatkan seminar ini rasanya bisa dibilang dosa besar, pasalnya, seminar yang mendatangkan Arbain Rambey ini memang benar-benar berbagi ilmu, berbagi, cerita, serta berbagi pengalaman dengan sang ahli foto tersebut. Berbagai cerita dilontarkan Arbain mengenai profesinya sebagai seorang fotografer, tidak sedikit suka duka yang dialaminya, bahkan cemoohan pun kerap dia dapatkan.

Penonton yang antusias mengajukan pertanyaan kepada Arbain Rambey.

Arbain pun berbagi ilmunya mengenai fotografi “ Rasa adalah elemen tertinggi dalam fotografi” ujarnya mengakhiri seminar tersebut. (Tiara Sutari/ Dyah Eka Atmaningrum/ Megawati)

Leave a Reply