Review Pagelaran Seni Minangkabau Dies Natalis UKM ITB

Ani Dwi Utami
Indah Afif Khairunnisa

Ketika kita menonton pertunjukan kesenian tradisional, yang terbayang diotak kita adalah pertunjukan yang banyak dihadiri oleh orang tua. Mainstream kita dengan kesenian tradisional juga hal-hal yang berbau kolot dan monoton. Mungkin terakhir kali kita menonton pertunjukan kesenian tradisional ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saat mengambil nilai kesenian.
Akan tetapi, pertunjukan kesenian tidak terlalu membosankan juga kok. Tidak terlalu kolot, dan bahkan banyak dihadiri oleh pemuda pemudi. Pagelaran Seni Dies Natalis 38 UKM-ITB menjawab itu semua.
Pagelaran Seni Dies Natalis 38 UKM-ITB adalah pementasan seni yang dilakasanakan oleh mahasiswa ITB dari Unit Kebudayaan Minangkabau (UKM) untuk memeriahkan ulang tahun UKM itu sendiri. Pementasan seni ini diadakan pekan lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 20 April di Sasana Budaya Sabuga. Tepat pukul 19.00 WIB, acaranya sudah dimulai dengan pembukaan Tari Gelombang Pasambahan dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana panitia Pagelaran Seni Dies Natalis 38 UKM-ITB.

Tari Garak Kambang

Tari Garak Kambang

Seperti pagelaran tahun-tahun sebelumnya, pertunjukan kesenian ini menampilkan cerita klasik yang diselingi dengan tari-tarian, randai, musik tradisional Minang, dan lagu-lagu. Cerita klasik yang ditampilkan kali ini bertajuk Siti Palito, yaitu kisah perjuangan pahlawan wanita asal nagari Manggopoh, Kabupaten Agam. Seorang wanita yang ikut berjuang dalam peperangan. Di Minangkabau sendiri, Siti Palito lebih dikenal dengan nama Siti Manggopoh.

Tari Garak Kambang


Tari Garak Kambang

Tari-tarian yang dihadirkan meliputi Tari Galombang Pasambahan, Tari Serampang 12 dan Saputangan, Tari Lenggang Bagurau, Tari Garak Kambang, dan Tari Piring. Dan yang menjadi decak kagum penonton adalah Tari Piring yang menginjak-injakkan kaca di penutup acara. Seketika itu penonton yang banyak dihadiri oleh mahasiswa bertepuk tangan setelah melihat pertunjukkan Tari Piring.
“Pagelaran ini luar biasa, meskipun sama dari tahun ke tahun. Tapi saya tidak pernah bosan melihat pagelaran ini”, ujar Dwi mahasiswi Fakultas Psikologi Unpad saat keluar dari Sasana Budaya Sabuga.

Tari Piring

Tari Piring

One Comment

  1. durroh alawiyyah

    tata busana,iringan tari nya gimana ?

Leave a Reply