Martabak HAR, Perpaduan Cita Rasa India dan Indonesia di Tanah Sunda

Ryan Hilman

M. Nurhadi Pratomo

M. Kareem Yusrun

Masyarakat pada umumnya mungkin sudah terbiasa mencicipi martabak dengan yang memiliki rasa manis dan asin. Namun, berbeda dengan martabak HAR,  makanan yang berasal dari Palembang ini menawarkan cita rasa kaldu kari yang disantap bersamaan dengan martabak.

Martabak HAR siap disantap (foto. Ryan Hilman)

Nama martabak HAR merupakan singkatan dari nama sang pemilik, H. Abdul Razak, seorang perantau yang berasal dari Kerala, India. Martabak HAR mencampurkan dua makanan khas negara yaitu Indonesia dan India. HAR mencoba memadukan kaldu karinya dengan martabak, kaldu kari yang ditawarkan merupakan resep rahasia sang pemilik dan biasanya dicampurkan dengan kentang.

Perpaduan gurihnya kentang dan rempah (foto. Ryan Hilman)

Bagi masyarakat Bandung yang ingin menikmati kelezatan martabak HAR, Anda tidak perlu pergi jauh-jauh ke Palembang. Martabak HAR sudah membuka cabangnya di Bandung Tengah, tepatnya di Jalan Veteran no. 61 yang buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 8 malam. Bila weekend tiba jangan berharap dapat menikmati martabak ini dengan cepat,

lokasi Martabak HAR Bandung ( foto. Ryan Hilman)

“Kalau sabtu-minggu ramai banget A, sampe pusing kitanya,” ujar Budi, koki martabak HAR.

Saat Anda datang ke restoran ini jangan sampai ketinggalan untuk mencoba martabak, nasi briyani, dan es kacang merahnya. Dengan martabak kari sebagai hindangan utama, ditemani nasi brilyani yang diolah dengan rempah-rempah lalu dicampurkan dengan sayuran dan daging kambing, serta es kacang merah sebagai pelepas dahaga membuat Anda ingin merasakan kembali hidangan tersebut. Dengan range harga Rp. 3000 – Rp. 25.000, restoran ini selalu dihadiri dari berbagai kalangan.

Es Kacang Merah (foto. Ryan Hilman)

“Harganya masih cukup buat kantong mahasiswa dan pasti rasanya juga berbeda dari martabak lainnya”, ujar Hani Ratnasari mahasiswi IT Telkom yang mengaku menggandrungi martabak tersebut.

Leave a Reply