BMX : Ekstrim tapi Banyak Digandrungi

Suasana Gor Saparua Bandung di hari Selasa (30/4) sore tersebut terbilang ramai. Banyak anak muda memenuhi  baik di lapangan maupun di dalam gor untuk berolahraga. Berbagai olahraga dapat dilakukan di tempat ini, mulai dari olahraga ringan seperti lari santai memutari lapangan, basket, sepak bola, hingga olahraga ekstrem seperti olahraga sepeda BMX.

'terbang' atraksi  spektakuler

‘Terbang’  merupakan salah satu atraksi ektrim olahraga sepeda BMX.

Seluruh perhatian dan decak kagum menghiasi berbagai atraksi yang dilakukan olah para pelakon olahraga sepeda BMX yang tergabung dalam komunitas Bandung BMX ini. Bagaimana tidak, walaupun  sekadar latihan rutin, gerakan-gerakan ekstrem seperti frontflip dan backflip dilakukan dengan sempurna bak profesional.

Oktav Bagus Setiadi (20), salah satu anggota Bandung BMX mengaku olahraga ini memiliki keunikan dan kekhasannya sendiri. Ia sendiri merasa tertarik dengan olahraga ekstrem ini ketika melihat saudara laki-lakinya bermain sepeda BMX dan melakukan berbagai atraksi. “Sejak SD saya sudah tertarik melihat kakak saya (bermain sepeda  BMX), tapi waktu itu ikut-ikutan saja, saya baru mulai ikutan bermain sepeda BMX sejak SMP,” tutur Oktav. Maka, jika dihitung-hitung, lelaki asli Bandung ini telah melakoni dunia sepeda BMX sejak enam tahun yang lalu.

Walaupun ia memainkan olahraga lain, Oktav sangat menekuni hobi berolahraganya yang satu ini. Terbukti dari berbagai penghargaan yang ia raih di bidang olahraga sepeda BMX, diantaranya kejuaraan BMX Local Heroes se-Pulau Jawa dimana ia meraih juara satu di seri 1 dan 2. Menurutnya, olahraga ini memiliki begitu banyak manfaat. “Selain menyehatkan tubuh, bisa juga penghasilan. Padahal awalnya hanya hobi,” aku pria kelahiran 19 Oktober 1993 tersebut.

Oktav (19) sedang melakukan trik 'no hands'.

Oktav (19) sedang melakukan trik ‘no hands’.

Olahraga sepeda BMX bukanlah olahraga yang mahal. Oktav mengungkapkan, sepeda BMX rata-rata dipatok harga Rp 3,5 – 5 juta. Namun, jika ingin dirakit sendiri sesuai keinginan, harga bisa lebih mahal. Selain itu, sepeda BMX juga banyak dijual di Pasar Kosambi dengan harganya yang bervariasi. Oktav mengaku untuk membeli sepeda BMX pertamanya, iapun rajin menyisihkan uang jajannya saat sekolah, “saya beli satu-satu part-nya sampai lengkap,” ujarnya terkekeh.

Jika ditanya mengenai kesulitan menguasai teknik-teknik olaharaga sepeda BMX, Oktav menuturkan bahwa tidak ada yang sulit selama pribadi tersebut memiliki kemauan dan usaha. “Gimana orangnya, kadang satu trik mudah dan cepat tapi bisa juga lama,” akunya. Walaupun begitu, pada dasarnya semuanya akan mudah untuk dilakukan asal ada kemauan dan kerja keras tadi.

Ia mengungkapkan bahwa olahraga sepeda BMX memang olahraga ekstrem, tak jarang pula ia mengalami cidera. Namun, cidera tidak akan terlalu parah jika memakai alat pengaman utama, yaitu helm, sarung tangan, pelindung lutut, dan pelindung tulang kering. Selain itu, ada senior-senior yang akan mengawasi sehingga cidera bisa diminimalisasi. Oktav mengaku selama lebih dari enam tahun berolahraga sepeda BMX, ia hanya mengalami cidera mata kaki dan tidak pernah mengalamicidera di kepala. “Alhamdulillah, saya dan teman tidak ada cidera di kepala,” syukurnya.

Oktav berpesan untuk para pemula olahraga sepeda BMX untuk tidak pernah takut mencoba hal-hal baru, terutama olahraga sepeda BMX. Usia tidak menjadi masalah asalkan cukup kuat untuk mengayuh dan mengangkat sepeda sebagai  bagian dari atraksi, semuapun bisa mencoba olahraga ini. “Kami bahkan punya anggota anak SD,” ungkapnya.

Sepeda BMX memiliki fitur menonjol pada ban, frame ringan dan bagian, rem belakang kuat.

Sepeda BMX memiliki fitur menonjol pada ban, frame ringan dan bagian, rem belakang kuat.

Jika ada yang merasa tertarik dengan olahraga sepeda BMX, Oktav sangat mendukung dan menerima dengan tangan terbuka. Ia bersama anggota Bandung BMX lainnya selalu melaksanakan olahraga sepeda BMX rutin di Gor Saparua setiap sore. Untuk hari Minggupun mereka tetap latihan di tempat yang sama, hanya saja latihan dimulai dari pagi hari. “Datang saja ke sini (Gor Saparua), nanti kita ajarin. Kita latihan disini setiap hari, bebas mau datang kapan aja,” ujarnya santai sambil menutup perbincangan.

Tim Liputan:
Fauziyah Alhafizhah
Isyana Widyantari
Okta Sanprista

 

 

 

Leave a Reply