Olahan Durian Unik di “Belah Doeren”

Suasana Kedai Belah Doeren saat malam hari (foto oleh: Agniya Khoiri)

Suasana Kedai Belah Doeren saat malam hari (foto oleh: Agniya Khoiri)

Aroma sedap buah durian mulai tercium saat kita mulai berada di dekat kedai Belah Doeren, Jl. Trunojoyo 23, Bandung. Warna kedai hijau kuning yang menyerupai warna buah durian, terlihat begitu menarik sehingga orang-orang seperti terpancing untuk datang dan mencicipi olahan durian tersebut. Dengan menjual berbagai macam olahan buah durian, Belah Doeren menjadi tempat wisata kuliner baru yang diburu oleh para penggila buah durian di Bandung. Tempat ini menjadi alternatif pilihan wisata kuliner yang diburu oleh para pecinta durian karena olahan durian yang disajikan beraneka ragam dan tidak biasa.

Melihat respon masyarakat Bandung yang cukup baik, ke depannya Belah Doeren akan menambah menu baru. Sekarang Belah Doeren memiliki tujuh macam menu olahan durian yaitu, duren goreng, duren bakar sauce vanilla, pancake duren Medan, coffee durian, kue soes duren Medan, martabak unyil duren keju dan duren bakar. Tiga Menu yang menjadi favorit atau paling disukai oleh pengunjung adalah duren goreng, pancake duren dan duren bakar sauce vanilla. Bahan utama dari menu-menu tersebut adalah Durian Medan yang langsung didatangkan oleh suplier kedai mereka dari Medan.

Salah satu menu favorit, Pancake Durian Belah Doeren. (foto oleh: Agniya Khoiri)

Salah satu menu favorit, Pancake Durian Belah Doeren. (Foto oleh: Agniya Khoiri)

 Duren goreng yang sudah matang dan selesai digoreng, duren goreng menjadi salah satu menu favorit. (Foto oleh: M. Andika Putra)

Duren goreng yang sudah matang dan selesai digoreng, duren goreng menjadi salah satu menu favorit. (Foto oleh: M. Andika Putra)

 

“Kami pake duren lokal karena duren montong udah mulai susah masuk Indonesia. Selain itu kami ingin mengangkat nama duren lokal dan rasa duren lokal lebih enak daripada duren luar.” Ujar Kardiyoga (18), pelayan kios Belah Doeren cabang Bandung.

Kios Belah Doeren biasanya ramai didatangi pengunjung sejak pukul tiga sore hingga malam hari. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa sampai orang tua datang ke kedai Belah Doeren untuk menyantap olahan durian yang begitu harum. Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal, mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Harga yang cukup terjangkau tersebut membuat berbagai kalangan datang dan tak kapok untuk mencicipi menu-menu yang ditawarkan ke Belah Doeren.

Menu olahan duren yang disediakan oleh Belah Doeren cabang Bandung. (Foto oleh: M. Andika Putra)

Menu olahan duren yang disediakan oleh Belah Doeren cabang Bandung. (Foto oleh: M. Andika Putra)

“Dengan harga segini menurut saya cocok banget sama uang saku pelajar dan sesuailah sama rasa makanannya, enak. Sayangnya tempatnya di luar, jadi kalo ujan pada bubar. Karena tau dari temen saya jadi sering kesini, ini aja udah dua hari berturut-turut saya kesini terus.” Ujar Caranita (18), siswi SMA BPI 1 Bandung.

Bagian lain dari kedai Belah Doeren cabang Bandung yang digunakan untuk makan. Tempat ini terletak persis di depan kedai Belah Doeren. (Foto oleh: M. Andika Putra)

Bagian lain dari kedai Belah Doeren cabang Bandung yang digunakan untuk makan. Tempat ini terletak persis di depan kedai Belah Doeren. (Foto oleh: M. Andika Putra)

Prawira, owner Belah Doeren mengatakan pemilihan nama Belah Doeren dipilih karena kata tersebut unik. Ia ingin mengubah paradigma kata “belah duren” yang biasanya dianggap tabu karena kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau negatif, Prawira ingin ketika masyarakat mendengar kata “belah duren” yang terpikir oleh mereka adalah olahan buah Durian enak, dari kedai Belah Doeren.

Pelayan di kedai tersebut semuanya terdiri dari anak muda. Mereka melakukan promosi dari mulut ke mulut sampai mengandalkan media sosial seperti twitter, path, instagram dan lainnya untuk mengunggah foto makanan atau share pendapat konsumen agar promosi secara tidak langsung yang mereka lakukan tersebar lebih luas. Banyaknya anak muda yang menggunakan media sosial sehari-hari, menjadi peluang besar bagian marketing kedai Belah Doeren untuk memanfaatkan fenomena tersebut sebagai bagian dari promosi mereka. Para pelanggan yang membeli pancake durian dalam tahap promo akan mendapatkan satu kupon, yang mana bila mereka kumpulkan hingga mencapai lima kupon, dapat mereka tukarkan dengan satu pancake durian gratis.

Pelayan Belah Doeren cabang Bandung yang sedang memasak duren Goreng. (Foto oleh: M. Andika Putra)

Pelayan Belah Doeren cabang Bandung yang sedang memasak duren Goreng. (Foto oleh: M. Andika Putra)

Pertama kali Belah Doeren didirikan di Jl. Cempaka Putih XXVII No 8A, Jakarta. Dengan hasil penjualan yang terbilang sukses, pemilik kedai Belah Doeren melebarkan sayap dan mencari daerah lain untuk membuka cabangnya. Bandung menjadi kota pilihan Belah Doeren selanjutnya untuk mencoba peruntungan dengan membuka cabang baru. Kedai di Bandung tersebut resmi dibuka pada 16 Februari 2013. Kardiyoga mengatakan, Bandung merupakan kota yang wisata kulinernya sangat dilirik oleh masyarakat, oleh karena itu mereka memutuskan untuk membuka cabang di Bandung.

 

Oleh: Agniya Khoiri, Rr. Prita Kusumaputri, M. Andika Putra

One Comment

  1. Durian diolah jadiapapun emang enak, sukses selalu buat jajanan oalah durennya ya

Leave a Reply