Sejuta Rasa, Seringan Kantong, di Kedai DOH

Waktu makan siang tiba. Berbagai sudut tempat makan di Kota Bandung sekejap dihampiri oleh setiap orang yang sedang kelaparan. Atau mungkin sebatas duduk untuk mengisi waktu luang bersama teman-teman sepantaran. Restaurant besar sampai warung pinggir jalan bisa ramai ‘diserbu’ Si Perut Kelaparan.  Ketika bingung mau pergi kemana dan isi dompet sulit berkata, langsung saja menuju Jalan Abon nomor 21. Ada tempat makan kecil bernama Kedai DOH, namun menyajikan berbagai makanan unik berporsi besar.

Suasanya yang nyaman terasa ketika duduk ala lesehan di Kedai DOH. (Foto: Theodora Luna)

Suasanya yang nyaman terasa ketika duduk ala lesehan di Kedai DOH. (Foto: Theodora Febri Luna)

Halaman rumah disulap menjadi sebuah tepat makan yang simple namun tetap nyaman. Di tahun 2011 Ras Reandy Carona Ginting memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai chef disalah satu hotel di Dubai dan membuka restaurant kecil bernama Kedai Drums of Heaven (Kedai DOH). Pria kelahiran 27 tahun silam ini mengajak calon istrinya, pada saat itu, Christy Tasha, untuk memulai karier dibidang kuliner.

            Awalnya menargetkan para karyawan yang berada disekitar Kedai sebagai penikmatnya, namun letaknya yang strategis dekat dengan SMP 7 Bandung menjadikan Kedai DOH tempat yang digemari anak-anak sekolah. Selain itu banyak juga mahasiswa yang mampir untuk makan siang bersama teman-temannya. Mungkin alasan harga yang ekonomis serta tempat yang nyaman menjadi yang utama bagi para mahasiswa-mahasiswa yang mampir.

            Dengan Rp. 15.000 Anda dapat merasakan enam buah paha ayam berwarna merah dengan saus terpisah. “Wah ini seperti makanan di India!” dengan excited Damianus mengungkapkan pendapatnya mengenai makanan yang tersaji dihadapannya. Drums of Heaven. Paha ayam dengan bumbu ala masakan India hasil racikan Reandy sendiri. Kedai DOH memang menyajikan masakan India, yang biasanya identik dengan ketumbar. Namun banyak yang tidak menyukai aroma ketumbar, sehingga Reandy menginovasi masakannya tersebut agar lebih diterima pengunjung. Selain itu masakan Chinese dipadu dengan Singaporean juga dapat kalian nikmati.

Drums of Heaven. Menu andalan yang disajikan di Kedai DOH. (Foto: Theodora Luna)

Drums of Heaven. Menu andalan yang disajikan di Kedai DOH. (Foto: Theodora Febri Luna)

            Pada dasarnya keseluruhan masakan merupakan chinese food yang dimodifikasi sendiri oleh sang pemilik. Maka dari itu Anda akan menemukan makanan-makanan unik di Kedai DOH. Seperti Szechuan Hakka Noodle, mie goreng yang memiliki perpaduan rasa manis dan pedas. Ada juga Nasi Goreng kuning yang dijual seharga Rp. 10.000 saja. Disajikan dengan mangkuk putih yang terlihat tidak begitu banyak porsinya. Namun satu porsi tersebut dapat mengenyangkan dua orang sekaligus. Makanan di Kedai DOH berkisaran harga 10rb – 22rb. Menu lainnya seperti Pepper Winglet, Manchow Soup, Chicken Manchurian, dan masih banyak lainnya.

            Makan yang puas dapat ditemani dengan minuman yang lebih seru tentunya. Ada Snowblack Rick, merupakan campuran oreo dengan susu serta es krim yang diolah menjad satu. Selain itu ada Lake Toba, minuman bewarna biru ini merupakan campuran soda dengan lemon.  Harga minuman disini berkisar 5rb – 12rb saja.

            Kedai DOH kini sudah banyak dikenal orang, informasi dari mulut ke mulut lah yang menjadikan Kedai DOH dikenal. Nama tersebut mudah diingat, dikarenakan pengucapannya yang mudah. “Disini itu basicnya itu drumstick, paha ayam, dan ‘Drums of Heaven’ memang salah satu menu ada disana. Enak aja menyebutkan Drums of Heaven menjadi Doh-doh-doh! Kedoh yuk!” jelas Reandy.

            Main ke jalan Ambon, lalu temukan Kedai DOH, dan rasakan citarasa makanan yang tidak akan kalian temui di tempat makan lainnya. Kedoh yuk!

(Theodora Febri Luna / Stefanno Reinard Sulaiman / Nabila Kariza)

Leave a Reply