Trademark Market, Ajang “Pamer” Kreativitas Anak Muda Bandung

Everybody loves shopping. Siapa yang tak cinta belanja? Mungkin bagi mereka kaum “shopaholic”, belanja adalah cara ampuh untuk mengisi atau mengusir waktu senggang mereka. Kegiatan jual beli tersebut selalu terasa asik apalagi jika menemukan sesuatu yang pas di hati dan di kantong.

Nah pada awal Mei ini, para pecinta brand lokal dan para fashionista, dimanjakan oleh surganya tempat belanja. Terdapat lebih dari 90 booth yang terdiri dari fashion, food dan live music kembali digelar dan menyedot perhatian. Yap! Trademark Market is back! Kamis (02/05) pukul 15.30 WIB, Trademark Market 2013 akhirnya resmi dibuka. Terlambat 30 menit dari jadwal yang seharusnya, yaitu pukul 15.00 WIB. Yang bisa masuk ke dalam pembukaan tersebut, hanya pengunjung yang datang dengan memperlihatkan invitation cardInvitation card di dapat dari berbagai macam kuis yang diselenggarakan oleh panitia. Sedangkan untuk umum, Trademark baru dibuka mulai pukul 19.00 WIB. The Trans Luxury Hotel tampak dipadati oleh para pecinta fashion yang rata-rata berasal dari kalangan anak muda.  Beragam style dan selera fashion yang mereke kenakan, sekaligus menjadi ajang pembuktian akan selera fashion mereka masing-masing.

Tahun ini untuk yang ke-4 kalinya, Trademark kembali digelar di kota Bandung mulai tanggal 2 hingga 5 Mei 2013. The Trans Luxury Hotel dipilih untuk menjadi tempat diselenggarakannya event tahunan tersebut. Reputasi Trademark tak pernah surut, terbukti dari suksesnya acara tersebut setelah beberapa kali Trademark diselenggarakan.

Trademark adalah sebuah event indoor market pertama yang diadakan di kota Bandung. Trademark menampung berbagai produk kreasi asli anak muda Indonesia atau yang biasanya disebut local brand.

Pintu masuk Trademark Market yang berwarna-warni seperti tema yang diusung yaitu, "Carnival".

Pintu masuk Trademark Market yang berwarna-warni seperti tema yang diusung yaitu, “Carnival”.

DJ Maradilla sedang bersiap-siap untuk menunjukkan aksinya.

DJ Maradilla sedang bersiap-siap untuk menunjukkan aksinya.

Booth "Arromanis" yang menjual berbagai makanan manis seperti cupcakes dan cakes.

Booth “Arromanis” yang menjual berbagai makanan manis seperti cupcakes dan cakes.

Booth sepatu, "Proudly Shoes" yang dipenuhi oleh pengunjung.

Booth sepatu, “Proudly Shoes” yang dipenuhi oleh pengunjung.

“Konsep atau ide awal penyelenggaran Trademark sendiri dateng ketika kita ngelihat banyak brand lokal dari Bandung, tapi mereka harus promosinya ke Jakarta. Jadi kepikiran kenapa kita ngga buat wadah aja di Bandung untuk menampung brand-brand tersebut dan sebagai ajang unjuk kreativitas anak negeri,” ujar Saira yang merupakan salah satu penggerak Trademark.

Event ini, dari tahun ke tahunnya selalu menghadirkan konsep yang unik. Tahun ini, tema dan konsep Trademark sendiri adalah Carnival. Suasana ceria carnival sudah tampak dari pintu masuk utama. Beragam corak warna-warni biru merah menghiasi dinding, tak lupa beberapa aksen tambahan yang semakin membuat suasana lebih meriah.

Memasuki pintu utama, mata para pecinta belanja mulai dimanjakan dengan berbagai booth yang berlomba-lomba saling adu kreatif. Para tenants (partisipan) diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan menghias dan mendesain booth mereka semenarik mungkin.  Karena di akhir event, panitia akan memberikan penghargaan untuk desain booth yang paling unik. Dan tahun ini, penghargaan tersebut jatuh kepada Vear Jeans for winning best booth award.

Produk yang dihadirkan pun beragam dan bervariasi. Mulai dari tas, jam tangan, buku bacaan, pakaian, sepatu serta jajanan kuliner dihadirkan. Tenants yang ingin mengisi booth di event ini sebelumnya telah melalui tahap seleksi. Tak heran, produk-produk yang dihadirkan pun berkualitas, keren dan unik.

“Produknya oke-oke. Daritadi fokus ngeliatin sepatu, ada Proudly Shoes, Flameon, MKS, 13thshoes, Glintz Room, semuanya keren-keren. Bingung pilih yang mana,” ujar Nina mahasiswa Fikom Unpad yang tampak wajahnya berbinar-binar karena semangat belanja.

Ajang unjuk brand lokal berkualitas ini juga diikuti oleh beberapa produk yang namanya sudah tak asing lagi bagi para pecinta produk karya anak negeri. Today’s Outfit, Loubelle Shop, Loony Store, I’m Ready To Wear, Impromptu Shop, Grace Et Mercy, Fylo Premium Lebel, Re Shoppe, Jersey Lacey, dan puluhan brand lainnya, hadir untuk memberikan alternatif fashion bagi para pengunjung.

Setelah capek dan puas mengelilingi booth-booth yang tersedia, para pengunjung bisa memanjakan lidah dan perut mereka. Trademark menyediakan area khusus yang menjajakan berbagai booth makanan. Pengunjung bisa merasakan lezat dan segarnya teh yang lagi ngetrend saat ini, yap! Addictea! Atau ada Arromanis yang menawarkan manisnya beragam kue mulai dari cupcake, rainbow, hingga jar cake. Tak suka yang manis-manis? Di Trademark juga ada booth makanan yang menjajakan bakmie udang serta berbagai makanan ala amerika yaitu hotdog dan hamburger.

Belum puas berbelanja? Di hari terakhir penutupan Trademark, masing-masing brand memberikan diskon yang cukup menghemat dompet. Antusias publik menjelang penutupan pun semakin membludak. Tak ayal, atmosfer di Ballroom The Trans Luxury Hotel semakin memanas. Meski terlihat sesak, pengunjung terlihat tak kehilangan semangatnya untuk menjajaki dan berpindah dari satu booth ke booth lain.

Selama acara ini berlangsung, para DJ dan band juga turut tampil untuk memeriahkan Trademark Market 2013 ini, diantaranya adalah DJ Maradilla, Soluvive, Grace Sahertian, dan Teman Sebangku. “Barang-barangnya lucu-lucu banget, pengisi acaranya juga seru semua. Gak nyesel deh bela-belain ke Bandung buat ke Trademark Market,” ujar Milla, pengunjung yang berdomisili di Jakarta.

Saira ingin brand lokal di Indonesia menjadi lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat Indonesia. “Kami memiliki tujuan untuk memajukan produk-produk Indonesia, dan bisa dibilang Trademark Market menjadi wadah bagi brand-brand lokal untuk mengenalkan produknya,” harap Saira.

 

Tim Liputan:

Anglia Wiyasa

Fildzah Fitriannissa

Tri Marliani

Leave a Reply