Crafty Days #7: Wadah Keterampilan Tangan Anak Bangsa

Bandung, Sabtu (11/5) – Crafty Days ke-7 merupakan acara rutin yang diadakan oleh komunitas Tobucil, pada tahun ini diadakan di Gedung Indonesia Menggugat, jl Perintis Kemerdekaan no. 5 Bandung. Acara ini berlangsung pada tanggal 11 – 12 Mei 2013.

Bandung, Sabtu (11/5) – Crafty Days ke-7 merupakan acara rutin yang diadakan oleh komunitas Tobucil, pada tahun ini diadakan di Gedung Indonesia Menggugat, jl Perintis Kemerdekaan no. 5 Bandung. Acara ini berlangsung pada tanggal 11 – 12 Mei 2013.

Langit cerah ikut mendukung perjalanan para penikmat barang handmade menuju ke sebuah tempat, dimana orang-orang yang penuh dengan ide kreatif berkumpul. Disinilah sebuah acara dengan orang-orang yang mampu membuat barang biasa menjadi barang unik, barang yang kurang menarik menjadi terlihat lebih menarik, dan memiliki nilai jual tinggi.

Gedung Indonesia Menggugat yang berada di jalan Perintis Kemerdekaan no. 5 Bandung menjadi tempat tujuan para pemburu atau pecinta barang-barang handmade. Acara yang bertajuk Crafty Days ke-7 ini setiap tahunnya rutin diadakan oleh komunitas yang sering berkumpul di Toko buku kecil (Tobucil) yang terletak di jalan Aceh no. 56 Bandung.

Acara ini diadakan dengan tujuan agar masyarakat Indonesia lebih sadar dan lebih menghargai produk-produk yang dibuat dengan keterampilan tangan manusia dibanding dengan keterampilan mesin. Berlangsung selama dua hari, pada tanggal 11 – 12 Mei 2013, dari pukul 09.00 – 18.30 WIB.

“Crafty Days adalah program reguler Tobucil yang diadakan setiap setahun sekali dan acara ini sekaligus memperingati hari ulang tahun Tobucil yang jatuh pada tanggal 2 Mei,” ujar Elin (35) sebagai koordinator acara Crafty Days yang ditemui pada Sabtu (11/5).

Crafty Days selalu diadakan pada bulan Mei. Biasanya acara ini diadakan di pelataran Tobucil tapi untuk kali ini Tobucil mencoba untuk mengadakan acaranya di Gedung Indonesia Menggugat. Acara ini berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Minggu tanggal 11-12 Mei 2013. Acara Crafty Days tidak hanya menyajikan barang- barang handmade tetapi dalam acara ini terdapat pameran, workshop, bazaar handmade, craftypreneur forum, dan musik sore.

Ketika pengunjung masuk ke dalam Gedung Indonesia Menggugat kalian disuguhkan dengan hasil karya dari para fotografer amatir yang mengikuti klab foto di Tobucil. Setelah melewati beberapa foto-foto kalian akan memasuki main area yaitu bazaar handmade. Barang-barang yang ditawarkan dalam bazaar ini ada totebag, kalung, gelang, bross, boneka, berbagai macam rajutan, dan lain sebagainya.

Bandung, Sabtu (11/5) – Antusiasme pengunjung pada acara Crafty Days ke-7 yang semakin banyak, terutama pada bagian bazzar area, yang menjual produk-produk handmade dari 42 stand yang ada dalam acara ini.

Bandung, Sabtu (11/5) – Antusiasme pengunjung pada acara Crafty Days ke-7 yang semakin banyak, terutama pada bagian bazzar area, yang menjual produk-produk handmade dari 42 stand yang ada dalam acara ini.

Acara Crafty days ke-7 ini diakui oleh Elin lebih meriah dibandingkan dengan acara-acara Crafty Days sebelumnya, karena Crafty Days sebelumnya diadakan di halaman Tobucil yang hanya dapat menampung 15 stand, sedangkan Crafty Days yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat ini bisa menampung hingga 42 stand. Setiap stand nya memiliki keunikan yang berbeda-beda dan menjual barang-barang yang unik.

“Acara ini konsepnya bagus sekali. Ya semoga lewat acara ini aware masyarakat terhadap produk handmade dan lokal semakit meningkat. Sehingga produk lokal dan handmade ini tidak kalah bersaing dengan produk pabrik, padahal kualitasnya mungkin berbeda” ujar Dyah Eka (19) yang sangat tertarik pada barang-barang handmade.

Bandung, Sabtu (11/5) – Suasana pengunjung yang sedang beristirahat dia area jajanan yang terdapat dalam acara Crafty Days ke-7 ini. Bersantai sambil menikmati sajian yang dijajakan dalam acara ini.

Bandung, Sabtu (11/5) – Suasana pengunjung yang sedang beristirahat dia area jajanan yang terdapat dalam acara Crafty Days ke-7 ini. Bersantai sambil menikmati sajian yang dijajakan dalam acara ini.

Membuat barang yang bagus dan unik tidak selalu membutuhkan modal besar tetapi ide dan niat yang yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang-barang yang kreatif. Karya anak bangsa yang dibuat dengan tangan atau handmade ini memiliki daya tarik sendiri. Bangunlah kreatifitas bangsa dengan menghidupkan ide-ide kreatif karya anak bangsa.

(Febianca Putri/Elizabeth Shinta/Razan Izazi)

Leave a Reply