“Bila Malam Bertambah Malam” di STSI Bandung

Bertempat di gedung teater Dewi Asri, Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, mahasiswa jurusan Minat Pemeranan menggelar teater berjudul Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Bila Malam Bertambah Malam mengisahkan kesetiaan untuk memelihara cinta yang berbenturan dengang keangkuhan tatanan sosial yang membedakan manusia. cerita berlatar-belakang Tabanan, Bali. Sistem kasta menjadi topik utama di setiap adegan.

 

Cerita dimulai dari kehidupan Gusti Biang. Gustia Biang merupakan seorang bangsawan yang masih ingin mempertahankan tatanan lama yang menjerat manusia berdasarkan perbedaan kasta. Gusti Biang sendiri diperankan  Belianti Multi Lestari yang berkarakter sebagai perempuan paruh baya.  Konflik mulai terjadi ketika Nyoman Niti (Yuliana Hambuwali), bedinde Gusti Biang, diusir. Hal tersebut ditentang oleh Wayan yang selama bertahun – tahun setia mengabdi kepada keluarga Gusti Biang. Toh pada akhirnya Nyoman Niti meninggalkan kediaman Gusti Biang, karena merasa harga dirinya direndahkan.

Para pemain Bila Malam Semakin Malam di STSI, Bandung (13/5). Aris

Para pemain Bila Malam Semakin Malam di STSI, Bandung (13/5). Aris

Konflik semakin memuncak ketika anak Gusti Biang, Ngurah Ratu (Randi Riswandi Beben) kembali pulang dari perantauan. Konflik terjadi karena Ngurah menjalin hubungan asmara dengan Nyoman. Gusti Biang tidak menyetujui hubungan tersebut karena perbedaan kelas. Ngurah merasa perbadaan kelas tidak lagi menjadi tolok ukur.

Para pemain Bila Malam Semakin Malam di STSI, Bandung (13/5). Aris

Para pemain Bila Malam Semakin Malam di STSI, Bandung (13/5). Aris

Para pemain Bila Malam Semakin Malam di STSI, Bandung (13/5). Aris

Para pemain Bila Malam Semakin Malam di STSI, Bandung (13/5). Aris

Pada akhirnya nilai – nilai tradisional yang menindas akan lenyap, digantikan nilai – nilai yang menyamaratakan derajat manusia.

Oleh : Aris Arianto, Ilmi Hikmawan, Nurjiyanto

 

 

Leave a Reply