Genetitas, Aksi Semangat Atas Nama Kreativitas

IMG_0008

LPPM dJATINANGOR Fikom Unpad menghadirkan Genetitas 2013 sebagai salah satu acara perayaan ulang tahunnya yang ke-16.

Kreatif menjadi karakter utama yang melekat pada diri seorang mahasiswa. Sebenarnya tak hanya kalangan mahasiswa, remaja usia 15 hingga 25 tahun pun adalah kalangan pemuda yang selalu dikait-kaitkan dengan masalah kreativitas. Anggapan masyarakat mengenai hal ini memang tak salah karena generasi tersebut adalah generasi yang bertanggung jawab untuk memajukan bangsanya dengan cara-cara yang cerdas, unik, berbeda, dan positif.

Namun, kebanyakan yang terpikir dalam benak orang-orang tiap kali mendengar kata ‘kreatif’ selalu merujuk pada hal yang berbau kesenian, entah itu kesenian tangan atau gerak. Padahal istilah kreatif itu hanya soal bagaimana kita menyelesaikan sebuah masalah dengan cara yang tidak biasa dan sederhana. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh kawan-kawan dari LPPM dJATINANGOR Fikom Unpad kepada para pemuda dalam rangkaian acara yang bertajuk Genetitas 2013.

Genetitas merupakan acara peringatan ulang tahun LPPM dJATINANGOR yang ke-16 dari divisi sekretaris perusahaan (sekper). Melalui acara ini kru dJATINANGOR mencoba mengampanyekan kreativitas kepada pemuda Indonesia khususnya Bandung. Di sini Genetitas mengajak para pemuda untuk berani mengembangkan kreativitasnya dengan cara yang mereka kehendaki di bidang yang mereka cintai. Kreatif tidak melulu soal seni tapi bisa juga di bidang ilmu pengetahuan.

IMG_9880

Peserta dalam talkshow Lego Ergo Scio di Graha Sanusi Unpad, Dipati Ukur, Bandung pada pukul 11.00. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa tetapi juga kalangan umum.

Kreatif Melalui Membaca

Kamis 16 Mei lalu menjadi acara puncak Genetitas 2013. Acara yang bekerja sama dengan Kompas ini menyajikan talkshow bernama Lego Ergo Scio: Saya Baca Maka Saya Tahu yang menghadirkan tiga pembicara dari berbagai bidang yang berbeda. Ada Mira Lesmana, Pandji Pragiwaksono, dan Pepih Nugraha. Talkshow ini lebih banyak membahas soal pentingnya membaca untuk mengembangkan kreativitas. Acara yang digelar di Grha Sanusi Universitas Padjadjaran, Dipati Ukur, Bandung ini dihadiri oleh sekitar tiga ratus peserta dari kalangan mahasiswa dan umum.

Ada banyak cara untuk menjadi kreatif, salah satunya adalah dengan rajin membaca buku. Menurut Pandji Pragiwaksono dalam talkshow Lego Ergo Scio tersebut, membaca menyeimbangkan konten positif yang ada pada setiap hal. Dalam dunia kepenulisan, ia mengatakan bahwa membaca itu adalah bensin untuk menulis. Pun hal ini juga disampaikan oleh Mira Lesmana bahwa bila ingin bisa berkreasi maka kita harus rajin membaca. Pepih Nugraha selaku jurnalis Kompas.com juga memotivasi para peserta di sana agar berani memperluas wawasannya melalui membaca bila ingin menjadi jurnalis. Pekerjaan jurnalis tidak akan jauh dari dunia buku.

Rangkaian acara Genetitas sendiri sudah dilaksanakan sejak awal April lalu, yakni dengan diadakannya lomba foto jurnalistik bertemakan Fenomena Jalanan. Kemudian dilaksanakan pula roadshow Genetitas yang juga bekerja sama dengan Kompas dalam acara Lego Ergo Scio: Saya Baca Maka Saya Tahu pada tanggal 24 April 2013 di Bale Santika, Unpad, Jatinangor. Roadshow tersebut menghadirkan Ayu Utami dan Arbain Rambey sebagai pembicara.

IMG_9906

Sebagai acara hiburan, dalam Lego Ergo Scio menghadirkan band Katakita Kustik yang membawakan cover lagu-lagu kondang.

Forum Diskusi Persma

Genetitas tak melulu dalam bentuk acara seperti talkshow. LPPM dJATINANGOR juga memosisikan dirinya sebagai lembaga persma yang menjadi media kampus. Oleh karenanya, dalam rangkaiannya diadakan pula Forum Diskusi Pers Mahasiswa se-Bandung yang juga diadakan pada tanggal 16 Mei 2013 di Kedai Ngopi Doeloe, Dipati Ukur, Bandung. Forum Diskusi yang mengangkat topik “Eksistensi Pers Mahasiswa sebagai Media Kampus” ini diadakan dengan tujuan untuk menjalin hubungan erat dengan persma-persma yang ada di Bandung. Tak hanya itu, panitia dari dJATINANGOR juga memiliki semangat untuk mengajak persma di Bandung agar bangkit, terarah, dan berani mengungkapkan kreativitasnya di kampus mereka masing-masing melalui medianya.

Forum Diskusi Persma se-Bandung ini dihadiri oleh 12 Pers Mahasiswa di Bandung dengan moderatornya perwakilan dari AJI Bandung, Frino. Kawan-kawan Persma di sana merasa terbantukan untuk meningkatkan eksistensinya sebagai media kampus melalui forum diskusi ini.

“Sekper memang punya acara untuk setiap ulang tahun dJATINANGOR. Acara Genetitas ini bukan sekadar rangkaian acara ulang tahun dJ (dJATINANGOR) tapi lebih kepada mengajakgenerasi-generasi muda buat ikut kreatif,” ujar Ketua DIvisi Sekretaris Perusahaan dJATINANGOR, Meryam Zahida. Genetitas ini baru saja menyediakan wadah bagi para pemuda untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Laura Dame Rosa selaku Pemimpin Umum LPPM dJATINANGOR pun mengamininya. Genetitas ini merupakan acara untuk menumbuhkan semangat kreativitas anak muda dan LPPM dJATINANGOR sebagai pers mahasiswa  yang segmentasinya anak muda merasa perlu mengadakan acara ini. Acara ini bekerja sama dengan banyak pihak yang bisa dibilang sangat ternama.

Mereka berharap agar Genetitas di tahun-tahun berikutnya bisa menjadi identitas dJATINANGOR dan menjadi acara yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan persma minimal di lingkup Bandung. Selain itu, karena acara ini masih yang pertama digelar, untuk ke depannya pelaksanaannya diharapkan bisa lebih baik dan lebih kreatif lagi.

Tim liputan: Arifina Budi A, Holdani Rahmansaib H, Perantami Putri P.

 

Leave a Reply