BMC, dari TTM-an hingga Sunatan Massal

BMC, dari TTM-an Hingga Sunatan Massal

Tim Liputan: Maizal Walfajri, Nurul Nurmala, Ade Fitria Nola

Minggu siang itu (13/4), langit Cileunyi masih cerah. Hiruk pikuk Cileunyi yang penuh dengan berbagai kendaraan nampaknya menjadi surga bagi orang-orang seperti Ariel. Tentu saja Ariel yang ini bukan Ariel Noah. Ariel yang ini adalah Ariel si pecinta bis dari Tanjungsari, Sumedang.  Cileunyi sebagai salah satu titik pertemuan berbagai macam bis dari berbagai daerah menjadi daya tarik bagi Ariel dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Bismania Community (BMC) Bandung untuk dijadikan tempat kopi darat (kopdar).

Ariel telah bergabung ke komunitas ini sejak 2010 lalu. Ia senang karena bisa menemukan orang-orang yang memiliki kesukaan terhadap bis seperti dirinya. Acara kopdar yang berlangsung dari siang hingga malam ini sekilas terlihat seperti nongkrong biasa, tapi ketika siapa pun duduk bersama mereka maka topik seputar bis menjadi topik pembicaraan yang dominan. Ada yang menceritakan pengalamannya naik bis elit, ada yang membahas mesin dan interior bis, ada yang pamer foto-foto bis unik, bahkan ada yang datang untuk sekedar tertawa bersama melepas kerinduan. Para anggotanya pun tidak hanya kaum pria, ada juga kaum hawa yang sering mendapat julukan ‘Bismaniatun,’ tidak hanya kamu muda tapi juga kaum tua, tidak hanya pelajar dan mahasiswa tapi juga para karyawan dan pengusaha. Komunitas ini sangat terbuka bagi siapa pun pecinta bis yang ingin bergabung. Tidak dipungut biaya untuk bergabung dalam komunitas ini. Menurut Ariel, Bismania Community bukan berarti setiap anggota memiliki bis justru anggota komunitas ini adalah orang-orang yang sama-sama tidak punya bis dan sama-sama suka bis.

DSC_0715

Ariel saat berbagi cerita tentang Bismania Community saat kopdar, Minggu (13/4). Foto: Nurul N

“Bagi saya Bismania Community itu seperti rumah kedua,” ujar Ariel. Sesuai dengan jargon yang selalu dipegang kuat oleh komunitas ini yaitu “Sejatinipun, Seduluran,” artinya kita semua bersaudara. Setiap anggota satu sama lain sangat menjunjung tinggi asas kekeluargaan. Acara kopdar ini salah satu kegiatan Bismania Community Bandung yang dapat mempererat tali kekeluargaan di antara mereka. Ngumpul bersama, ngopi, ngobrol, sambil melihat bis-bis yang lewat sudah menjadi gaya hidup mereka setiap beberapa minggu sekali. Hanya melihat bis kemudian mengabadikannya lewat kamera, sudah membuat mereka senang. “Ada kepuasan tersendiri saat melihat bis,” ujar salah satu anggota Bismania yang hadir pada kopdar tersebut.

DSCF8139

Kaos dengan jargon kekeluargaan Bismania Community. Foto: Ade FN

Komunitas Bismania Community Bandung ini terintegrasi dengan komunitas Bismania Community lainnya di seluruh Indonesia. Bismania Community Jakarta memang menjadi pusat komunitas ini, tapi jangan salah, para pendiri komunitas ini berasal dari Bandung dan didirikan di Bandung tahun 2008. Awalnya komunitas ini berdiri karena adanya berbagai keluhan masyarakat di blog terhadap bis. Lama-kelamaan terjadi komunikasi yang lebih intensif sehingga tidak hanya membahas tentang keluhan saja tapi juga kesenangan mereka terhadap bis. Pada akhirnya para pemain di dunia maya ini saling bertemu di dunia nyata dan terbentuklah Bismania Community Bandung.

DSCF8138

Kaos Anggota Bismania Community. Foto: Ade FN

Bismania Community Bandung banyak melakukan kegiatan yang kental dengan unsur kekeluargaan. Mereka punya sebuah kegiatan Touring Tengah Peuting (Touring Tengah Malam) atau TTM. TTM ini dianggap sangat ampuh untuk mempererat kekeluargaan. Saking cintanya mereka pada bis dan eratnya kekeluargaan BMC, Ariel mengaku, ia dan teman-temannya pernah TTM dari bandung ke Tasik hanya untuk makan, setelah itu pulang. Mereka juga sering TTM dari Bandung ke Solo dengan menyewa bis. Saat Bismania Community Bandung tiba di Solo maka Bismania Community Solo menyambutnya bahkan menyediakan makan gratis. Ariel mengaku, touring tengah malam ini selain dapat memperat kekeluargaan, naik bis tengah malam juga memiliki sensasi yang luar biasa bagi mereka. Saat ditanya seperti apa sensasinya, “Lihat angkot (red: angkutan umum) balapan udah biasa kan mobil kecil, kalau lihat bis balapan baru seru,” ujar Ariel diikuti dengan tawanya dan kawan-kawannya. Menurut Kiki, anggota Bismania Community Bandung asal Fikom Unpad, sensasi balapan seperti itu tidak ia temukan saat naik kereta api, untuk itu para anggota Bismania Community lebih suka naik bis dibandingkan naik kereta saat menempuh perjalanan dari Bandung menuju daerah-daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

1277335_10200830619726479_358288158_o

Salah satu bis yang digunakan Bismania Community untuk tour. Foto: Dok. BMC

Selain TTM, Bismania Community Bandung punya kegiatan Kopi darat Pulang Kerja dan Kuliah atau KPK. Acara ini biasanya diagendakan hampir setiap pekan. KPK ini diadakan tentu saja di tempat yang banyak terdapat bis yakni di Terminal Cicaheum, Bandung. Biasanya usai ngumpul, ngopi, dan ngobrol, mereka melanjutkannya dengan kegiatan lain seperti karaoke bareng.

DSCF8149 ok

Anggota BMC yang hadir pada kopdar, Minggu (13/4) di SB Mart Cileunyi. Foto: Ade FN

Bismania Community ternyata tidak hanya melakukan kegiatan yang bersifat hobi, mereka pun banyak melakukan kegiatan sosial seperti Gerakan Ayo Naik Bis dan sunat masal di bis. Gerakan Naik Bis ini adalah upaya kampanye mereka  mengajak warga Bandung untuk menggunakan bis kota sebagai transportasi pilihan dibandingkan transportasi pribadi seperti motor dan mobil. Hal ini sebagai upaya menstimuluskan program pemerintah untuk mengurangi kemacetan kota. Selain itu, kegiatan sunat masal di bis menjadi agenda Bismania tahun ini. Kegiatan sunat masal di bis bukan berarti si anak disunat di bis tapi si anak diajak untuk jalan-jalan naik bis untuk berkeliling kota sebagai upaya memberikan hiburan pada si anak sebelum mereka disunat.

1625588_10200944948859414_584402964_n

Tidak hanya menyukai bis, Bismania Community juga peduli keselamatan lalu lintas. Foto: Dok. BMC

Agenda terbesar Bismania Community seluruh Indonesia yakni Jambore Nasional yang akan diadakan di Malang pada 17 Mei 2014 mendatang. Dua puluh dua bis dari berbagai daerah di Indonesia akan digunakan untuk acara yang diadakan selama tiga hari. Kegiatan jambore ini meliputi kunjungan ke Karoseri (tempat pembuatan body bis), sharing sesama anggota, dan acara menarik lainnya. Ariel mengajak siapa pun yang ingin mengikuti acara ini untuk bergabung.

Bagi warga Bandung dan sekitarnya yang memiliki kesukaan terhadap bis, tentu saja komunitas ini dapat menjadi wadah yang tepat untuk menyalurkan hobi. Anda dapat langsung bergabung dengan grup facebook ‘Bismania Community Bandung.’ Anda dapat menghubungi pihak administrator akun tersebut untuk registrasi dengan cara menyerahkan data dan foto diri tanpa dipungut biaya registrasi. Ariel mengungkapkan bahwa komunitas hobi semacam ini untuk kepuasan hati bukan untuk komersialisasi.

DSC_0722

Salah satu anggota Bismania Community asyik memotret bis yang lewat. Foto: Nurul N

Langit Cileunyi sudah mulai gelap, para anggota Bismania yang hadir pada waktu itu satu per satu meninggalkan tempat setelah beberapa jam berkumpul. Kopi darat yang diselenggarakan di food court SB Mart Cileunyi ini harus berakhir. Ariel dengan mengendarai motornya kembali menuju rumahnya dengan menembus hiruk pikuk kendaraan di Cileunyi yang di antaranya dipenuhi bis yang ia sukai.

Leave a Reply