Wisata Film : Tak Bubar di Warung Misbar

Ramainya outlet di Jl.R.E Martadinata tak menutupi kesan pertama Anda saat melihat gedung bioskop jadul ala tahun 80-an ini . Terlihat kontras antara bangunan-bangunan sekelilingnya yang terkesan modern dan minimalis. Jadwal tayang film misbar layaknya terpampang di atas tulisan Warung Misbar berupa poster film  Emak Ijah Pengen ke Mekah didesain dengan poster gaya lukisan menambah kesan bioskop tua kala itu . Tak hanya itu poster film  koboi cengeng pun berubah menjadi koboi masak disesuaikan dengan konsep Misbar ini.

Warung Misbar

Kondisi Warung Misbar yang mengusung tema tempat makan menjadi bioskop era 80an. Minggu (13/4). Credit Iriyanti

Daya tarik tempat ini tidak terhenti pada interior di luar bangunan. Kesan Bioskop sangat melekat saat seorang petugas memberikan Anda sebuah karcis, tanda masuk ‘Bioskop’. Layaknya ‘Bioskop’ pada umumnya, jalur masuk pun tak berbeda, dengan pembatas masuk bioskop lainnya. Awal Anda menginjakkan kaki di gedung itu terdengar suara film jadul di layar yang dibingkai tirai merah ala pertunjukan zaman dahulu. Wangi makanan menyambangi indera penciuman seakan menyadarkan bahwa sekarang Anda berada di Warung Misbar, bukan bioskop Misbar. Di hadapan Anda sudah tersedia berbagai makanan nusantara dengan konsep prasmanan. Namun yang kembali menjadi perhatian yaitu, tempat makanan yang berlukiskan film jadul. Interior ruangan bioskop cafe ini dihiasi dengan poster bintang film legendaris kala itu, seperti Rano Karno, Suzanna, Bing Slamet, dan lain sebagainya. Anda tidak perlu

Loket Tiket Misbar

Pintu masuk Warung Misbar juga didesain dengan konsep antri tiket zaman dahulu. Minggu (13/4)

bersusah payah menikmati suasana jadul Misbar seolah melengkapi konsep jadul dalam satu gedung cafe.

Supervisor Warung Misbar, Hendra Jasmara mengungkapkan bahwa Warung Misbar merupakan sebuah kafe yang dibentuk oleh tiga pemegang saham dipegang oleh PT. Rada Boga Jaya pada tanggal 25 Agustus 2012. Dengan konsep jadul di mana orang zaman dulu suka menyaksikan layar tancap. Oleh karena itu, atap ruangan sengaja dibuat berwarna hitam, agar terkesan suasana malam saat layar tancap dimulai. Hendra mengungkapkan, hal ini menginspirasi dalam pemberian nama warung ini sendiri, bernama Misbar berarti Gerimis Bubar. Hal ini tentu tidak berlaku pada warung ini yang tentu memiliki atap.

“Warung Misbar ini konsepnya adalah makan sambil nonton, jadi makan sambil nonton dan makanan pun

Layar Tancap Misbar

Warung Misbar menayangkan film jadul seperti warkop, suzanna dan Rhoma Irama sebagai hiburan pengunjung. Minggu (13/4). Credit : Iriyanti

di Warung Misbar sendiri adalah makanan rumahan, sehingga tamu yang datang ke Warung Misbar ini seolah-olah seperti rumahnya sendiri karena mengingat masakan rumahan “ ungkap Hendra.

Warung ber-taglinemakan enak, nonton bareng, bikin aku bahagia”  ini menjadwalkan film yang populer di tahun 80an. Film yang sering diputar adalah Warkop, Benyamin, Rhoma Irama, Jaka Sembung, si Buta dari Gua Hantu dan si Doel anak sekolahan. Bukan hanya film itu saja, tahun lalu, saat launcing film ‘Sang Kiyayi’ diadakan acara nonton bareng di Warung Misbar. Warung Misbar juga menyelenggarakan nobar (nonton bareng) sepak bola sesuai permintaan pelanggan. Jika ada party dan lainnya Warung Misbar terbuka untuk siapa saja.

Ketika awal anda masuk, aroma makanan khas rumahan tercium dari stan makanan jaman dahulu. Makanan itu diletakkan dalam baskom besi besar, dengan stiker dengan jargon-jargon yang lucu seperti kutunggu jandamu, asoy geboy dan naik gratis turun bayar. Tidak hanya makanan yang disajikan di meja, tapi juga ada yang disajikan dalam bentuk gerobak dorong dan gerobak panggul seolah-olah makanan tersebut dijajakan di pinggir jalan dengan khas 80an yang terdiri atas makanan tradisional es dungdung, kerak telur dan otak-otak.

Sajian minuman diberi nama dengan judul film yang melegenda saat itu seperti Catatan Si Boy, Si Cantik Jembatan Ancol, Acuh-acuh Sayang, Lebih asyik sama kamu dan lain-lain. Stan minuman ini dibuat dari kayu yang terkesan lusuh sehingga menimbulkan kesan antik.

Sementara itu pengunjung yang datang, mengaku terkesan pada pandangan awal konsep bioskop pada Warung Misbar ini, “Kebetulan lewat, jadi mampir karena unik kayaknya bioskop film,” ujar Ikit ketika melihat Gedung Warung Misbar.

Testimoni Misbar

Misbar tidak hanya menjual konsep bioskop jadul namun juga dicampur dengan konsep tempat makan jadul. Konsep yang ditawarkan Misbar ini mendapat komentar hangat/testimoni dari beberapa orang terkenal. Minggu (13/4). Credit : Iriyanti

 

 

Selain itu bagi Anda yang berminat untuk menelusuri film-film jadul di kota Bandung ini, Anda bisa bisa mengunjungi perpustakaan Kiniruku yang menyediakan referensi buku-buku film beserta film-film baik dari luar maupun dari dalam negeri. Selain itu juga ada perpustakaan Batu Api yang menyediakan film-film jadul Indonesia. Bagi Anda yang mengunjungi Bandung wisata Bandung tak hanya seputar wisata alam, sejarah dan kuliner masih banyak lagi termasuk wisata film ini.

Tim Liputan :

  • Fotografer/editor :Iriyanti Mendayun
  • Writer : Dorothi Iberani Wamafma
  • Writer/reporter: Monagia Supardi

Leave a Reply