Saung Udjo: Cara Lain Menikmati Bandung

Pertunjukan Helaran, sebuah adat Sunda yang dilakukan untuk mengarak bocah laki-laki yang baru saja di-khitan. Helaran yang sesungguhnya dilakukan dengan mengarak si bocah mengelilingi desa yang ditinggalinya.

Pertunjukan Helaran, sebuah adat Sunda yang dilakukan untuk mengarak bocah laki-laki yang baru saja di-khitan. Helaran yang sesungguhnya dilakukan dengan mengarak si bocah mengelilingi desa yang ditinggalinya.

Bandung hari itu panas terik matahari, motor kami melaju menembus kemacetan lalu lintas dari arah Cibiru. Rombongan pendukung Persib di atas beberapa mobil pick up turut meramaikan jalan dengan lantunan lagu yang mereka persembahkan untuk tim kebanggaan mereka. Tujuan kami kali ini merupakan tempat yang ramai dibicarakan banyak orang, tempat ini terkenal hingga mancanegara.

Rupanya tidak mudah menemukan tempat ini, karena perjalanan kali ini adalah pertama kalinya bagi kami. Tempat ini berlokasi di Jalan Padasuka Nomor 118, Bandung, Jawa Barat dengan plang bertuliskan “Saung Angklung Udjo” terpampang jelas. Kami begitu antusias melihat plang tersebut, setelah memakirkan motor, kami mencari pintu masuk yang cukup sulit ditemukan.

Suasana hiruk pikuk kota yang beberapa menit lalu kami rasakan digantikan dengan suasana bernuansa alam begitu memasuki Saung Angklung Udjo. Tempat ini menawarkan berbagai hal menarik yang dapat dinikmati para pengunjungnya. Warna hijau dari pohon-pohon dan rerumputan dan warna kecoklatan dari tanah dan saung mendominasi tempat ini. Pohon Bambu kami jumpai hampir di setiap sudut. Saung Angklung Udjo terdiri dari beberapa bangunan yang materialnya didominasi dari bambu.

Perhatian kami langsung tertuju pada pendopo yang berada di bagian tengah, alunan musik tradisional dapat kami dengar dari jarak 10 meter. Semakin dekat kami bisa melihat sekumpulan anak-anak sedang berlatih untuk pertunjukan sore nanti.

Novi, seorang gadis berusia 15 tahun merupakan salah satu penari dalam pertunjukan nanti. Ia sejak berusia empat tahun mengikuti pendidikan dan pelatihan angklung dan tari di Saung Angklung Udjo secara gratis. Ia bersama sekitar 20 anak lainnya berlatih sekali dalam seminggu untuk latihan rutin, namun, saat ada reservasi ia juga akan berlatih, dan hal tersebut terjadi hampir setiap hari. Novi mengaku sangat senang menjadi bagian dari Saung Angklung Udjo.

Tari Merak sampai Orkestra Angklung

Pertunjukan Tari Merak ini ditarikan oleh 5 orang gadis penari di pendopo Saung Angklung Udjo.

Pertunjukan Tari Merak ini ditarikan oleh 5 orang gadis penari di pendopo Saung Angklung Udjo.

Semua penonton sudah mulai merapat saat penari-penari cilik itu satu persatu mempersiapkan diri di pinggir arena pertunjukkan. Kami, wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara (turis asing) sangat antusias. Tak sabar melihat penari-penari berbusana layaknya merak itu melenggokkan tarian mereka. Tarian merak sebagai pembukaan pertunjukkan sangat memukau bagi yang pertama kali ke Kota Bandung.

Setelah tarian merak, dilanjutkan dengan arak-araknya bocah Sunda yang disebut dengan budaya helaran. Helaran adalah arak-arakkan yang dilakukan oleh anak-anak Sunda yang baru saja melakukan perhelatan khitanan (sunatan). Anak yang dikhitan akan menjadi raja satu hari dan dihibur oleh teman-temannya. Penari-penari cilik didikan Saung Udjo beraksi dengan peran mereka masing-masing.

Menariknya lagi dari wisata budaya Saung Udjo ini adalah kesempatan untuk bermain angklung secara live. Semua pendatang yang menyaksikan pertunjukkan akan dipinjamkan angklung-angklung satu per satu. Sambil dipandu oleh seorang pembawa acara, kami hayut dalam alunan angklung kami sendiri saat membawakan lagu nasional, international dan tentunya lagu Sunda. Semua penonton sibuk memperhatikan pembawa acara memberikan kode ketukan dan menunggu giliran mereka memainkan angklung masing-masing. Ada juga penampilan orkestra angklung dari anak-anak Saung Udjo yang dipimpin langsung oleh anak bungsu Mang Udjo sebagai pendiri saung angklung ini.

Antusiasme Turis Asing

“It was the first time for me playing angklung and it was nice, can’t find it in my country,” begitu George saat kami wawancarai (13/4). Antusias para turis asing memang terlihat sekali. Sesekali mereka bertanya kepada turis domestik dan pemandu acara bagaimana cara memainkan angklung yang benar. Kami saat itu ditanyai juga tentang wisata budaya nusantara lainnya di Kota Bandung yang bisa dikunjungi oleh turis asing.

Sesekali beberapa turis berambut pirang dan berkulit putih ikut bernyanyi dan menari saat penari-penari Saung Udjo mengiring mereka ke tengah arena pertunjukkan. Mereka hanyut dalam alunan musik angklung dan budaya Sunda.

Ibu Ani dan Ibu Atin sedang membuat angklung di dapur angklung Saung Udjo. Pengunjung dapat menyaksikan pembuatan angklung secara langsung.

Ibu Ani dan Ibu Atin sedang membuat angklung di dapur angklung Saung Udjo. Pengunjung dapat menyaksikan pembuatan angklung secara langsung.

(Writer: Ziaulika Urbakh Zaen, Editor: Sugara Yoppindra, Photographer: Azalea Annas Finesha)

Leave a Reply