Cagar Budaya yang Menjadi Tempat Inap

Di Jalan Braga, terdapat sebuah Gardu Pos Jaga Lintasan (PJL) dengan gaya arsitektur Belanda pada zaman dulu. Orang-orang sekitar melewati gardu tersebut tanpa merasa adanya keistimewaan dibaliknya. Ternyata gardu yang memang terlihat tidak menarik tersebut adalah gardu pos peninggalan zaman kolonialisme Belanda. Gardu PJL itu merupakan sebuah aset negara yang dinyatakan sebagai situs cagar budaya. Diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Sebagai sebuah benda yang diatur dalam undang-undang. Bangunan  tersebut tampak tidak terawat dan tidak memberikan kesan bahwa “ini” adalah sebuah peninggalan sejarah.

Namun, di balik ketidakperdulian atas perawatan dan perlindungan. Gardu pos ini memberikan manfaat bagi mereka yang bekerja untuk menjaga pintu perlintasan kereta api dari maut-maut yang ingin menjemput manusia. “Dulu memang gudang, lalu kami bersihkan untuk tempat istirahat kami” ungkap Ahmad, seorang penjaga pintu perlintasan kereta api dari Ciamis. Ketika ditemui Selasa (22/4) pagi hari di PJL Braga, Ahmad sedang membersihkan gardu tersebut.  Banyak para penjaga pintu perlintasan yang berasal dari luar Bandung. Sejak 2011 lalu Ahmad dan empat rekannya sudah tinggal di gardu pos ini. Mereka membersihkan sendiri gardu pos ini sehingga menjadi hunian yang layak tinggal. Hal ini memberikan kemudahan hidup bagi Ahmad dari pada harus mencari kos-kosan.

Karena bangunan ini sudah ada sejak zaman Belanda. Ahmad sering mendapatkan pengalaman-pengalaman unik ketika malam hari. Namun, semua itu dia abaikan. Yang penting bagi dirinya adalah melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab atas kebersihan gardu pos tersebut.

Fotografer: Reza Firmansyah Ismail & Wibi Pangestu Pratama

Reporter: Panji Arief Sumirat, Reza Firmansyah Ismail, Wibi Pangestu Pratama

Pos Jaga Lintasan 162 yang baru. Berada di Jalan Braga, Bandung.

Pos Jaga Lintasan 162 yang baru. Berada di Jalan Braga, Bandung.

Jendela yang berada di dalam situs cagar budaya Pos Jaga Lintasan (PLJ).

Jendela yang berada di dalam situs cagar budaya Pos Jaga Lintasan (PJL).

Kondisi bangunan di dalam cagar budaya PLJ.

Kondisi bangunan di dalam cagar budaya PJL.

Dua pasang sepatu milik petugas jaga perlintasan

Dua pasang sepatu milik petugas jaga perlintasan

Kondisi bangunan di dalam cagar budaya PLJ

Kondisi bangunan di dalam cagar budaya PJL

Tas-tas milik petugas jaga perlintasan

Tas-tas milik petugas jaga perlintasan

Seorang petugas  masih tertidur setelah bergantian menjaga PLJ

Seorang petugas masih tertidur setelah bergantian menjaga PJL

Kondisi di dalam cagar budaya PLJ

Kondisi di dalam cagar budaya PJL

Ahmad (24) seorang petugas jaga perlintasan asal Ciamis.

Ahmad (24) seorang petugas jaga perlintasan asal Ciamis.

Ade (26) seorang petugas jaga perlintasan asal Ciamis.

Ade (26) seorang petugas jaga perlintasan asal Ciamis.

Orang-orang sekitar dapat menggunakan “Tempat Kencing Umum” tersebut.

Orang-orang sekitar dapat menggunakan “Tempat Kencing Umum” tersebut.

Gardu Pos Jaga Lintasan, situs cagar budaya yang dijadikan aset dan terlindungi oleh UU no 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Gardu Pos Jaga Lintasan, situs cagar budaya yang dijadikan aset dan terlindungi oleh UU no 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Leave a Reply