Indischetafel: Resto Museum Unik Bergaya Indo-Belanda

“Achter elk stukje schuilt een eigen verhaal”, setiap detil punya cerita. Inilah moto Indischetafel, restoran keluarga bergaya Indo-Belanda yang terletak di Jl. Sumatera no. 19, Bandung, Jawa Barat.  Restoran yang melabelkan diri sebagai resto museum satu-satunya dan pertama di Indonesia ini menyajikan hidangan dan konsep khas perpaduan Indonesia dan Belanda. Restoran ini berdiri sejak  tahun 2009. Awalnya, Indischetafel merupakan bangunan tua bekas rumah jaman kolonial Belanda. Tepat sebelum Indischetafel direkonstruksi, Bandung TV sempat menggunakan tempat ini untuk kegiatan mereka. Bangunan bersejarah tersebut direkonstruksi dan mengalami pemugaran dengan tidak menghilangkan bentuk aslinya. Jadi, konsep museum sejarah yang diusung sejak awal tidak pudar.

Resto museum ini memiliki konsep yang sangat unik dari segi bangunan dan properti yang ditampilkan. Pada berbagai sudut ruangan, terdapat benda-benda asing bersejarah yang ditampilkan, mulai dari proyektor, mesin kasir, radio, hingga alat pengukur gempa. Seluruh benda bersejarah tersebut adalah benda otentik. Ada beberapa benda yang memang sudah ada di gedung tua, ada pula yang memang sengaja dicari ke pelosok Indonesia, khususnya wilayah Jawa. Keberadaan restoran ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara agar masyarakat tetap mengingat sejarah dengan cara yang unik, yaitu menggabungkan museum dengan konsep restoran keluarga yang santai dan nyaman.

Beberapa penghargaan telah berhasil diraih oleh Indischetafel, salah satunya penghargaan Bandung Heritage yang diberikan pada tahun 2011. Penghargaan ini diberikan oleh pemerintah kota Bandung. “Bangunan restoran ini diharapkan dapat menjadi salah satu media untuk menghubungkan masyarakat dengan sejarah. Bukan hanya warga Bandung, tapi juga di luar Bandung,” ungkap Ian Apriana, selaku manajer Indischetafel.

Gedung Indischetafel memberikan kesan jaman dulu (jadul) yang sangat kuat. Hal ini didukung oleh dinding putih yang kusam serta warna-warna gelap pada furniture yang digunakan.

Gedung Indischetafel memberikan kesan jaman dulu (jadul) yang sangat kuat. Hal ini didukung oleh dinding putih yang kusam serta warna-warna gelap pada furniture yang digunakan.

Pelayan Indischetafel, lengkap dengan pakaian batik khas Indonesia, siap menyambut para pengunjung. Di Indischetafel semua pelayan selalu tersenyum ramah sebagai penggambaran karakter masyarakat Indonesia.

Pelayan Indischetafel, lengkap dengan pakaian batik khas Indonesia, siap menyambut para pengunjung. Di Indischetafel semua pelayan selalu tersenyum ramah sebagai penggambaran karakter masyarakat Indonesia.

Radio zaman dahulu yang dipajang di pintu masuk Indischetafel. Radio ini asli peninggalan sejarah masa Soekarno.

Radio zaman dahulu yang dipajang di pintu masuk Indischetafel. Radio ini asli peninggalan sejarah masa Soekarno.

Beberapa timbangan dan sepeda yang pernah digunakan pada zaman penjajahan Belanda oleh para penduduk Indonesia.

Beberapa timbangan dan sepeda yang pernah digunakan pada zaman penjajahan Belanda oleh para penduduk Indonesia.

Lorong menuju ruang makan utama. Di sepanjang lorong terdapat beberapa foto masa penjajahan Belanda.

Lorong menuju ruang makan utama. Di sepanjang lorong terdapat beberapa foto masa penjajahan Belanda.

Ruang makan utama Indischetafel memberikan kesan kemewahan di zaman dulu.

Ruang makan utama Indischetafel memberikan kesan kemewahan di zaman dulu.

Salah satu “kamar” makan di Indieschetafel yang didesain secara totalitas untuk mendapatkan kesan Belanda kuno.

Salah satu “kamar” makan di Indieschetafel yang didesain secara totalitas untuk mendapatkan kesan Belanda kuno.

Toilet Indischetafel didesain dengan interior yang antik. Penjelasan untuk ruangan yang ditulis di tiga papan putih menggunakan cara orang Belanda menunjuk ruangan zaman dahulu.

Toilet Indischetafel didesain dengan interior yang antik. Penjelasan untuk ruangan yang ditulis di tiga papan putih menggunakan cara orang Belanda menunjuk ruangan zaman dahulu.

Aardbeien Poffertjces, Macaroni Schotel, dan Dutch Mustard Soup yang dibuat dengan resep turun temurun. Menu yang disajikan oleh Indischetafel adalah masakan Indo-Belanda.

Aardbeien Poffertjces, Macaroni Schotel, dan Dutch Mustard Soup yang dibuat dengan resep turun temurun. Menu yang disajikan oleh Indischetafel adalah masakan Indo-Belanda.

Indischetafel menjual kue-kue kering “jadul” yang diletakkan di ruang depan

Indischetafel menjual kue-kue kering “jadul” yang diletakkan di ruang depan

Mesin kasir kuno yang menggunakan mata uang Belanda sebagai penghias ruangan kasir.

Mesin kasir kuno yang menggunakan mata uang Belanda sebagai penghias ruangan kasir.

Penghargaan bagi Indieschetafel sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah.

Penghargaan bagi Indieschetafel sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah.

 

 

Tim Liputan

Editor: Nila Kusumasari, Nadia Araditya Paramastri

Reporter: Chiquita Olivia Riama Hutauruk, Nila Kusumasari

Fotografer: Nadia Araditya Paramastri, Chiquita Olivia Riama Hutauruk

 

Leave a Reply