Roti Gempol, Legenda dari Jalan Gempol

Roti memang bukan makanan pokok bagi orang Indonesia. Tapi jangan salah, meskipun roti bukanlah makanan yang ‘sesuai’ dengan lidah orang Indonesia rupanya ada juga roti yang membuat lidah orang Indonesia mengakui kedahsyatan roti tersebut. Roti Gempol Namanya, Roti yang sudah terkenal di Bandung sejak tahun 1958.

Mang Endang (45) salah satu koki di Roti Gempol yang sudah mengabdi selama 15 tahun memaparkan Roti Gempol dulunya berdiri di Salatiga, Semarang dan kemudian pindah ke Bandung pada tahun 1958. Ibu Lidya, sang pemilik Roti Gempol sudah mulai merintis usaha Roti Gempol ini sejak dia masih berkuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung).

“Yang menjadi rahasia roti gempol ini sejak dulu adalah karena kami tidak menggunakan bahan pengawet” Jelas Mang Endang. Mang Endang menjelaskan dalam sehari sebanyak 300 buah roti gempol yang dibuat selalu habis terjual. Tak heran saat ini Roti Gempol memiliki empat cabang yang tersebar di Maranatha, Dusun Bambu, dan Surya Soemantri.

Kedai Roti Gempol merupakan kedai roti yang terletak di Jalan Gempol Wetan No. 14, Bandung Jawa Barat.

Kedai Roti Gempol merupakan kedai roti yang terletak di Jalan Gempol Wetan No. 14, Bandung Jawa Barat.

 

Ini adalah ruangan produksi tempat membuat roti yang dirahasiakan oleh pihak Roti Gempol demi menjaga orisinalitas bahan dasar yang digunakan.

 

Sebelum dipanggang, adonan roti yang masih mentah ditaruh di tempat penyimpanan terlebih dahulu.

Sebelum dipanggang, adonan roti yang masih mentah ditaruh di tempat penyimpanan terlebih dahulu.

 

Sama seperti foto sebelumnya, yang membedakan adalah bentuk cetakan dari roti itu.

Tak hanya membuat roti tawar, mereka juga membuat beberapa varian roti yang juga menggoda.

 

Dulu Roti Gempol menggunakan pemanggang tradisional dan sekarang sudah beralih menggunakan oven. Menurut Mang Endang selaku pekerja senior disana, peralihan ini tidak mengubah rasa khas roti itu sendiri.

Dulu Roti Gempol menggunakan pemanggang tradisional dan sekarang sudah beralih menggunakan oven. Menurut Mang Endang selaku pekerja senior disana, peralihan ini tidak mengubah rasa khas roti itu sendiri.

 

Ini adalah roti-roti yang sudah selesai dipanggang.

Ini adalah roti-roti yang sudah selesai dipanggang.

 

Roti-roti yang sudah selesai dipanggang kemudian dibungkus dan dipisahkan menjadi dua, yaitu roti untuk dijual di tempat dan untuk dikirim ke cabang-cabang Roti Gempol yang ada di Bandung. Rata-rata sehari Jumlah roti yang diproduksi sekitar 300 buah baik untuk dikirim maupun dijual di tempat.

Roti-roti yang sudah selesai dipanggang kemudian dibungkus dan dipisahkan menjadi dua, yaitu roti untuk dijual di tempat dan untuk dikirim ke cabang-cabang Roti Gempol yang ada di Bandung. Rata-rata sehari Jumlah roti yang diproduksi sekitar 300 buah baik untuk dikirim maupun dijual di tempat.

 

Untuk yang siap dijual di tempat, roti dibawa ke kedai Roti Gempol tempat di sebelah tempat produksi.

Untuk yang siap dijual di tempat, roti dibawa ke kedai Roti Gempol tempat di sebelah tempat produksi.

 

Di Kedai Roti Gempol, pengunjung bisa memesan roti untuk dibawa pulang maupun dimakan di tempat.

Di Kedai Roti Gempol, pengunjung bisa memesan roti untuk dibawa pulang maupun dimakan di tempat.

 

Setelah memesan, roti bakar akan dibuat.

Setelah memesan, roti bakar akan dibuat.

 

Kesabaran Pengunjung akan terbayar ketika roti pesanannya datang.

Kedai yang tidak terlalu besar membuat pengunjung harus bersabar untuk menikmati Roti Gempol.

 

Kedai yang tidak terlalu besar membuat pengunjung harus bersabar untuk menikmati Roti Gempol.

Kesabaran Pengunjung akan terbayar ketika roti pesanannya tersaji diatas meja.

 

Ilman A. Sudarwan (Produser dan reporter)

Adam Prireza (Fotografer dan reporter)

Surya Fikri A. (Editor teks)

 

One Comment

  1. Artikelnya bagus, ijin share di http://ksmtour.com yaa.. Terima kasih

Leave a Reply