Taman Musik, Tempat Ekspresi Musisi Bandung  

 

Taman Musik Centrum di Jalan Belitung Bandung yang baru diresmikan 1 Maret 2014 sebagai salah satu taman tematik di Kota Bandung. dok: Hilaria Norma Wigati.

Taman Musik Centrum di Jalan Belitung Bandung yang baru diresmikan 1 Maret 2014 sebagai salah satu taman tematik di Kota Bandung. dok: Hilaria Norma Wigati.

Beberapa remaja sedang berlatih memainkan alat musik di Taman Musik Centrum, Minggu, 4 Mei 2014. dok: Hilaria Norma Wigati.

Beberapa remaja sedang berlatih memainkan alat musik di Taman Musik Centrum, Minggu, 4 Mei 2014. dok: Hilaria Norma Wigati.

Tidak Hanya untuk bermain musik, Taman Musik Centrum juga dapat digunakan untuk bersantai, berdiskusi, berolahraga serta bersepeda. dok: Hilaria Norma WIgati

Tidak Hanya untuk bermain musik, Taman Musik Centrum juga dapat digunakan untuk bersantai, berdiskusi, berolahraga serta bersepeda. dok: Hilaria Norma WIgati.

Bandung sekarang memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di seluruh penjuru kota. Ini adalah salah satu strategi Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk meningkatkan indeks kebahagian warganya. Ia melihat masyarakat yang bahagia berinteraksi di ruang-ruang publik, di situlah RTH datang sebagai ruang publik yang dimaksud. Sebanyak 406 taman yang ada di Bandung sekarang tengah dalam proses revitalisasi, 40 diantaranya akan diubah menjadi taman tematik, salah satunya Taman Musik Bandung.

Taman Musik kini menjadi rumah berekspresi para musisi Bandung yang dulu sulit mencari panggung tempat mereka berekspresi. Taman ini mudah dicari masyarakat Bandung, karena bertempatan di  Jalan Belitung, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung dan dikelilingi oleh SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung.

Sebenernya kota Bandung itu butuh banget satu tempat untuk orang-orang mengekspresikan kegiatan musik mereka.  Jadi, banyak banget sebenernya musisi di Bandung, tapi mereka gak punya tempat berekspresi, buat main, buat manggung. Dengan adanya taman musik,  mereka udah punya panggung, mereka gak perlu bayar tempat, gak perlu cari masa karena itu kan RTH , jadi siapapun bisa masuk. Jadi, memang ini hal yang penting dan dibutuhin banget sama musisi-musisi di  bandung,” ujar Aktivis Culindra, Shitta Natashia.

Dilansir dari Bandung.Bisnis.com, Culindra adalah merupakan komunitas yang bergerak dalam upaya aktivasi atau pengembalian fungsi taman yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Culindra mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengundang orang-orang sekitar untuk memanfaatkan taman sebagai ruang publik dan berinteraksi di dalamnya. Dengan judul kegiatan Parktivity, Culindra mengadakan acara piknik biasa, akustikan, hingga open kitchen. “Ternyata buat having fun gak harus ke tempat-tempat mahal,” tutur Shitta, “ternyata di taman, gratis, bisa juga.”

Taman Musik kini sudah bertransformasi dari Taman Centrum yang tidak mempunyai tema, sekarang memiliki “Musik” sebagai nama tengahnya. Dengan kocek menembus angka 500 juta, taman musik menjadi salah satu taman tematik yang mulai berfungsi per 1 maret 2014 kemarin. Setelah resmi dibuka, Culindra mulai kebanjiran proposal kegiatan, tapi kebanyakan ditolak karena dirasa butuh waktu yang lebih untuk mempersiapkan infrastruktur taman secara maksimal. “Untuk event besar masih kita tahan-tahan dulu. Kalau cuman akustikan aja atau komunitas ukulele bisa,” jelas Shitta. “Mereka (komunitas ukulele-red) tiap minggu pagi bikin kelas ukulele gratis. Nanti ada acara dari satu musisi di bandung yang lumayan keren.”

Kegiatan yang diadakan di Taman Musik diadakan pada sore hingga malam hari sehingga tidak akan menganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dua sekolah menengah Bandung itu.

Taman Musik sudah berbeda jauh dengan taman yang dulu karena sekarang sudah bisa dilihat tingkat kepemilikan taman oleh masyarakat. Taman Musik juga mendapatkan banyak fasilitas baru yang menyokong kegiatan orang yang berkunjung, antara lain lampu penerangan, tempat duduk, dan stop kontak. Sayangnya ada beberapa fasilitas yang telah rusak dan masih kurang seperti atap pada gazebo yang bolong karena tertindih dahan pohon ataupun stop kontak yang konslet dan hanya satu stop kontak bertempat di gazebo.

Shitta menghimbau untuk menjaga kelestarian taman ini. Warga Bandung harus sadar bahwa pemerintah sudah memfasilitasi dengan taman yang oke. “Hal-hal kecil aja yang bisa kita perbuat, tapi kalau dilakukan sama orang banyak dan terus menerus pasti efeknya akan bagus. Mulai dari kesadaran yang kecil-kecil aja dulu,” ucap Shitta.

 

Hanifah Zahrah | Hilaria Norma Wigati | Andi M Arief M

 

Leave a Reply