Industri Kreatif Rumahan Ala Scrapthings-D’Crafties

Tidak diragukan lagi, Bandung terkenal sebagai magnet bagi kreativitas anak muda di Indonesia. Kreativitas ini meliputi berbagai bidang seperti fashion, kuliner, otomotif, seni rupa, seni musik, dan sebagainya. Keanekaragaman berbagai kreativitas yang dihasilkan oleh anak-anak muda Bandung ini menciptakan warna-warni kehidupan Bandung yang sangat khas. Kreativitas-kreativitas tersebut pada akhirnya disalurkan dalam suatu wadah. Bisa jadi dalam komunitas atau industri kreatif.

Kita tentu ingat bagaimana fenomenalnya kripik Maichi, kita tentu juga tidak terlewat kalau pergi ke Bandung tanpa membeli baju-baju unik di berbagai factory outlet yang membanjiri Bandung. Ini adalah beberapa bukti bagaimana kreativitas anak muda Bandung telah membentuk mindset masyarakat terhadap Bandung. Bandung sebagai kota penuh kreativitas.

Industri kreatif yang didirikan oleh anak muda kini sudah membanjiri Bandung. Tren ini berkembang pesat seiring berkembangnya pula internet dan media sosial. Peran media sosial ini sangat kuat dalam melahirkan industri kreatif terutama indutri rumahan atau home industry. Banyak anak muda Bandung yang mendirikan industri kreatif melalui media sosial karena dianggap lebih mudah dan menguntungkan. Tak perlu sewa toko, cukup di rumah saja. Biaya promosi bisa ditekan seminimum mungkin. Barang tinggal diantar lewat jasa pengiriman.

Salah satu anak muda yang menggandrungi indutri kreatif rumahan adalah dua perempuan cantik bersaudara, Nadya dan Haifa. From Cimahi with Love. Itulah kata-kata yang bisa digambarkan dari apa yang mereka lakukan. Sejak kecil mereka mencintai seni keterampilan tangan. Mereka sendiri tidak menyangka mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah ke kantong mereka melalui kegiatan-kegiatan sederhana yang menjadi kegemarannya sejak kecil. Ya, seni reka kertas dan seni lukis.

DSCF8700

Nadia (Kiri) dan Haifa (Kanan), kakak beradik menggandrungi industri rumahan memamerkan karya mereka saat ditemui di kediamannya di Jalan Budhi No.4, Cimindi, Cimahi.

Melalui akun instagram @Scrapthings, Nadya menjual dan mempromosikan produk seni reka kertas yang temanya bisa dipesan sesuai permintaan konsumen. Bisnis seni reka kertas yang ia lakukan ini belum banyak dibidik orang. Anak-anak muda mungkin sudah populer dengan istilah seni reka kertas atau scrapbook, tapi orang yang menjual scrapbook di Indonesia bahkan di Bandung belum banyak.

DSCF8662

Salah satu scrapbook karya Nadya yang dapat dipesan via instagram

Nadya atau yang biasa dipanggil Dede mengaku tidak memiliki niat untuk berbisnis. Awalnya, ia membuat scrapbook untuk hadiah ulang tahun adik dan neneknya. Karena banyak orang yang tertarik dan suka dengan scrapbook buatannya, ia akhirnya banyak mendapat pesanan dan memulai industri kreatif dengan cara bisnis online melaui instagram, twitter, facebook, line, dan whatsapp sejak tahun 2013 lalu. “Awalnya saya cuma iseng aja sih buat ini (red: scrapbook). Itu awalnya dibuat sebagai hadiah untuk adek dan nenek saya,” ujar Dede, cucu dari pendiri Lita FM ini.

Dede yang kini baru menyelesaikan pendidikan Sekolah menengah atasnya, berencana mengembangkan bisnisnya ini. Sejauh ini ia mendapat pesanan hampir dua puluh scrapbook per hari. Dengan modal awal sebesar satu juta Rupiah yang ia kumpulkan dari tabungannya, kini ia dapat meraup untuk sekitar empat juta per bulan.

DSCF8696

Nadya tampak sangat tekun dan serius mengerjakan scrapbook pesanan yang hampir jadi.

Berbeda dengan adiknya, Haifa baru memulai bisnisnya pada Januari tahun ini. Produk yang ditawarkan gadis cantik yang biasa dipanggil Ifa ini terbilang unik. Ia menjual bantal yang ia lukis sesuai dengan gambar yang diinginkan konsumen. Ifa menggunakan spidol lukis dan bantal yang ia buat sendiri sebagai bahan baku utama pembuatan produk bantal lukis ini. “Saya membuat ini karena terinspirasi dari bantal-bantal unik Korea,” ujarnya saat diwawancarai di rumahnya, Jalan Budhi No.4, Cimindi, Cimahi.

DSCF8687

Inilah beberapa bantal lukis karya Haifa yang terinspirasi dari bantal Korea.

Walaupun industri kreatif yang ia bangun bisa dibilang ‘masih bayi’ dan bertempat di rumah sebagai toko atau galerinya, produk yang memiliki akun instagram @Dcrafties ini telah menembus pasar Banjarmasih, Kalimantan. Bahkan, ada saudara Ifa yang memintanya untuk menjual hingga ke Turki.

Strategi dan Nadya dalam mempromosikan produknya yakni dengan meminta para aktris untuk meng-endorse produk mereka di Instagram. Putri sulung Aa Gym yakni Ghaida Tsurayya, menjadi salah satu pihak yang dimintai untuk meng-endorse produk mereka. Strategi ini terbukti ampuh mendongkrak angka penjualan produk mereka.

Di tengah persaingan industri kreatif yang sangat banyak ini khususnya di Bandung, mereka selalu meningkatkan terus kreativitas dan kualitas produk mereka. Harga yang lebih murah pun menjadi daya tarik yang mereka tawarkan kepada konsumen. Mereka memiliki visi untuk terus berkarya dan menjadi orang yang mandiri sesuai dengan pesan orangtua mereka.

DSCF8711

Haifa mengantar tim liputan dengan senyuman mengembang di wajah cantiknya.

Tim Liputan:

Maizal Walfajri: Produser

Nurul Nurmala: Reporter

Ade Fitria Nola: Fotografer

Leave a Reply