Mahasiswi UNPAD Teliti Jamur Pemakan Styrofoam

Mutiara Pramudya Ningtyas Mahasiswi jurusan Biologi angkatan 2009 Universitas Padjadjaran yang meneliti jamur yang mampu menguraikan styrofoam sejak semester 2. Snin (5/5)

Mutiara Pramudya Ningtyas Mahasiswi jurusan Biologi angkatan 2009 Universitas Padjadjaran yang meneliti jamur yang mampu menguraikan styrofoam sejak semester 2. Senin (5/5)

Putih-putih seperti bulu-bulu halus memenuhi stoples berbahan polystyrene itu. Mahasiswi jurusan Biologi angkatan 2009 Universitas Padjadjaran, Mutiara Pramudya Ningtyas atau biasa dipanggil Muti merasa bertanya-tanya dengan stoples polystyrene yang lupa ia  cuci setelah menyimpan kue. Stoples itu menjadi penyok-penyok, apakah jamur-jamur putih yang memenuhi stoples tersebut yang menjadi penyebabnya? Apakah jamur bisa memenyokkan stoples?

Dengan pengetahuan seadanya Muti yang saat itu masih duduk di semester 2  mencoba untuk meneliti jamur-jamur tersebut. Menurut Muti, dosen pembimbing penelitiannya Bu Astri Peni Wulandari  adalah orang yang paling berjasa dalam penelitiannya. Beliaulah yang membimbing Muti mengenai teknis penelitian hingga saran literasi-literasi yang harus Muti riset sebelum meneliti jamur ini lebih dalam.

Hal inilah yang menjadi awal bagi Muti untuk mendapatkan berbagai penghargaan yaitu Oral Presentation dalam acara International Conference of Live Science and Biological Engineering di Osaka, Jepang dan peringkat ke-2 dalam Motekar UNPAD sebagai teknologi baru dalam pengelolaan sampah.

Muti lantas memindahkan jamur-jamur tersebut dengan mengisolasi  jamur tersebut, yaitu dengan memisahkan tiap jenis jamur yang berada di stoples polystyrene itu sehingga ia bisa menemukan isolat superior dari jamur-jamur tersebut. Jamur superior ini bukanlah termasuk jamur spesies baru hanya saja masih banyak orang yang belum tahu bahwa jamur ini memiliki potensi untuk menguraikan barang yang berbahan polystyrene.

Ilustrasi barang berbahan styrofoam. Selasa (6/5)

Ilustrasi barang berbahan styrofoam. Selasa (6/5)

 

Setelah menemukan isolat superior dari jamur itu, Muti lalu memindahkan jamur yang tak boleh disebut namanya itu ke bidang styrofoam dengan menggunakan jarum ose secara aseptis agar selama pemindahan jamur tidak terkontaminasi dengan unsur lain.

Isolat superior diuji ke styrofoam lalu di masukkan dalam medium tertentu. Medium tersebut dikondisikan dengan formula-formula tertentu sehingga jamur dipaksa untuk menggunakan styrofoam sebagai sumber nutrisinya yaitu dengan mengeluarkan zat metabolik untuk menguraikan senyawa pada styrofoam. Senyawa yang terurai tadi menghasilkan senyawa karbon yang dapat dimanfaatkan oleh jamur sebagai sumber nutrisi dan hal inilah yang menyebabkan styrofoam menjadi terurai.

Muti mengatakan bahwa percobaan ini ia lakukan pada bidang styrofoam karena selain styrofoam berbahan dasar polystyrene, kerapatan ikatan kimianya juga lebih rendah dari stoples polystyrene. Semakin pada ikatan kimianya, semakin lama pula reaksi penguraiannya. Untuk percobaan pada styrofoam ini saja reaksinya bisa mencapai sepuluh bulan, namun sekarang reaksi penguraiannya semakin cepat sekitar sembilan minggu. Sehingga hampir setiap hari selama sembilan minggu itu Muti terus mengamati perkembangan jamur tersebut dengan meneliti degradasi styrofoam tersebut.

palang FMIPA

Palang nama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran untuk mewakili tempat di mana Mutia memulai riset jamur pengurai styrofoam

Muti yang bercita-cita sebagai ilmuwan ini mengaku masih belum  memprediksi berapa persen jamur ini mampu mendegradasi styrofoam. Untuk bisa bermanfaat perlu penelitian jangka panjang. Baginya untuk menemukan jamur ini saja ia harus melakukan penelitian berkali-kali agar bisa memastikan apakah jamur ini memiliki potensi atau tidak. Maka dari itu rencananya Muti akan melanjutkan penelitian S2-nya agar bisa mengetahui cara mempercepat degradasi styrofoam ini. Muti berharap agar penelitiannya tidak hanya menjadi teori saja namun juga bisa diaplikasikan dan bermanfaat dalam pengelolaan limbah styrofoam yang pada dasarnya tidak bisa terurai.

  • Produser/Reporter : Dorothi Iberani Wamafma
  • Fotografer/Reporter : Monagia Supardi
  • Writer / Editor : Iriyanti Mendayun

Leave a Reply