Face Art, Dari Hobi Jadi Usaha

Gambar macan yang dibuat dengan pulpen karya seniman Face Art

Gambar macan yang dibuat dengan pulpen karya seniman Face Art

Apakah Anda percaya kalau ini adalah gambaran tangan? Apakah pernah terpikir oleh Anda kalau gambaran tangan dapat menghasilkan detail serumit ini? Jangan salah, ini adalah salah satu karya dari Komunitas Face Art yang berada di Bandung. Di tangan komunitas ini, Anda akan mendapatkan gambar yang sangat mirip dengan aslinya.

Face Art yang didirikan pada 2 April 2013 ini merupakan sebuah bisnis yang berbasis komunitas. Yadi, pendiri Face Art sendiri, awalnya berlatar belakang seorang penggambar komik/manga, game, dan animasi. Hobinya itu kemudian berkembang ke dalam bidang industri visual-kreatif. Awalnya, Yadi ingin membuat sebuah usaha yang dapat dikerjakan setiap hari. Akhirnya Face Art dipilih karena pada dasarnya semua orang memiliki keinginan untuk digambar. Fakta tersebut membuat kesempatan untuk memperoleh pasar semakin besar.

Saat ini orang-orang yang tergabung di dalam Face Art merupakan karyawan dan mahasiswa yang memiliki bakaat di bidang menggambar. Hingga sekarang, terdapat sembilan anggota aktif di komunitas ini. Visi yang dijunjung Face Art sendiri adalah untuk membangun industri visual kreatif di Indonesia. Memang, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui karya visual-kreatif seperti ini.

Bila industri visual-kreatif lain menggunakan bantuan digital untuk memproses sebuah lukisan wajah, maka lain halnya dengan Face Art. Menurut Yadi Pratama, perintis komunitas Face Art, komunitas ini merupakan satu-satunya komunitas yang membuat lukisan wajah secara manual (dengan tangan). Jadi, selain sebagai usaha bisnis, Face Art memiliki tujuan sebagai wadah sosialisasi industri kreatif di Indonesia.

Sebagai upaya untuk mengenalkan Face Art kepada masyarakat, sudah banyak kegiatan yang dilangsungkan baik itu di dalam maupun di luar kota. Kegiatan tersebut berupa event, bazaar, dan kadang promosi juga dilakukan di mall. Sebagai ajang produksi dan penjualan, tidak jarang komunitas ini hadir di Dar Free Day (CFD), Dago, Bandung. Media sosial yang ada tidak lupa dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemesanan. Bahkan, komunitas ini sering memberikan tutorial menggambar dan keterangan event di laman facebook Face Art. Face Art juga sering mendatangi kampus yang berada di kawasan Bandung untuk semakin mengenalkan komunitas ini.

Bila banyak yang mengira Face Art hanya memiliki satu ragam saja, anggapan itu salah besar. Face Art memiliki banyak ragam karya. Diantaranya ada Face Paint dan Face Sketch. Komunitas ini juga sangat memanjakan pelanggan mereka. Gambar yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Pelanggan dapat memilih alat apa yang digunakan untuk membuat gambar pesanannya. Alat yang digunakan berupa pensil, ballpaint, cat minyak, cat air, dan juga bahan lainnya. Gambar tersebut juga dapat diaplikasikan di beragam media seperti kertas, kanvas, mug, kaos, bahkan bisa juga dibuat di dinding. Semua itu tergantung keinginan dari pelanggan yang memesan.

Salah satu contoh hasil karya Face Art dengan menggunakan pulpen

Salah satu contoh hasil karya Face Art dengan menggunakan pulpen

Foto pelanggan Face Art yang dibuat secara manual (dengan tangan)

Foto pelanggan Face Art yang dibuat secara manual (dengan tangan)

Face Art juga dapat di aplikasikan di berbagai media, salah satunya mug

Face Art juga dapat di aplikasikan di berbagai media, salah satunya mug

Walaupun kebanyakan karya Face Art ini dibuat secara manual, komunitas ini juga memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya tekologi digital. Namun varian digital yang dihasilkan tetap menggunakan sketsa yang dibuat secara manual dengan tangan, setelah itu dibutuhkan bantuan teknologi seperti di scan, lalu di print. Hal itu juga disesuaikan dengan keingingan para pelangannya.

Teknologi memang dapat mempermudah dan mempercepat pembuatan karya seni ini. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hasil buatan manual oleh tangan akan menghasilkan karya yang lebih baik. Dari hasil goresan tangan tersebut, seseorang dapat menikmati dan merasakan seni, detail, serta kepuasan yang lebih. Tingkat kemiripannya pun tak perlu diragukan lagi. Walaupun buatan tangan manusia, namun tingkat kemiripannya dapat mencapai lebih dari 90%.

Konsumen lebih banyak memesan face art dengan tipe kartun. Harganya yang jauh lebih murah mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Namun, tidak sedikit pula pelanggan yang meminta untuk digambar dengan sketsa. Harga yang ditawarkan oleh Face Art memang dimulai dari harga Rp100ribu-an. Untuk sketsa menggunakan pupen sendiri, harga yang ditawarkan lebih mahal yakni mencapai Ro250ribu untuk ukuran A4, pembuatannya juga dapat mencapai 4 jam. Sementara untuk pembuatan sketsa dengan pensil hanya dibutuhkan waktu 20-30 menit dan dibandrol dengan harga Rp150ribu untuk ukuran A3.

Walaupun harganya bisa dibilang tidak murah, pelanggan yang memesan di Face Art cukup banyak. Kurang lebih setiap bulannya Face Art menerima 100 order. Biasanya pemesanan face art tersebut dijadikan sebagai kado ulang tahun, kado wisuda, pernikahan, dan momen spesial lainnya. Konsumen yang datang pun sangat beragam dari remaja hingga dewasa. Bahkan, pernah seorang pelanggan yang datang sampai dua belas kali untuk merevisi hasil face art yang diperolehnya demi mendapatkan gambar yang diinginkan.

Tidak jarang orang yang menggunakan jasa komunitas ini untuk membuat face art dalam skala yang besar. Biasanya face art yang dipesan dalam jumlah yang besar berupa marchendise sebuah gathering yang mencapai 80-100 orang. Biasanya, model dibuat terlebih dahulu sebanyak 6-12 model. Lalu, sketsa wajah yang telah dibuat sesuai dengan foto akan ditempel dan disesuaikan dengan tubuhnya.

Untuk rencana selanjutnya, mengingat piala dunia yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini, Face Art akan mengisinya dengan menggambar wajah para pemain sepak bola. Dengan menjalin kerja sama bersama agenjersey.com, Face Art akan mengirimkan sketsa gambarnya, lalu gambar tersebut akan diaplikasikan ke wadah kaos, mug, atau marchendise lainnya. Ke depannya,tanggal 15 Mei sampai akhir Mei, Face Art akan hadir sebagai pengisi booth di Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung.

Rencananya, Face Art akan semakin mengembangkan usahanya. Tidak sekedar komunitas, Face Art ingin melebarkan usaha bisnisnya ke bidang distro, galeri, maupun cafe. Bahkan, Face Art hendak dijadikan sebagai perusahaan. Bila usaha ini terus berkembang, tidak menutup kemungkinan untuk menggabungkan face art ini dengan game dan animasi. “Gambar tangan adalah basic dari icon,” ucap Yadi dalam wawancara yang dilakukan.

Untuk orang-orang yang tidak merasa percaya diri dengan gambarnya atau merasa skill yang dimiliki masih kurang, Face art juga menyediakan pelatihan setiap Sabtu dan Minggu. “Dasar menggambar yang paling awal adalah menggambar titik, garis, bidang, dan bentuk. Lalu dilanjutkan pada teknik arsir. Seorang penggambar harus dapat menggaris lurus. Latihan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan hitungan tahun. Kuncinya adalah sabar dan tekun. Jangan gampang menyerah dan ingin hasil yang instan,” tutup Yuda mengakhiri wawancara sore itu.

wajah-wajah di balik karya Face Art

wajah-wajah di balik karya Face Art

Hanya dalam beberapa menit, seniman Face Art dapat membuat gamabr yang diberikan pada tim liputan kami ini

Hanya dalam beberapa menit, seniman Face Art dapat membuat gamabr yang diberikan pada tim liputan kami ini

 

 

Bagi Anda yang ingin membuat face art atau ingin bergabung di komunitas ini silahkan datang ke: sekretariat Face Art , Jalan Gelap Nyawang No. 6B Bandung atau bisa juga mengakses halaman resminya di www.faceart1.blogspot.com

 

 

 

Tim Liputan:

Produser / Fotografer : Rinaldi M. Azka

Reporter : Dinda Prasetyawati

Writer : Lidya Yuniartha Panjaitan

Leave a Reply