Rekreasi ke Fosil Gunung Api, Bukit Patenggeng

SONY DSC

Setelah berputar-putar mengunjungi tempat-tempat wisata di Bandung, apa lagi rencana anda? Langsung pulang menuju rumah atau masih semangat berekreasi? Bila perjalanan pulang anda melalui jalan Tol Purbaleunyi, jangan lewatkan satu lagi pilihan lokasi wisata terakhir. Salah satu keunikan tempat ini adalah, anda tidak perlu keluar lagi dari jalan tol untuk mengunjunginya.

Setelah memasuki jalur tol Purbaleunyi, istirahatlah sejenak di rest area Km.97 lalu lanjutkan perjalanan tanpa kendaraan. Tempat ini memang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Jalur yang digunakan terletak tepat di samping jalan tol searah dengan jalan menuju Purwakarta. Anda perlu menyusuri jalan ini hingga menemukan terowongan bawah jalan. Berhati-hatilah karena jalan setapak ini akan sangat licin bila dilalui pada pagi hari, jadi, ada baiknya anda menggunakan sepatu yang sesuai.

Setelah melalui terowongan tersebut, anda akan menemukan persimpangan. Dari persimpangan tersebut, anda dapat memilih kedua jalan yang ada. Tetapi, dianjurkan menggunakan jalur kanan bagi anda yang ingin melihat pemandangan lebih baik. Jalur kanan ini mempertemukan anda dengan persawahan. Dengan menyusuri persawahan ini hingga ke tengahnya anda akan melihat sebuah bukit yang cukup tinggi menjulang seperti tumpeng. Bukit ini lah yang disebut dengan Bukit Patenggeng.

Sebenarnya penampakan dari Bukit Patenggeng tidak selalu seperti tumpeng. Namun karena letaknya yang berada di tengah persawahan, seiring kita berputar mengitari sawah tersebut, penampakannya pun berbeda dari berbagai sisi.

Menurut Oki Oktariadi, seorang Ahli Geologi yang sering mendampingi wisata geotrek, bukit batu ini berawal dari sumbat lava. Titik tengah dari gubung api purba yang seiring perjalanan waktu dan matinya gunung api tersebut, kemudian membatu hingga seperti sekarang. Maka Bukit Patenggeng ini juga merupakan fosil gunung api purba yang tersisa sebagai penanda pernah adanya gunung api di daerah tersebut.

SONY DSC

Wisata ini tidak hanya berhenti hingga bisa menikmati pemandangan sebuah bukit yang terletak di tengah persawahan. Bila anda memiliki niat yang cukup kuat untuk berkeringat, mendaki Bukit Patenggeng adalah perjalanan berikutnya. Namun untuk mendakinya, tidak bisa mengikuti jalur perjalanan tadi. Bila di persimpangan sebelumnya Anda memilih jalur ke arah kanan, maka kali ini Anda harus kembali dan memilih jalur kea rah kiri. Jalur ini bisa dibilang lebih berat karena jalan setapak yang ditempuh sarat dengan tanjakan dan turunan. Setelah jalan setapak ini terputus, Anda pun harus melewati persawahan menuju Bukit Patenggeng hingga bertemu dengan bagian bukit yang memungkinkan untuk didaki. Pendakian ini tidak akan memakan waktu terlalu lama. Dari puncak bukit ini kita bisa melihat persawahan yang mengitarinya dan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Bila Anda jeli dengan lokasi Bukit Patenggeng ini, Anda akan menyadari bahwa letaknya secara geografis bukanlah di Kota maupun Kabupaten Bandung, melainkan di Kampung Citukung, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Lalu apa hubungannya dengan Bandung? Pertanyaan ini akan membawa kita kembali pada legenda Sangkuriang yang membalikan perahu buatannya hingga menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Legenda Sangkuriang ini pada awalnya merupakan tradisi lisan hingga adanya rujukan tertulis oleh Bujangga Manik, seorang Pangeran Jaya Pakuan. Rujukan lisan ini ditulis pada akhir abad ke-15 saat perjalanannya mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu du Pulau Jawa dan Bali. Setelah perjalanan tersebut Ia tiba di tempat yang sekarang disebut sebagai Kota Bandung. Bujangga Manik pula lah yang pertama kali menyebutkan nama Bukit Patenggeng dalam tulisannya.

Walaupun lokasi Bukit Patenggeng tidak terletak di Bandung, sejarah tempat ini sangat dekat dengan dengan sejarah Bandung sendiri. Wisata Bandung tak terhenti hanya di Bandung saja, namun daerah sekitar Bandung pun selalu mengandung cita rasa sejarah Kota Kembang.

SONY DSC

Perjalanan ke Bukit Patenggeng ini, tidak harus selalu hanya bersama teman atau keluarga saja. Bila anda mencari informasinya di media sosial dalam jaringan, seringkali ada perjalanan rombongan yang bersifat terbuka untuk mengunjungi situs-situs dengan sejarah geologis. Bukit Patenggeng adalah salah satu tujuannya.

Namun perlu diingat bahwa proses menuju Gunung Patenggeng ini cukup menguras tenaga. Belum lagi perjalanan kembali ke lokasi kendaraan Anda diparkirkan. Oleh karena itu selalu siapkan kondisi fisik serta bekal minum dan makanan. Biarpun lelah, apa yang akan Anda dapatkan setelah perjalanan ini selalu lebih bernilai dari pada tenaga yang Anda keluarkan. Selamat berwisata!

 

Tim Liputan:

Reporter: Abdul Basith Bardan – 210110110150

Editor: Fadil Muhammad – 210110090024

Fotografer: Aditya Surya Wibisono – 210110110131

Leave a Reply