Bergesernya Buah Tangan di Ibukota Priangan

Bandung saat ini adalah kota metropolitan terbesar di Jawa Barat dan kota terbesar ketiga di Indonesia jika dilihat dari jumlah penduduk, setelah Jakarta dan Surabaya. Jarak yang lumayan dekat membuat Bandung menjadi tujuan wisata rutin penduduk Jakarta. Tidaklah mengherankan jika selama masa libur mobil-mobil “plat B” membanjiri kota kembang ini.

Kehadiran wisatawan yang cukup banyak di Bandung tentunya mendorong berbagai aspek pariwisata berkembang pesat, salah satunya industri makanan untuk dijadikan oleh-oleh. Dulu oleh-oleh khas tradisional seperti peyeum, bandrek, bajigur dan keripik tempe menjadi ciri khas Bandung, namun kini eksistensi oleh-oleh tradisional itu telah digeser kehadirannya oleh makanan seperti brownies dan keripik pedas yang menghebohkan. Secara tidak langsung hal tersebut membuat ciri khas Bandung mulai berubah.

Kebersihan tempat, akses ke lokasi, hingga kurangnya informasi adalah alasan para wisatawan yang lebih memilih membeli brownies sebagai buah tangan bagi kerabat dikota asal. Para pedagang oleh-oleh tradisional pun hanya bisa bersabar menyaksikan omset penjualannya menurun. Di sisi lain tempat oleh-oleh modern mulai merajai segala penjuru kota Bandung. Kiblat oleh-oleh khas Bandung pun kini berubah haluan dari peyeum ke brownies. Jadi, salah siapa?

Deretan makanan ringan yang dijual di toko oleh-oleh sekitar Terminal CIleunyi

Deretan makanan ringan yang dijual di toko oleh-oleh sekitar Terminal CIleunyi

Walaupun omset penjualan semakin menurun tiap tahunnya, mereka tetap memproduksi

Walaupun omset penjualan semakin menurun tiap tahunnya, mereka tetap memproduksi

Dodol walaupun bukan berasal dari Bandung, tetap mengisi toko oleh-oleh di kawasan CIleunyi

Dodol walaupun bukan berasal dari Bandung, tetap mengisi toko oleh-oleh di kawasan CIleunyi

Bergesernya Buah Tangan di Ibukota Priangan

Asep (22),terlihat memainkan handphonenya karena tidak ada wisatawan yang membeli dagangannya

Toko yang menjual peyeum khas Bandung terlihat sangat sepi dan tidak terawat

Toko yang menjual peyeum khas Bandung terlihat sangat sepi dan tidak terawat

Peyeum-peyeum menggantung tidak tersentuh pembeli

Peyeum-peyeum menggantung tidak tersentuh pembeli

Supardi, tetap mempertahankan usaha peyeumnya yang sudah berlangsung 10 tahun

Supardi (40), tetap mempertahankan usaha peyeumnya yang sudah berlangsung 10 tahun

Brownies, oleh-oleh dari Bandung yang lebih dikenal masyarakat

Brownies, oleh-oleh dari Bandung yang lebih dikenal masyarakat

Berbagai macam oleh-oleh "baru" dari Bandung

Berbagai macam oleh-oleh “baru” dari Bandung

Terdapat berbagai macam jenis brownies dan dikemas dengan baik

Terdapat berbagai macam jenis brownies dan dikemas dengan baik

Kasir terlihat sedang melayani pembeli dengan alat pembayaran modern yang memudahkan dan mempercepat transaksi

Kasir terlihat sedang melayani pembeli dengan alat pembayaran modern yang memudahkan dan mempercepat transaksi

Tempat berjualan Brownies di kawasan Buah Batu terlihat bersih, rapi, nyaman sehingga lebih menarik dan memudahkan wisatawan

Tempat berjualan Brownies di kawasan Buah Batu terlihat bersih, rapi, nyaman sehingga lebih menarik dan memudahkan wisatawan

Bagelen disusun dengan rapi untuk menarik perhatian wisatawan calon pembeli oleh-oleh

Kue kering disusun dengan rapi untuk menarik perhatian wisatawan calon pembeli oleh-oleh

 

Tim Liputan

Fotografer : Aryo Fauzan Mulyono

Reporter : Endi Trianto, Stefanus Maudhika

Leave a Reply