Menilik Arsitektur Museum – Museum Bandung

Real museums are places where time is transformed into Space
— Orhan Pamuk

Museum memang berfungsi layaknya katalog sejarah. Museum membawa kita melihat realitas dari masa lampau. Sayangnya anggapan yang berkembang bahwa museum tempat sepi, tua, dan hanya berisikan barang-barang kuno.

Layaknya kado, isi museum harus “dibungkus” dengan menarik agar mampu menarik perhatian dan bernilai manfaat bagi masyarakat. Inilah yang menjadi tugas para arsitek. Arsitektur museum nyatanya turut mempengaruhi benak kita tentang seberapa menarik suatu museum untuk dikunjungi.

Baskoro Tedjo saat ditemui di kantornya di jalan Dederuk no.25 (12/05)

Baskoro Tedjo saat ditemui di kantornya di jalan Dederuk no.25 (12/05)

Baskoro Tedjo (58), seorang dosen arsitektur ITB sekaligus arsitek dari Selasar Sunaryo Art Space yang juga terlibat dalam pembuatan desain museum Bung Karno di Blitar dan museum Sudirman di Pacitan mengemukakan ada tiga kriteria museum dengan desain yang baik. Pertama, museum bisa menyimpan benda bersejarah dan berharga sehingga awet dan tidak rusak. Kedua, museum bisa menampilkan dengan baik benda-benda tersebut kepada pengunjung sehingga bisa diapresiasi. Dan ketiga, museum dapat menjadi tempat rekreasi yang mendidik sekaligus menyenangkan.

Bandung memiliki banyak museum, diantaranya: museum Konferensi Asia Afrika (KAA), museum Mandala Wangsit Siliwangi, museum Puspa Iptek, museum Sri Baduga, museum Geologi, dan museum Pos. Keenam museum tentu memiliki keunikan arsitektur yang berbeda-beda. Menurut Baskoro Tedjo, bila dinilai desain arsitektur keenam museum tersebut terhadap tiga fungsi museum tadi, maka dapat diurutkan sebagai berikut:

1.Museum Puspa Iptek

This slideshow requires JavaScript.


2.Museum Geologi

This slideshow requires JavaScript.


3.Museum KAA

This slideshow requires JavaScript.

4.Museum Sri Baduga

This slideshow requires JavaScript.

5.Museum Mandala Wangsit Siliwangi

This slideshow requires JavaScript.

6.Museum Pos

This slideshow requires JavaScript.

Reporter & Fotografer : Claudia Bernadette
Editor & Penulis: Bunga Claudya

Leave a Reply