Wisata Arung Jeram: Memacu Adrenalin bersama Kapinis

Bandung memiliki banyak tempat rekreasi yang dapat dipilih untuk mengobati kepenatan akibat aktivitas sehari-hari. Selain wisata kuliner dan wisata belanja, wisata alam juga bisa menjadi pilihan. Salah satu wisata alam menarik yang wajib dicoba adalah berarung jeram di Sungai Citarum, Kab. Bandung Barat. Pemandangan hijau pegunungan yang begitu indah disertai sejuknya air yang membasuh kulit akan menjadi paket lengkap ketika memacu adrenalin berarung jeram.

Pemandangan yang disuguhkan wisata arung jeram di Sungai Citarum, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Pemandangan yang disuguhkan wisata arung jeram di Sungai Citarum, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. dok: Jannisha Rosmana Dewi

Kapinis adalah salah satu yayasan yang mengelola olahraga arung jeram di Sungai Citarum. Terletak di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, basecamp Kapinis bisa dijangkau kurang lebih dalam waktu 1 jam dari pusat kota Bandung. Perjalanan dari Bandung bisa dilalui melalui Tol Padalarang, kemudian masuk ke daerah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling. Mengikuti jalan utama, pengunjung akan menemukan basecamp Kapinis tidak jauh dari Power House dan Tempat Pembibitan Saguling. Pepohonan rindang, pegunungan, dan bau belerang yang tercium mengiringi perjalanan menuju basecamp Kapinis.

Portal PLTA Saguling yang dilewati menuju ke basecamp Kapinis. dok: Amalia Qisthyana Amsha

Portal PLTA Saguling yang dilewati menuju ke basecamp Kapinis. dok: Amalia Qisthyana Amsha

Sungai Citarum adalah satu-satunya sungai di Jawa Barat yang tidak pernah mengering ketika musim kemarau. Di sungai inilah olahraga arus deras pertama kali lahir. Terdapat berbagai medan arung jeram yang menarik untuk ditaklukkan peserta di Sungai Citarum. Ada sekitar empat macam medan yang menjadi tantangan berarung jeram di Citarum yaitu Standing Wave, Hole, Eddies, dan Boil. Standing Wave adalah ombak cukup tinggi yang muncul akibat perbedaan kecepatan arus, memberikan efek guncangan pada perahu karet ketika menerjang ombak yang membenturnya. Hole memungkinkan perahu karet terbalik karena lubang yang berada di dasar sungai. Eddies adalah pusaran air, sedangkan Boil adalah jenis jeram yang menyerupai air mendidih karena efek bebatuan sungai di bawahnya. Setiap medan memberi kesenangan tersendiri, ketika peserta melewatinya tak jarang ada yang terlalu bersemangat sampai berteriak kegirangan.

Tidak ada syarat apapun dalam melakukan wisata arung jeram. Tidak bisa berenang pun tidak masalah, karena pelampung akan selalu menjaga peserta. Itulah yang dijanjikan oleh Wawan Purwana, pengelola sekaligus pembimbing yayasan Kapinis. Dengan rekor yang dicapai yayasan Kapinis sebagai satu-satunya yayasan dengan zero accident (belum pernah ada kecelakaan fatal), peserta dijamin akan aman dibawah bimbingan pria yang akrab disapa Kang Wawan ini. Keahlian Kang Wawan dalam berarung jeram tidak diragukan lagi karena ia adalah seorang assessor guide, kompeten memberi sertifikasi bagi pelaku olahraga arung jeram yang sudah diakui se-Asia Pasifik.

Wawan Purwana yang ditemui di basecamp Kapinis pada Selasa (13/5), sedang menjelaskan teknik berarung jeram. dok: Jannisha Rosmana Dewi

Wawan Purwana yang ditemui di basecamp Kapinis pada Selasa (13/5), sedang menjelaskan teknik berarung jeram. dok: Jannisha Rosmana Dewi

Ketika sampai di basecamp Kapinis, peserta akan dibagikan pelampung dan helm sebagai alat pengaman dasar. Tidak hanya itu, demi keselamatan, emergency and rescue technique dan prosedur menyelam dasar akan diajarkan Skipper (pemimpin tim arung jeram dari Kapinis) sebelum peserta turun berarung jeram. Perlengkapan yang memadai, pemimpin/pembimbing tim, serta safety procedure yang diberikan Kapinis benar-benar membuat arung jeram dirasa aman, bahkan bagi yang pertama kali mencoba sekali pun.

Setelah perlengkapan dan pengetahuan dasar selesai diajarkan, peserta siap untuk turun berarung jeram. Perahu karet yang telah dipompa penuh akan dibawa oleh para skipper Kapinis menuju tempat awal (start). Peserta dan skipper harus berjalan kaki kurang lebih sejauh satu kilometer sampai akhirnya berhenti di ujung Sanghyang Tikoro, sebuah situs gua di Desa Rajamandala. Keindahan gua Sanghyang Tikoro yang asri dan jarang dijamah ini dijamin akan menimbulkan decak kagum peserta arung jeram Kapinis.

IMG_7893

Pemandangan di gua Sanghyang Tikoro, start rute arung jeram bersama Kapinis. dok: Amalia Qisthyana Amsha

Pemandangan di gua Sanghyang Tikoro, start rute arung jeram bersama Kapinis. dok: Amalia Qisthyana Amsha

Karena perjalanan berjalan kaki cukup jauh, disediakan waktu beristirahat sambil menikmati pemandangan gua. Setelah semua siap, skipper memandu untuk berdoa bersama untuk kemudian langsung meluncur berarung jeram di sungai. Rute sepanjang 3 kilometer akan ditempuh peserta selama 1,5 jam. Tetapi tidak menutup kemungkinan rute yang ditempuh memakan waktu lebih dari itu, karena setelah menempuh setengah perjalanan, disediakan paket makan dan minum air kelapa gratis bagi peserta di pinggir sungai. Belum lagi jika ada event tertentu atas permintaan peserta, Kapinis bisa menyediakan games di tengah sungai. Games bisa berupa perlombaan balap mendayung, lomba emergency rescue, atau lomba adu cepat kembali ke perahu yang terbalik. Petualangan arung jeram akan berakhir di Muara Jembatan Lama Rajamandala. Setelah sampai, peserta akan diangkut oleh transportasi lokal yang disediakan Kapinis untuk kembali ke basecamp.

Wisata arung jeram mengarungi Sungai Citarum. dok: Adzhani Fatimah

Wisata arung jeram mengarungi Sungai Citarum. dok: Adzhani Fatimah Az-Zahrah

Ada beberapa paket yang ditawarkan oleh Kapinis bagi wisatawan umum. Dengan fasilitas peralatan, skipper, paket makan, air kelapa, dan transportasi lokal, peserta cukup mengeluarkan uang Rp 175ribu/orang. Sedangkan bagi mahasiswa, satu kelompok arung jeram yang terdiri dari 6 orang dapat membayar Rp 500ribu/tim untuk menyewa perahu dan seorang skipper. Kapinis juga menyelenggarakan sekolah arung jeram yang dibuka 6 bulan sekali. Selama 6 hari peserta akan diajarkan paket lengkap teknik berarung jeram sambil menginap di tenda, termasuk biaya konsumsi dan transportasi dengan membayar Rp 750ribu/orang.

Untuk reservasi wisata arung jeram, wisatawan bisa mengunjungi langsung basecamp Kapinis. Karena semua skipper Kapinis adalah warga asli sekitar Sungai Citarum, maka basecamp Kapinis buka setiap hari, mulai pukul 07.00-16.00 WIB.

 

Tim Liputan:

Reporter: Jannisha Rosmana Dewi

Fotografer: Amalia Qisthyana Amsha, Jannisha Rosmana Dewi, Adzhani Fatimah Az-Zahrah

Editor: Adzhani Fatimah Az-Zahrah

Leave a Reply