Plat B di Mata Mereka

Plat B kuasai The Secret saat akhir pekan

Akhir pekan bagi sebagian orang adalah saatnya meluangkan waktu bersama keluarga. Tamasya, jalan-jalan ke luar kota, atau mungkin berbelanja lazimnya menjadi pilihan utama. Namun tidak bagi Eman dan Ujang. Mereka berdua adalah juru parkir outlet-outlet di sekitar Jl. Riau  yang menjadi sasaran utama para wisatawan saat akhir pekan.

Pembangunan yang begitu cepat, semakin menjadikan Bandung kota pilihan pertama bagi warga Jakarta berakhir pekan. Banyaknya ragam kuliner dan juga toko pakaian (factory outlet dan distro) seakan membuat para wisatawan lokal dimanjakan oleh kota yang juga dikenal dengan sebutan kota kembang. Salah satu pusat keramaian Bandung saat akhir pekan adalah di Jl. Riau. Sepanjang jalan ini banyak terdapat toko pakaian seperti factory outlet (FO) dan juga distro. Tak heran bukan, mengapa jalan ini dipadati oleh mobil-mobil dari Jakarta hampir setiap akhir pekan.

Eman, juru parkir Heritage

Eman yang sudah berkeluarga dan beranak satu harus merelakan waktu akhir pekannya untuk bekerja. Sebab, pada hari itulah pendapatanya dari tip para pengunjung berkali-kali lipat. Ia tidak pernah bermimpi untuk punya mobil, bahkan untuk mengendarainya saja tidak bisa. Namun, dalam hal mengatur mobil, ia jagonya. Sembilan tahun ia jalani pekerjaan sebagai juru parkir di FO Heritage.

Saat Eman ditanya tentang pendapatnya mengenai Bandung saat ini, ia dengan senyum menjawab “Kalau kata orang sini Plat B itu bikin sempit, buat saya justru itu sumber penghasilan”. Eman mengaku senang dengan keadaan Bandung saat ini, lapangan pekerjaannya terasa lebih makmur. Walaupun ia juga mengakui kini Bandung terasa lebih panas akibat polusi kendaraan bermotor.

Terima uang tip dari pengunjung

Kurang lebih 800 mobil keluar masuk Heritage di hari Sabtu dan Minggu. Sekitar 80% adalah mobil Plat B, dan sisanya D dan F. “Pengunjung yang berasal dari Jakarta terkadang memberi uang tip bisa sampi Rp 10rb” jelas Eman. Oleh karena itu, sangat sayang untuk melewatkan kedua hari tersebut.

Ujang kira-kira bernasib sama dengan Emang. Akhir pekannya dihabiskan mengatur mobil-mobil para keluarga yang sedang berakhir pekan. Di umurnya yang sudah senja, dia harus melawan panas ataupun hujan demi pekerjaannya sebagai juru parkir di FO The Secret yang juga terletak di Jl. Riau. Ujang berpendapat kurang lebih sama dengan Eman. Ia menganggap kepadatan Bandung di akhir pekan oleh kendaraan dari Jakarta merupakan keuntungan buatnya. Tidak seperti Eman yang mendapat gaji pasti setiap bulannya, Ujang hanya mengandalkan pendapatan perhari. Oleh karena itu, semakin ramai menurutnya semakin banyak uang yang bisa dibawa pulang.

Dalam setiap kondisi memang selalu ada pihak yang dirugikan dan juga diuntungkan. Contohnya adalah kejadian diatas, saat banyak warga Bandung mengatakan kendaraan dari Jakarta membuat Bandung menjadi penuh sesak.

Tidak untuk mereka yang berprofesi sebagai juru parkir, bagi mereka itu adalah sumber penghidupan.

(meissa putri/editha apriyanti/muhammad khadafi)

 

Leave a Reply