Goes Sepeda Malam Hari? Siapa Takut!

Puluhan penggoes sepeda dengan roda tipis dan bentuk yang manis namun dinamis melaju kencang melawan dinginnya angin malam di Kota Bandung. Tak tentu arah yang dituju, hanya mengikuti keinginan hati untuk menikmati indahnya Kota Kembang di kala malam sambil menggoes sepeda dalam sebuah barisan linear panjang yang merapat ke trotoar jalan raya. Siapakah mereka? Sepeda apa yang mereka tunggangi?

sumber foto : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1688458888113&set=t.1262261723#!/photo.php?fbid=428518384821&set=t.1262261723&theater

Roda tipis, body langsing, tapi tidak mempunyai rem. Inilah sepeda fixie. Segala keunikannya membuat banyak mata melirik ketika sepeda itu melaju dengan kencangnya atau bahkan saat manis diparkir. Apalagi saat mengetahui bahwa setiap detil dari sepeda ini dapat dirancang sesuai dengan bayangan sang pemilik. Rasanya bukan hal yang aneh jika sepeda ini kemudian mempunyai banyak penggemar sekarang ini. Hobi bersepeda yang sempat tenggelam kini mulai muncul kembali dan digandrungi oleh banyak kelompok masyarakat terutama para kawula muda.

Seiring terkenalnya sepeda Fixie, muncul juga banyak komunitas akan sepeda ini. Salah satunya South Beach Queen, yang dapat ditemukan di Jalan Ternate, Bandung setiap hari rabu dan jumat pukul 20:00. Komunitas ini tersebar di kota Bandung. Ayang, salah satu anggota memaparkan, komunitas ini merupakan komunitas terbuka untuk semua kalangan yang ingin ikut perkumpulan ini. Tidak ada kewajiban untuk datang setiap rabu dan jumat malam, atau komunitas yang menuntut uang kas tiap minggunya. Komunitas ini merupakan kumpulan orang yang mempunyai kesamaan hobi, yaitu bersepeda. Bahkan tidak terbatas pada sepeda Fixie.

sumber foto: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1207816633147&set=t.1262261723#!/photo.php?fbid=1207816593146&set=a.1207812593046.2031255.1160635454&theater

Komunitas ini tidak hanya berkumpul tanpa kegiatan yang jelas. Sejak berdirinya di tahun 2009, berbagai kegiatan sudah dilakukan oleh South Beach Queen, salah satunya “Night Ride”. Sesuai namanya, kegiatan ini dilakukan pada malam hari, mulai pukul 20:00 hingga dini hari. Night Ride tak mempunyai tempat pasti untuk didatangi. Tetapi dari yang sudah pernah dijalani, konvoi sepeda cantik ini bisa sampai ke Lembang dan Tegalega. Bukan jarak yang dekat tentunya untuk ditempuh menggunakan sepeda. Mengapa malam hari? Alasannya, menghindari padatnya kendaraan bermotor yang menggunakan jalan, dengan berbagai pertimbangan, seperti keselamatan.

Ya, berbagai pertimbangan keselamatan memang sudah dipikirkan secara matang. Namun, masih ada saja cacat dari kesempurnaan sebuah aturan. Kecacatan bukan terletak pada aturannya, melainkan pada anggota yang seharusnya menjalankannya. Komunitas telah memberikan patok yang jelas tentang ketentuan atau standar sepeda yang pantas mengikuti kegiatan ini. Salah satunya adalah memasangkan strap pada pedal sepeda. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sepeda fixie tidak mempunyai rem. Satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk menghentikan laju sepeda adalah pedal sepeda itu sendiri. “Sekuat-kuatnya kaki kita, nggak akan kuat nahan pedal,” jelas Ayang untuk para pemula yang ingin terjun ke dunia sepeda fixie.
Apa yang akan terjadi jika standar itu diacuhkan? Banyak alternatif jawaban yang akan muncul di kepala. Namun, dua anggota South Beach Queen sudah mempunyai jawaban pasti di kepala mereka. Jawabannya adalah celaka. Akibat tidak memasang strap pada pedal sepedanya, mereka mengalami kecelakaan dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Salah satu dari mereka bahkan sempat dikirim ke UGD.

Kegiatan lain yang menjadi program oleh komunitas ini ialah touring daerah. Touring ini sudah berjalan sejak bulan Januari 2011, dengan menggunakan sepeda berkeliling daerah hingga pulau Bali dan berakhir di Jakarta.
Bukan hanya sekedar berkeliling menggunakan sepeda, dan pamer keahlian serta berbagai macam bentuk sepeda, anggota komunitas ini juga secara ‘halus’, mengkampanyekan untuk mengurangi polusi kota Bandung dan menjaga kesehatan. Dengan menggunakan sepeda, kita dituntut untuk berolahraga sekaligus menjaga lingkungan.

Kampanye bisu lain pun digencarkan dengan cara yang lebih halus. Dengan mengendarai sepeda bergengsi tinggi, South Beach Queen ingin mengirimkan pesan singkatnya kepada masyarakat. Opini mereka tentang diskriminasi. “Orang-orang selalu menganggap anak sepeda itu jelek karena pengendara sepeda itu tempat rendah. Pejalan kaki, sepeda, motor, baru mobil. Kalo saya saranin sih saling menghargai lah. Kita sama-sama pengguna jalan. Jangan merendahkan sepeda,” tegas Ayang. (Hanna/Arya Triputra/Renvika)

Leave a Reply