FENOMENA KRIPIK MAICIH: ANTRIAN SAMBIL NGECENG

Tim: Afif Permana Aztamurri, Arif Mulizar , Suci Amelia H

Bandung sekarang sedang dihebohkan dengan fenomenal kripik maicih. Kripik maicih ialah kripik yang terbuat dari singkong, hampir sama dengan kripik lainnya. Namun, keunikan kripik singkong ini seakan-akan dapat “menghipnotis” pembelinya. Antrian panjang tidak akan menjadi sesuatu yang aneh lagi dari transaksi jual-beli ini.

Reza Nurhilman yang akrab disapa Axl ialah pendiri dari kripik maicih. Ia mulai berwiraswasta di bidang kuliner bulan Juni 2010. Awal mula mendirikan kripik maicih adalah dengan pertemuannya dengan perempuan separuh baya yang berjualan kripik di daerah Cimahi, yang pada akhirnya menjadi partner Axl. Pemasaran kripik maicih pertama kali dimulai door to door dengan pemesanan antar kosan. Namun, lama-kelamaan karena permintaan semakin banyak tercetuslah ide untuk menyebarluaskan kripik maicih ini. Caranya dengan menjualnya secara berpindah-pindah. Sekarang, kripik maicih dipasarkan dengan mobil yang nomaden.

Banyak hal unik yang dapat kita temukan dalam pemasaran maicih. Distributor yang  disebut sebagai jenderal, adanya level-level yang menentukkan kepedasan kripik, penjualan kripik dengan mobil yang selalu berpindah-pindah, dan informasi maicih yang hanya dibertahukan via twitter.

Distributor atau yang disebut sebagai jendral ialah orang yang memasarkan kripik maicih ini. Jendral yang ada sampai saat ini berjumlah lima belas orang yang tersebar di daerah Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Sukabumi. Lima belas orang jenderal ini ialah orang-orang dekat Axl. Tetapi sekarang, tidak menutup kemungkinan bila ada yang mau ikut bekerja sama.

Penjualan kripik maicih ini selalu berpindah-pindah (nomaden). Ketika ditanyakan apakah nantinya ingin menetap disuatu tempat, Axl lebih memilih untuk tidak menetap. Alasannya agar semua masyarakat dapat merasakan maicih. Jika ditetapkan disuatu tempat, maka daerah yang jauh dari tempat itu otomatis tidak mendapatkan akses pembelian.

Axl tidak memunyai target penjualan yang pasti, meskipun penjualan maicih mencapai 3000 bungkus per hari. Untuk menghasilkan 3000 bungkus, Axl membutuhkan delapan orang karyawan dalam pembuatannya dan tujuh setengah ton bahan dasar. Yang membatasi pembuatan kripik ini ialah bahan baku. “Jadi bukannya kami hanya ingin memproduksi 3000 bungkus. Kami ingin membuat lebih banyak. Tapi terkendala bahan baku. Untuk itu kami mencoba membuat varian baru.”

Hal yang terunik dari Maicih ini ialah tingkat kepedasan yang berlevel-level, yakni level 3, level 5, dan yang terpedas ialah level 10.  Mengapa tingkat kepedasannya berbeda? Cabe yang digunakan tetaplah sama. Namun, hal yang membedakannya yakni cara penggorengannya. Semakin pedas maka semakin lama menggorengnya. Ide pembuatan kripik dengan tingkat kepedasan yang berbeda-beda ini didapatkan dari diskusi dengan teman-temannya. Dari risetnya itu, kebanyakan kripik di Jawa Barat tidak berani menjual kripik yang pedas. Maka dari itu, ia memberanikan diri menjual kripik sampai ketingkatan super pedas.

Bukan pemandangan yang aneh lagi bila ada antrian panjang sewaktu penjualan kripik ini. Padahal informasi yang disampaikan hanya lewat akun twitter. Pemandangan antrian kripik ini selalu dirasakan karena pembeli takut kehabisan. Namun, cukup mengejutkan juga hasil survey yang dilakukan Axl mengatakan 60% pembeli memang senang mengantri karena sambil “ngeceng” katanya.

Sekarang sudah banyak kripik yang meniru-niru kripik maicih ini. Hal itu sudah dimaklumi Axl sebagai pendiri CV. Axl mensiasatinya dengan selalu berinovasi dan menambah varian kuliner. Untuk kedepannya ia ingin menjadikan kripik Maicih sebagai PT karena dari segi hukum sudah kuat dan bila ingin mengekspor akan lebih mudah.

Enterpreneur Muda

Axl sekarang duduk di jurusan manajemen Universitas Maranatha. Meskipun tertinggal beberapa tahun untuk duduk di bangku kuliah, baginya hal itu bukan masalah. Ia merupakan salah satu entrepreneur muda yang berani sebab ia tidak memunyai modal yang cukup untuk menjalankan usahanya. Sejak SMA ia telah mulai terjun di dunia bisnis.  Ia terjun ke dunia bisnis ini karena tuntutan ekonomi keluarga yang mau tidak mau membuat ia harus memutar otak untuk mencari uang.

Memiriskan baginya melihat komoditas pasar yang cenderung berduyun-duyun menggerogoti barang sisa ekspor. Maka dari itu, ia ingin mengangkat kuliner Bandung. Salah satu jalannya dengan memperkenalkan kripik maicih sampai ke mancanegara.

9 comments for “FENOMENA KRIPIK MAICIH: ANTRIAN SAMBIL NGECENG

  1. wahyu putra
    August 15, 2011 at 19:24

    met malam…maaf mau tanya untuk distributor di jogja menghubungi siapa??
    karena kami domosili di kabupaten semarang,untuk penjualan maicih hanya ada di kodya semarang,jd untuk kabupaten belum ada padahal banyak peminatnya…bila diijinkan mohon no contact/e-mail yg bisa dihubungi untuk kami pasarkan di kabupaten semarang.
    makasih sebelumnya…

  2. iin
    July 22, 2011 at 15:24

    Mau order kripik mak icih Ɗơoº°˚˚°ñƘ penasaran sm rasanya,dan kpedasannya,plis…….

  3. amelia
    April 23, 2011 at 22:09

    kemasannya sederhana, tp laris.. strategi pasarnya oke bgt.

  4. oi oi
    April 20, 2011 at 11:34

    follow aja @maicih (official account)

  5. stefani
    April 15, 2011 at 14:49

    kalo mau pesan gimana? ke Padang??? jadi penasaran mau nyobain, min order berapa bks? lezz email @thety_25@yahoo.com
    pLiiiiiss jangan jkt bdg sby ajah

  6. mike
    April 9, 2011 at 07:54

    MANTAP!

  7. anggi
    April 6, 2011 at 19:56

    TOP BGT !

  8. Christina Suhadi
    March 31, 2011 at 00:25

    wew…. tp kalo pindah2 terus kan yg sibuk sehari2nya jadi susah buat beli maicih…. padahal lg ngidam…. kalo delivery bisa ga ya? misal minimal 10 bungkus gt….

    • mike
      March 31, 2011 at 09:14

      coba aja follow twitternya @infomaicih :)

Leave a Reply