Seniman Bangun Pagi Sarana Meraih Mimpi

Seniman Bangun Pagi ialah sebuah komunitas yang mewadahi siapa saja yang ingin berkarya di bidang seni. Berawal dari mimpi yang berbeda dengan yang lain dan kesamaan visi misi anggotanya, mereka yang berasal dari jalanan bergabung. Karena sering merasa dipinggirkan dan dipandang sebelah mata ketika mengisi sebuah acara, mereka berkeinginan membuat sebuah acara sendiri dimana talent dan yang mebuat acaranya mereka juga. Bermodal dari uang patungan anggotanya, mereka menyewa alat musik. Saat pertama kali tampil, alat musik yang mereka gunakan hanya gitar, bass, dan jimbe. Itulah awal tekat mereka saat muncul di Car Free Day.

Komunitas ini bermarkas di Monumen Perjuangan, jalan Dipati ukur, Bandung. Namanya Kampung Seniman Bangun Pagi. Kampung ini baru dibuat sekitar awal tahun 2011. Sebenarnya, nama dari komunitas ini ialah Kreator atau Kreasi Art Trotoar. Tapi karena nama yang sudah banyak di kenal Seniman Bangun Pagi, jadi nama inilah yang sering digunakan.

Berbagai macam komunitas ada di sini, anak-anak teater lukis, kuliner, musik, desain, pahat dan lainnya.  Namun semua itu tetap dinaungi oleh Seniman Bangun Pagi.

Saat pertama kali tampil,  Direktur Kesenian Sunda ikut menyaksikan pertunjukan tersebut. Kinerja mereka diapresiasi, bahkan sampai ditawari tampil di Java World Music untuk mewakili Indonesia. Sejak saat itu, mereka rajin manggung di berbagai kesempatan bahkan yang tadinya seni mereka kurang dipandang kini malah sebaliknya. Mereka juga menjadi salah satu pengisi acara di Kemilau Nusantara dan memiliki acara musik tetap di Car Free Day.

Pasca Kemilau Nusantara, berbagai pameran dan perangkat saat event berlangsung menjadi sampah, Monumen terlihat tidak terurus Mereka mendapatkan izin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbutpar) pusat di Jakarta serta izin dari Wakil Gubernur Jawa Barat untuk menghidupkan Monumen dengan menampilkan ragam seni yang dimiliki oleh setiap Seniman. Dengan modal sendiri mereka sukarela untuk  merenovasi Monumen menjadi tempat wisata seni budaya Jawa Barat. Sementara itu di depan Monumen dibangun pendopo oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk melengkapi perangkat yang diperlukan saat Seniman Bangun Pagi mengadakan event.

Kang Uwie, ketua Seniman Bangun Pagi memiliki latar belakang seni musik. Bakat bermusiknya ada sejak ia lahir, namun ia ingin lebih mengasah bakat bermusiknya dengan belajar kepada Harry Roesli. Ia juga sempat les Vokal dengan Adjie Esa Poetra. Dahulu ia sempat menjadi Dosen di salah satu Perguruan Swasta untuk mengajar seni. Hanya saja ia lebih memilih menjadi Seniman karena dengan begitu bakat yang ada dalam dirinya bisa tertuang lebih bebas lagi tanpa ada unsur keterkaitan profesi (dosen- mahasiswa). Walaupun profesi ini dilakukan secara sukarela. Ia menjadi seniman karena ingin menjaga keabadian karya dan ini juga merupakan salah satu amanah yang harus dijalankan oleh Uwie dari kang Harry Roesli.

“tidak gampang untuk menjaga eksistensi Seniman di sini, tidak sedikit organisasi lain yang mencoba mengecoh eksistensi kami sebagai seniman” ujar Uwie, Ketua  seniman. Dalam hal ini geng motor juga ormas-ormas lain takut eksistensinya meredup. Belum lagi Sepanjang diadakannya kepantiaan di Seniman Bangun Pagi, banyak sekali personil atau anggota yang tidak berkomitmen. Ini juga  menjadi kendala yang harus dihadapi oleh para seniman.

Saat komunitas Seniman Bangun Pagi berdiri, ada sekitar 30 orang yang bergabung. Sekarang jumlah anggotanya bertambah banyak, tetapi anggota asli yang bertahan hanya tujuh orang. “Yang sudah keluar, tidak boleh masuk lagi. Itu konsekuensinya,” ujar Mandra, sekertaris Seniman Bangun Pagi. Menurutnya, banyak orang yang sulit untuk berproses. Di komunitas ini, yang dibutuhkan adalah orang-orang yang mau berproses dan berkomitmen dengan waktu dan apa yang telah disanggupi ketika bekerja.

“Banyak yang sering bertanya mau dibawa kemana komunitas ini?kita ngga mau jawab, takutnya ada kekecewaan diantara kita. Kita mah jalanin aja. Kita punya rencana, kita jalanin bareng. Tujuan utanyanya mah pastilah keberhasilan.” Kata Mandra.

Seniman Bangun Pagi memiliki filosofi, dengan bangun pagi maka kita tidak akan tidur lelap yang dapat merugikan orang lain dan membuat segala macam bentuk kemanfaatan hilang. Karena bangun pagi adalah awal dari setiap aktifitas. Dan siap membuka dunia cakrawala agar lebih baik. “Seni  itu indah, seniman adalah orang yang menggerakan keindahan yang telah ada dalam setiap nyawa seni” jelas Uwie di akhir wawancara.

(yosie,tristia,ana)

Leave a Reply