Forum Diskusi Mahasiswa: Menggali Minat Memperbaiki Bangsa

Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki sistem Demokrasi. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Saat hidup di masa orde baru pengekangan terhadap kebebasan politik seringkali terjadi. Pemerintah yang otoriter menjadikan rakyat “lumpuh” dan tidak bisa berpendapat bahkan memperjuangkan nasib hidupnya. Seperti contoh, para aktifis muda tidak bisa beraspirasi secara bebas karena ada hal-hal yang dapat membuatnya dijebloskan ke penjara tanpa sebab, istilah ini sering disebut “tahanan pemerintah”. Saat rezim Soeharto tidak bisa lagi dipertahankan, sekelompok massa yang memiliki wadah  untuk menampung semua aspirasi rakyat dan menginginkan demokkratisasi nekat turun ke jalan dan meminta pemerintahan Soeharto turun.

Saat ini, Kampus-kampus negeri seringkali mengadakan diskusi kelompok poilitik, sosial, bahkan ekonomi dan telah membentuknya dalam suatu organisasi. Hal ini ditujukan bagi mereka yang mau beraspirasi untuk tetap mencapai demokrasi. Seperti salah satu contoh di kampus institut Teknologi Bandung (ITB) ada suatu organisasi bernama PSIK (Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan) yang menginginkan demokratisasi. Hal yang melatarbelakangi lahirnya organisasi ini adalah saat  Wimar Witoelar, 20 September 1970 mencoba mengkoordinir sebuah unit dan mengutus masing-masing dari himpunan untuk membentuk sebuah gerakan. Mengingat waktu itu zaman-zamannya militer masuk kampus. Semua kegiatan mahasiswa, himpunan-himpunan dikekang dan tidak  bisa konsolidasi.

PSIK adalah sebuah organisasi berbasis gerakan dari hasil kajian yang mereka lakukan. Diskusi  rutin dilakukan setiap dua kali tiap minggu. Diskusi biasa dilakukan bersama himpunan-himpunan.  Contoh gerakan yang udah jadi, gerakan SBY/JK evaluasi. Aksi massa ini dilakukan bersama teman-teman Universitas Indonesia (UI).

Awalnya memberi diskusi filsafat untuk  anak-anak baru, bertujuan mengasah minat diskusi. Setelah 2 bulan baru mulai diskusi tentang isu. Misal, diskusi tentang ekonomi kerakyatan. Produk dari hasil diskusi biasanya berbentuk tulisan, semacam buletin kemudian Disebarkan ke kampus. Presiden PSIK, Putu Nitya Nipuna menuturkan “Minat diskusi Anak-anak PSIK tuh setiap angkatannya nggak lebih dari 10 orang yang bertahan. Tapi waktu zaman saya sekarang malah 40 orang sih, merata malah dari setiap jurusan”.

Peran alumni, menjaga agar PSIK keep on track. Putu juga menuturkan  “Kami juga beberapa kali kedatangan tokoh, seperti Fadjroel Rachman, bang Rizal Pramoeli, Pramono Anung”. Harapan untuk anggota 2010, 2011, 2012, dan seterusnya, minat untuk memperbaiki negaranya menjadi semakin besar. Diskusi rutin ini bersifat terbuka, siapa saja boleh ikut megaspirasikan suaranya demi mencapai demokatisasi.

Sementara itu di Universitas Padjadjaran (Unpad) ada juga sebuah organisasi bernamakan Lembaga Pengkajian Pengabdian Masyarakat Demokratis (LPPMD). Mereka adalah Salah satu pendemo yang memperjuangkan demokrasi saat pemerintahan Soeharto. Bang Oki, mahasiswa Fisip Unpad berfikir bahwa setelah Indonesia masuk dalam proses demokratis maka kebebasan politik akan dicapai. Namun tidak semua orang dapat melakukan demo, perlu skill untuk bisa mempersuasi massa agar mau mengungkapkan pendapatnya terhadap pemerintah.

LPPMD muncul  setelah mereka berani dan mampu melakukan pengkajian, diskusi dan argumen yang jelas. Sederhananya, LPPMD lahir dari mimpi sekelompok mahasiswa untuk menggapai demokratis. Dalam organisasi LPPMD, istilah Dasar Organisasi Orgentry (DPO) digunakan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat yang tereksploitasi, ditindas pemerintah yang semena-mena. Nuris, Ketua LPPMD menuturkan “Salah satu cara kami meminimalisir ketidakadilan itu yakni melalui pendidikan, karena LPPMD lahir di ranah pendidikan maka kami mencoba membangun semangat mahasiswa Unpad untuk bisa memiliki title kampus pembebasan dari kebodohan”.

Mahasiswa memiliki daya kritis, analitis, skeptis, penalaran, dan lain sebagainya maka harus mampu untuk mengimplementasikan di tengah masyarakat. Sejauh ini hal yang telah dilakukan LPPMD adalah mengembangkan tiap divisi pendidikan, pengabdian, dan jurnal. Karena organisasi mereka menganut sistem kaderisasi maka kepengurusan anggota tidak bisa keluar begitu saja. Mereka yang berminat masuk organisasi ini telebih dahulu di tes pendidikan dasar. Sementar itu harus ada diskusi kurikulum yang harus dicapai anggota. Sehingga tercapainya pemikiran yang ideologis.

Ada dua jenis diskusi yang dilakuakn oleh LPPMD ini. Pertama, mereka melakukan diskusi kurikulum setiap kali ada anggota baru masuk sehingga terciptanya pemikiran yang ideologis. Kedua, adanya diskusi reguler yang mengkaji isu kampus bahkan nasional. Sama halnya dengan PSIK, LPPMD juga seringkali menghasilkan tulisan setelah diskusi.  LPPMD juga mengelurakan bulletin setiap dua minggu sekali untuk dibagikan dan ditempel di mading, facebook dan blog.

LPPMD juga mengadakan pelatihan internal yang didalamnya mengkaji, menalar, serta menganalisis suatu hal. Misalnya, cara untuk memanajemen forum. Hal ini dilakukan agar setelah mereka berhadapan dengan dunia kerja akan lebih leluasa mengingat telah mengalami masa kerja di satu organisasi.

Leave a Reply