Selasar Sunaryo, Tempat “Pamer” Para Seniman

Selasar Sunaryo Art Space Ruang A

Terletak di wilayah Bukit Pakar Timur, galeri yang tidak begitu besar ini tempat ini menawarkan segala bentuk karya seni yang layak untuk diapresiasi. Selasar Sunaryo Art Space bukanlah galeri seni biasa. Tempat bernuansa alam ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para penikmat seni, baik seni modern ataupun kontemporer.

Selasar Sunaryo sudah berdiri sejak tahun 1998. Berawal dari niatan untuk menyimpan berbagai hasil karya dari sang pemilik, Drs. Sunaryo, dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Kini Selasar Sunaryo sudah menjadi tempat tujuan wisata budaya. Bagi pelaku dan penikmat seni mungkin Selasar Sunaryo sudah tidak asing lagi, karena galeri ini sudah cukup terkenal hingga ke kancah internasional.

“Awalnya tempat ini dibuat untuk menampung karya dari Pak Sunaryo, namun seiring berjalannya waktu kini tempat ini sudah terbuka untuk umum dan biasa dijadikan sebagai tempat tujuan wisata budaya” Ujar Rosiyani Aman, Manager Selasar Sunaryo.

Bale Handap, Terinspirasi dari Kebudayaan Jawa

Konsep menyatu dengan alam sangat terasa sejak Anda memasuki kawasan parkir tempat ini. Banyaknya tumbuhan dan batu-batuan sebagai dekorasi menjadikan tempat ini semakin nyaman dan sangat bernuansa seni.

Selain itu tiga galeri utama yang diperuntukan untuk menyimpan dan memamerkan hasil karya seni baik dari Pak Sunaryo atau seniman yang sedang mengadang pameran di galeri yang nyaman itu.

“Ada tiga galeri, galeri A dikhususkan untuk karya dari Pak Sunaryo. Sedangkan 2 lainnya untuk para seniman yang sedang melakukan pameran disini”, lanjut Yani, sapaan dari manager tempat. Selain itu, ada juga bale handap yang biasa digunakan untuk berbagai perhelatan seni ataupun workshop. Bangunan yang terinspirasi dari kebudayaan tradisional jawa ini, saat kami meliput sedang mengadakan pertunjukan Fata-fata yang bekerja sama dengan Goethe Institute dan UPI Bandung.

Tidak hanya galeri yang menjadi unggulan dari Selasar Sunaryo ini, tetapi acara-acara yang diadakan juga cukup menarik para penikmat seni. Misalnya pada tahun 2007 silam Selasar Sunaryo mengadakan pameran yang bekerja sama dengan seniman-seniman dari 10 negara diseluruh dunia. Selain itu salah satu pameran yang menarik yang akan digelar adalah “Tanah Ayer” yang bekerja sama dengan seniman dari Malaysia pada tanggal 29 April hingga 22 Mei 2011.

Yang menarik dari galeri ini adalah tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum, baik pameran karya seni ataupun pertunjukan-pertunjukan yang digelar di Selasar Sunaryo. Yani menjelaskan bahwa hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan seni kepada masyarakat.

Salah satu alasan pengunjung tetap datang ke tempat ini adalah karena tempatnya yang nyaman, tidak bising dan juga

Bersantai Sejenak di Kopi Selasar

sejuk. “Saya ke sini hampir tiap weekend, entah hanya untuk santai atau membawa tamu dari villa tempat saya bekerja,” jelas Nina salah satu pengunjung setia tempat ini selama empat tahun terakhir.

Setelah lelah melihat-lihat berbagai karya seni, pengunjung bisa bersantai dan mengistirahatkan diri di Kopi Selasar. Tempat ini masih berada di kawasan Selayar Sunaryo Art Space, di antara Bale Handap dan Galeri Ruang Sayap.

(Editha/Khadafi/Meissa)

Leave a Reply