Satu lagi Karya Kreatif Anak Bandung: Harley dari Sendok dan Garpu

Sudah bukan hal yang aneh sendok dan garpu digunakan untuk makan. Tapi, di daerah Pasirluyu, Bandung, ada sebuah sanggar kecil yang menjadikan sendok dan garpu sebagai bahan membuat miniatur motor. Nama sanggar itu adalah Sanggar Sendok dan Garpu, nama yang simpel tapi sebenarnya cukup terkenal.

Miniatur motor Harley Davidson terbuat dari sendok dan garpu

Sanggar tersebut adalah milik Dodi (36), orang pertama yang membuat miniatur motor dari sendok dan garpu. Meski bernama ‘sanggar’ namun Dodi lebih suka menyebut tempat tersebut ‘bengkel’ agar terkesan seperti tempat merakit motor.

Dodi, pemrakarsa "bengkel" Sendok dan Garpu

Pertama kali Dodi mengutak-atik sendok dan garpu ialah saat dia bekerja menjadi satpam di sebuah perusahaan. Sambil mengisi waktu luang saat berjaga itulah Dodi bermain dengan sendok, namun dia mulai serius menyalurkan idenya ketika keluar dari perusahaan dan memakai uang tunjangan sebagai modal.

Dodi yang sempat duduk di bangku sekolah sampai kelas 2 SMP tersebut mengaku bahwa awalnya dia hanya iseng membuat tangki bensin motor. “Karena sudah terlanjur bikin tangki, jadi ya dilanjut jadi motor,” ujar Dodi sambil tertawa.

Sudah cukup banyak pameran yang diikutinya, bahkan wisatawan asing juga banyak yang datang langsung ke dirinya untuk membeli miniatur motor tersebut. “Mungkin mereka tertarik karena modelnya. Motor Harley ‘kan terkenal di luar sana,” tutur Dodi ketika dimintai pendapat mengenai ketertarikan wisatawan asing. Dodi mengaku bahwa dirinya memang suka dengan motor-motor besar, oleh karena itu desain miniatur motornya sudah ada di luar kepala.

Beberapa model sepeda motor Harley karya Dodi

Sendok dan garpu sengaja dia pesan dari produsen pembuat sendok. Bahan stainless dan lebih tipis dari sendok bahan biasa menjadi pilihannya karena mudah dibentuk. Ukiran-ukiran di ujung dan pangkal pegangan sendokpun menjadi sentuhan artistik tersendiri dalam miniaturnya. Tapi tak hanya sendok dan garpu saja, sendok sayur kerap dia gunakan untuk minatur-miniatur yang ukurannya lebih besar.

Kerajinan tangan ini hanya dibuat dengan alat-alat pertukangan seperti; palu, paku, tang dan kikir. Tak ketinggalan baut dan mur untuk menyambungkan bagian-bagian motornya. Sendok dan garpu Dodi gunakan untuk membuat mesin motornya, begitu juga dengan knalpot, stang dan bagian-bagian motor lain. Sementara untuk ban, Dodi membuatnya sendiri dari bekas sandal dan paralon.

Proses pengerjaan miniatur motor ini kurang lebih memakan waktu satu hari untuk satu miniatur. Namun, seiring berkembangnya usaha ini dan Dodi juga mimiliki dua orang karyawan, dalam sehari dia bisa membuat enam motor. Miniatur itu sendiri memiliki beberapa ukuran.Mulai dari 15 sentimeter sampai 60 sentimeter, bahkan dia mengaku ingin membuat versi mini dengan hanya berukuran 4 sentimeter. Ukuran 20 sentimeter adalah yang paling banyak diminati. Untuk ukuran tersebut, Dodi membutuhkan sekitar 4 lusin sendok dengan modal kurang lebih Rp 30 ribu, Dodi bisa menjualnya sampai harga Rp 250 ribu. Untuk ukuran 40 sentimeter, membutuhkan 7,5 lusin sendok dan bisa dijual sampai harga Rp 500 ribu. Sementara untuk yang 60 sentimeter, menghabiskan 12 lusin sendok dengan harga jual mencapai Rp 750 ribu.

Sudah banyak galeri-galeri yang memajang karya-karya Dodi tersebut, bahkan sampai ke luar Bandung juga. Saat ini, Dodi sedang membangun sebuah galeri pribadi yang tak jauh dari ‘bengkel’nya. Galeri itu rencananya akan memajang berbagai model-model miniatur motor. “Kurang lebih saya sudah membuat 130 jenis motor,” ujar Dodi melanjutkan.

Hasil tangan Dodi ini sempat dipamerkan di Malaysia dan Australia, sehingga bukan hal yang mengherankan jika karya Dodi ini menjadi salah satu karya unggulan pemerintah Bandung dan Jabar. Tak jarang pula ada wisatawan yang sengaja datang ke ‘bengkel’nya untuk langsung melihat proses pengerjaan dan membelinya langsung dari Dodi. “Soalnya kalau di sini mereka bisa menawar dan jatuhnya lebih murah daripada di galeri yang menjual hasil ini,” ungkap Dodi disusul dengan tawa.

Dodi mengatakan bahwa dirinya tak pernah membayangkan bahwa keisengannya akan sampai berkembang seperti ini. Padahal dia dulu sering diejek oleh teman-temannya karena bermain-main dengan sendok saat bekerja. Namun sekarang, usahanya berkembang dengan pesat bahkan dikenal sampai ke luar negeri. (Yudha/Afriski)

5 Comments

  1. boleh di kase tahu caranya mas mungkin dalam bentuk buku biar menambah kreativitas anak bangsa …

  2. asep dadan priatna

    Terima kasih buat semua yang telah berkomentar di blog ini
    terutama saya ucapkan terima kasih kepada admin yang memeiliki blog ini
    untuk no kontak dan email bisa hubungi di bawah ini:
    hp : 082117951017
    email : asepdadanpriatna@yahoo.com

  3. asep dadan priatna

    terima kasih buat semua yang berkomentar
    ini no telpon yang bisa di hubungi 082117951017
    email: asepdadanpriatna@yahoo.com
    by. dody

  4. bolehkah minta alamat email-nya Kang Dodi & facebook'y ?

  5. boleh minta alamat dan no. telpon yang bisa di hubungi???

Leave a Reply