Saatnya Wisata Edukasi di Museum Geologi

Tampak depan Museum Geologi Bandung, Jl. Diponegoro 57 Bandung, Jawa Barat

Tampak depan Museum Geologi Bandung, Jl. Diponegoro 57 Bandung, Jawa Barat

Sebagian orang mungkin berpikir berwisata ke museum sangat membosankan. Saya termasuk salah satunya. Berjalan melihat-lihat berbagai benda yang disusun teratur terasa biasa-biasa saja. Jika ada pilihan wisata alam atau wisata museum, saya akan langsung memilih untuk berwisata alam.

Sewaktu kecil, saya pernah berwisata ke museum bersama orang tua di daerah asal saya, tepatnya di kota Padang. Waktu itu, saya sangat tertarik melihat berbagai macam benda yang dipajang di museum pemerintah daerah setempat. Satu persatu ruangan saya susuri, dan satu persatu benda yang terpajang saya nikmati sembari membaca berbagai informasi yang dituliskan. Namun suasana museum yang gelap dan kurang cahaya membuat tidak nyaman. Lampu yang remang dan sepinya manusia yang berkunjung cukup membuat bulu kuduk berdiri. Mungkin, ketidaktertarikan saya terhadap wisata museum berawal dari pengalaman ini.

Pindah ke kota Bandung, awalnya museum-museum yang ada di kota kembang ini tidak begitu menarik perhatian saya. Niat untuk berwisata ke museum tidak begitu menumbuk hati. Namun, sampai pada suatu saat masa senggang, entah kenapa timbul keinginan untuk melihat-lihat salah satu museum yang sangat terkenal di kota ini. Museum Geologi yang terletak di jalan diponogoro masih di daerah yang berdekatan dengan gedung sate.

Memasuki pintu utama, kita harus menuliskan nama kita terlebih dahulu di meja informasi yang berada di sebelah kiri dan kanan museum. Menariknya, ternyata saya tidak perlu mengeluarkan kocek untuk masuk ke dalam gedung. Menurut saya, hal ini merupakan ide bagus yang diterapkan oleh pengelola museum untuk menarik masyarakat  berkunjung ke museum. Memang pengetahuan harus ada harganya, namun museum yang berfungsi untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat terasa tepat guna jika tidak ada retribusi entry price-nya.

Museum ini tidak sepi. Para pelajar dan beberapa orang terlihat menikmati benda-benda yang diperlihatkan di dalam bangunan gedung berasitektur art deco ini. Bangunan museum terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi benda-benda yang berhubungan dengan perkembangan mahkluk hidup. Lantai kedua dipajang berbagai miniatur perkembangan geologi di Indonesia.

Kerangka Tyrannosaurus Rex (T-Rex), salah satu kerangka yang dipajang di lantai 1 Museum

Kerangka Tyrannosaurus Rex (T-Rex), salah satu kerangka yang dipajang di lantai 1 Museum

Ada hal-hal menarik yang saya temukan di museum ini. Pencahayaan yang bagus serta pengunjungnya yang juga tidak sedikit membuat suasana di dalam museum terasa hidup. Mulai bermunculan ketertarikan saya untuk menikmati berwisata ke museum. Mendapakatkan pengetahuan sambil berwisata ternyata menyenangkan juga. Jika  suasana museum seperti ini, pencahayaan yang baik serta pengunjung yang tidak terlalu sedikit, mungkin wisata museum akan menjadi sangat menarik.

Setelah puas berwisata sambil menambah pengetahuan, pengunjung museum ini juga bisa membeli beberapa souvenir yang bisa menjadi oleh-oleh untuk orang-orang di rumah. Adanya souvenir shop yang berada di sebelah kiri pintu utama menambah kelengkapan berwisata saya.

Ternyata wisata museum tidak begitu membosankan. Menyenangkan juga menghabiskan waktu dengan melihat-lihat benda yang ada di museum. Saya masih tetap bisa berwisata sembari menambah pengetahuan saya tentang benda benda geologi yang ada. Sudah saatnya untuk kita berwisata edukasi di museum.

Tips berwisata di Museum Geologi Bandung:
1.    Jangan lupa membawa kamera anda.
2.    Mintalah bantuan tour guide museum untuk menjelaskan lebih lanjut benda-benda yang dipajang di museum ini.
3.    Akan lebih menyenangkan jika pergi bersama keluarga terutama adik-adik kita yang masih sekolah.

Text : Suhervandri

Photo: Ihsan Abdillah