Aksi Para Pencari Keadilan untuk Bebaskan Dedi Suganda

Massa dari beberapa elemen pencari keadilan menuntut pembebasan Dedi Suganda di depan Pengadilan Tipikor Jl, R.E. Martadinata, Bandung, Kamis (31/5).

Bandung, Kamis (31/5), “Aksi Bebaskan Dedi Suganda” di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan R.E. Martadinata berlangsung damai. Aksi yang dijalankan oleh kumpulan beberapa komunitas pencari keadilan ini bertujuan untuk membebaskan Dedi Suganda tanpa syarat.

Dedi Suganda diamankan polisi setelah melukai Jaksa Sistoyo menggunakan golok kecil usai sidang di Pengadilan Tipikor, Bandung (29/2). Saat itu, Dedi mengaku aksi tersebut Ia lakukan untuk memberi peringatan kepada koruptor, karena Jaksa Sistoyo terbukti menerima suap sebesar Rp 100 juta atas kasus pemalsuan surat Pasar Festival Cisarua. Lieus Sungkharisma, koordinator “Aksi Bebaskan Dedi Suganda”, mengumpulkan elemen-elemen pencari keadilan yang ingin Dedi Suganda bebas karena mereka merasa tuntutan Jaksa Penuntut Umum terlalu berlebihan.

Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perdana kasus Dedi Suganda membacakan dakwaan berlapis,  termasuk pasal pembunuhan berencana. Sementara di luar Pengadilan Tipikor, Lieus mengungkapkan keinginannya untuk mencari keadilan di Pengadilan Tipikor Bandung setelah mengetahui Jaksa Sistoyo hanya di tuntut enam setengah tahun penjara.

“Kalau dilihat Sistoyo hanya dituntut enam setengah tahun penjara, padahal Jaksa Urip Gunawan yang menerima suap dari Artalyta dihukum 20 tahun penjara, ini suatu kemunduran yang luar biasa dalam keseriusan penegakan hukum, dan ini sangat mengecewakan. Apalagi kok tega Dedi Suganda dikenakan pasal pembunuhan berencana? Otaknya di mana? Kan gelo!” tegas Lieus yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (komTAK) usai memimpin “Aksi Bebaskan Dedi Suganda”.

Perwakilan dari Gerakan Karya Justitia Indonesia, M. Bonar, menyatakan “Aksi Bebaskan Dedi Suganda” hari ini sudah dimulai dari LP Sukamiskin, tempat Dedi Suganda diamankan. Namun, polisi yang membawa Dedi Suganda di dalam mobil melaju cepat menuju Jalan R.E. Martadinata setelah mengetahui ada massa yang menuntut pembebasan Dedi di luar LP Sukamiskin. Massa “Aksi Bebaskan Dedi Suganda” antara lain terdiri dari KomTAK, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992, Ganyang Mafia Hukum, Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB), dan Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI). “Kami akan mengikuti sidang Dedi dari awal, Kamis (7/6) nanti,” tutur Lieus.

One Comment

  1. neng che, ada typo penulisan nama "Dedy Suganda" alinea 2 kalimat ke-3 :3

Leave a Reply