Penjualan Merchandise Keliling, Ciri Khas Persib Bandung

Bus keliling Viking Persib Fanshop

“Hari ini Persib main, kan?” tanya seorang pekerja bangunan di sekitar Gedung Sate kepada tim liputan Citizenmagz, Kamis (21/3). Jawabannya? Tidak. Liga Super Indonesia sedang diliburkan demi keleluasaan para pemain terbaik tanah air saat memperkuat Indonesia dalam laga kontra Arab Saudi, Sabtu (23/3).

Tampak dalam bus Viking Persib Fanshop

Siapa yang tak mengenal Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (Persib)? Persib merupakan salah satu tim sepakbola ternama di Indonesia. Bahkan penduduk Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, menganggap Persib sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupannya. Kalimat tanya di paragraf pertama hanyalah contoh bagaimana perhatian lebih rakyat Kota Kembang terhadap Persib.

Di mata pecinta sepakbola tanah air, nama Maung Bandung tak bisa dilepaskan dari suporter setia mereka, Bobotoh. Solidaritas para Bobotoh menjadi alasan mengapa Persib, klub yang terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada tahun 1995, tetap harum namanya meski puasa gelar liga selama 18 tahun.

Viking, salah satu komunitas Bobotoh yang terkenal, memiliki rival abadi dengan suporter klub sepakbola Persija, The Jakmania. Permusuhan kedua belah pihak kerap membuat pihak keamanan bekerja ekstra keras. Tak jarang darah tertumpah saat pendukung garis keras bertemu. Bahkan hilangnya nyawa manusia pun pernah terjadi. Apakah hanya itu saja yang dapat dilakukan oleh para Bobotoh? Tentu saja tidak.

Di samping fakta di atas, ternyata Bobotoh juga dapat menunjukan rasa cintanya ke klub Pangeran Biru dengan cara yang positif. Pada tahun 2005, para Bobotoh berinisatif mendirikan The Official Viking Persib Fanshop, sebuah toko yang menyediakan berbagai atribut seperti merchandise dan jersey yang berhubungan dengan klub kesayangan mereka di Jalan Banda, Bandung.

Firman (33), pemilik Bus Viking Persib Fanshop

Pada tahun 2009, salah seorang Bobotoh yang aktif di Viking Persib Fanshop, Firman (33), berinisiatif untuk memasarkan barang-barang mereka melalui cara yang tidak biasa. Firman memasarkan produk Viking Persib Fanshop di dalam sebuah bus yang selalu beroperasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, setiap hari dari pagi hingga malam.

“Awal mula bus itu muncul karena banyak Bobotoh di luar kota Bandung yang bilang, ‘Kang, kalau bisa, setiap ada ulang tahun Persib, atau ada acara apa-apa, Viking Persib Fanshop ini hadir dong! Kasihan yang jauh’. Dari situ akhirnya manajemen beserta ketua Viking berinisiatif untuk menyewa bus, yang lama-kelamaan akhirnya jadi beli,” ujar Firman.

Langkah unik ini diakui Firman sebagai yang pertama di Indonesia. Pria yang mengaku pernah berkeliling ke sejumlah kota di Indonesia ini tak pernah melihat hal serupa dilakukan di tempat lain selain Bandung. Risiko yang ditanggung bisa jadi menjadi salah satu penyebabnya. Ia mengaku bus mereka pernah dilempari saat bertandang ke kawasan Kuningan, Jawa Barat

Persib Bus Distro M-Store

Cara distribusi aneka aksesoris Persib menggunakan bus ternyata tak hanya dilakukan oleh Viking Persib Fanshop. Persib bekerja sama dengan sebuah brand bernama DMC (Distro Mobile Corporation) untuk melahirkan Persib Bus Distro M-Store pada tahun 2012. Wakil Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat yang juga salah satu sosok ternama Indonesia, Muhammad Farhan, ikut berkontribusi dalam lahirnya M-Store ini.

“Berbeda dengan Viking Persib Fanshop, uang yang didapat dari penjualan produk Bus Distro M-Store ini menjadi salah satu pemasukan utama bagi Persib sendiri,” jelas Dedi Junaedi (39), penjaga M-Store. Ya, mengingat usaha ini berembel-embel resmi, keuntungannya tentu saja langsung mengalir kepada pihak klub.

Hal itu pula yang membuat harga produk di M-Store lebih mahal daripada Viking Persib Fanshop walau pilihan barangnya lebih sedikit. “Sedikit lebih mahal karena ofisial,” tutur Dedi. Aksesoris-aksesoris yang dijual pun berbeda. Pusat penjualan resmi dari Persib ini tak hanya memasarkan produk beraroma Maung Bandung, tapi juga kaus-kaus tim luar negeri semacam Manchester United, Real Madrid dan Barcelona.

Meski langkah Viking Persib Fanshop seolah ditiru oleh Persib, Firman sama sekali tak mempermasalahkan hal ini. “Ya, selama mereka tidak mengganggu sawah garapan sini, kami nggak akan mempersoalkannya,” tutup Firman.

Barang dagangan Bus M-Store

(Rizky Nawan Putra Lubis/Abiandi Widyadhana/Reza Rahmandito)

Leave a Reply