Adu Tangkas Domba Garut di Unpad

Tangkas domba garut di Unpad Jatinangor Kabupaten Sumedang, Minggu (31/3),  disaksikan banyak warga pecinta domba dan kambing garut dari berbagai kabupaten di Jawa Barat. Pertandingan kontes dan tangkas domba garut ini sebelumnya berlangsung di kota bandung, dan kabupaten Bandung. Final liga lomba tangkas di setiap kota di adakan satu kali dalam satu tahun pada bulan-bulan tertentu.

Tangkas domba garut di Unpad Jatinangor Kabupaten Sumedang, Minggu (31/3), disaksikan banyak warga pecinta domba dan kambing garut dari berbagai kabupaten di Jawa Barat.

 

Lapang PPBS Unpad Jatinangor, 29-30 Maret ditaksir 1000 masyarakat pecinta domba dan kambing beserta ternak yang diberi nama-nama unik seperti Nikita, Arjuna, Neng Aldah, Prabu dan domba dengan nama unik lainnya berduyun-duyun datang dari semua pelosok kabupaten se-Jawa Barat guna mengikuti perlombaan Seni Ketangkasan dan Kontes Ternak Domba Garut Musyawarah Daerah DPD HPDKI Jawa Barat 2013, berharap memenangi berbagai trofi dan berbagai hadiah menarik lainnya seperti tiga ekor sapi masing-masing berbobot tiga kwintal, empat ekor bibit domba garut, alat-alat elektronik seperti televisi, mesin cuci, kulkas, DVD Player dan piala.

Pertandingan kontes dan tangkas domba garut ini sebelumnya berlangsung di kota bandung, dan kabupaten Bandung. Final liga lomba tangkas di setiap kota di adakan satu kali dalam satu tahun pada bulan-bulan tertentu.

Pertandingan kontes dan tangkas domba garut ini sebelumnya berlangsung di kota bandung, dan kabupaten Bandung. Final liga lomba tangkas di setiap kota di adakan satu kali dalam satu tahun pada bulan-bulan tertentu.

Acara tersebut dihadiri juga Ketua umum HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) Jawa Barat 2013, Ir. H. Yudi Guntara Noor. Lomba Seni Ketangkasan dan Kontes Ternak Domba Garut DPD HPDKI ini merupakan kegiatan rutin dari program kerja dan himpunan peternak domba dan kambing se-Jawa barat. “Seni tangkas merupakan sebuah seni budaya Jawa Barat, ini hanya ada di Jawa Barat dan juga hanya bisa dilakukan dengan jenis domba dari Jawa Barat, yaitu domba garut”  Kata Yudi Guntara. Untuk itu, ini merupakan program kerja organisasi sebagai ajang silaturahmi dan promosi daripada peternak domba garut Jawa Barat.

Rektor Unpad Ganjar Kurnia tidak bisa hadir pada pembukaan Sabtu (30/3) dan diwakilkan oleh Dekan Fapet Unpad, Dr. Ir Iwan Setiawan, DEA.

Pemilihan domba kontes dan adu tangkas domba garut ini diselenggarakan oleh Paguyuban 30 yang bekerjasama dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI Jabar). Paguyuban 30 merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa keprofesian yang dikelola oleh 30 mahasiswa Fapet, dan acara tersebut merupakan program kerja tahunan mereka. Acara ini diadakan di Lapang PPBS Unpad Jatinangor, Sabtu-Minggu 30-31 Maret 2013, dengan kualifikasi domba sebagai pemenang domba kontes ialah Raja Petet, Raja Kasep, Raja Pedaging, dan Ratu Bibit, sedangkan tangkas domba dipilih pemenang dari tiap kelas A, B, dan C dari juara 1 sampai juara ke-6.

Pagelaran lomba ini begitu meriah dengan banyak para peserta lomba yang mengantri daftar dari pukul lima pagi. “Acara ini diadakan dua hari karena masih ada 40 pasang adu tangkas lagi yang belum digelar pada hari sabtu, sehingga dilanjutkan pada minggu” kata Robbi, Ketua Paguyuban 2013 mahasiswa Fapet (Fakultas Peternakan) Unpad asal tasikmalaya. “Tujuan mengadakan event tersebut yaitu mempererat hubungan pecinta domba garut se jawa barat, dan mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain” ujarnya lagi.

Peserta keseluruhan mencapai 500 orang lebih, dari Kabupaten di Jawa Barat, seperti Pangandaran, Indramayu, Tasikmalaya, Sumedang, Bandung, Cianjur, Purwakarta, dan Bogor.

Salah satu peserta, Ade asal Bandung ikut memeriahkan perlombaan ini, dirinya begitu senang mengikuti acara ini “saya sangat senang, soalnya dari kemarin-kemarin saya tidak bisa tidur karena membayangkan ingin cepat-cepat hadir dalam acara ini” ujar nya. Lelaki tua ini adalah Sesepuh Jendral Grup dengan nama grup dombanya ialah Jendral. Untuk memenuhi kualifikasi pemenang domba adu tangkas yang dinilai dari kesehatan, keberanian, teknik pukulan, dan teknik pertandingan di lapangan dan kontes domba dipilih dari kualifikasi kesehatan, bobot dan performa tubuhnya, ia selalu melatih domba-dombanya hampir setiap hari di lapangan yang dibuat di dekat rumahnya.

Pada Sabtu (30/3) jadwal pertandingan domba tangkas kelas C dan B, yaitu domba yang berbobot 65 kg. ke bawah, ia tidak bisa mengikuti kontes dan tangkas domba dikarenakan waktu yang disediakan oleh panitia tidak bisa mencukupi pagelaran lomba untuk peserta, selain itu pun hujan menjadi hambatan acara tersebut. Akhirnya ia pun bisa mengikuti perlombaan  kelas A dan B yaitu domba yang memenuhi kualifikasi bobot 85 kg ke bawah yang dilaksanakan keesokan harinya. Dengan membawa dua belas ekor domba yang dilombakan, orangtua dari tiga anak ini juga mengikuti kontes khusus domba betina pada Minggu pagi dan tangkas domba pada minggu sore.

Perlombaan begitu meriah disaksikan oleh banyak masyarakat se-Jawa Barat juga diselingi dengan aksi hiburan lagu sunda dan dangdutan. Sehingga suasana kesundaan begitu terasa di dalamnya.

Pengumuman perlombaan pun dimulai pukul 16:30 WIB hingga 18:00 mulai dari pengumuman pemenang kontes Raja Petet, Raja Kasep, Raja Pedaging, Ratu Bibit, hingga pengumuman adu tangkas. Euforia peserta terasa saat itu, sorak gembira terdengar memnuhi lapangan. Termasuk Ade, dombanya yang bernama Gehger, Santai, Kencana, Apem, Katon dan Bagas memenangkan sebagai Raja Daging dan Raja Kasep dengan kualifikasi peserta domba terbaik dan tersehat. Akhirnya ia pun memborong hadiah berupa 3 buah televisi, 2 buah kipas angin, satu DVD player, dua buah domba, beserta 6 buah piala dan 6 buah sertifikat. Ia merasa sangat senang sekali atas keberhasilannya memenangkan hadiah-hadiah yang ia peroleh meskipun domba yang mengikuti lomba ketangkasan domba garut tidak menang. Karena menurut ia, domba yang lain jauh lebih jago daripada domba yang ia miliki.

Acara ini diadakan tiap tahun sehingga pak Ade bisa mengikuti acara tersebut jika tahun depan diadakan lagi, “kalau ada umur saya akan ikut, meskipun anak-anak saya yang akan mendaftarkan domba-domba dan ikut acara ini” katanya.

Kontes ini pun terdapat peserta yang tidak memenangi perlombaan karena tidak memenuhi kualifikasi perlombaan, seperti Mang Karna asal Bandung. Namun, ia pun tidak ikut kecewa dengan partisiafasinya. Justru ia ikut mengapresiasi dan memberikan harapan pada perlombaan tersebut. “Untuk semua domba kontes agar kualitasnya bisa meningkat, dan untuk penilaian lomba bisa lebih transfaran, dan untuk memeriahkan kontes seni domba garut ini saya berharap semua warga Jawa Barat ikut serta dalam perlombaan ini” Ujarnya.

Apresiasi lain yang diberikan pecinta domba garut ini selalu ikut membantu memasang pancuh untuk domba peserta lomba. Bapak yang dikenal ramah oleh mahasiswa Fapet Unpad ini pun tidak hanya membantu untuk perlombaan tersebut saja, saat ada praktikum mahasiswa dan pelatihan domba garut se-Jawa Barat di Sumedang pun ia selalu ikut membantu.

Untuk latihan rutin ini dilakukan tiap minggu, di setiap kabupaten, hampir 18 kabupaten yang memiliki cabang, dan dalam satu tahun dilaksanakan 3 atau 4 kali pelatihan. Untuk kejuaraan rata-rata ada juaranya di tiap kabupaten dan kota.

Tim Liputan

Indra Irawan, Laura Laurenza

Leave a Reply